Tawaf Selaras Rotasi Alam Semesta, Ini Penjelasan Alquran dan Sains

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 13 September 2021 00:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 12 614 2470229 tawaf-selaras-rotasi-alam-semesta-ini-penjelasan-alquran-dan-sains-bY9tqsqPNI.jpg Jamaah haji melaksanakan tawaf mengelilingi Kakbah. (Foto: Reuters)

ALQURAN dan sains kali ini mengungkap bahwa gerakan tawaf selaras dengan rotasi alam semesta. Tawaf atau mengelilingi Kakbah menjadi salah satu prosesi bagi umat Islam yang sedang menjalankan ibadah haji atau umrah.

Tawaf dilakukan sebanyak tujuh putaran, yakni dimulai dari Hajar Aswad (Batu Hitam) dan kembali pada titik awal. Ternyata tawaf tidak sekadar rukun haji atau umrah, namun terdapat keistimewaan di baliknya.

Baca juga: Ditemukan Partikel Terkecil di Dunia, Ini Penjelasan Alquran dan Sains 

Dinukil dari 'Buku Pintar Sains dalam Alquran Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah' karya Dr Nadiah Thayyarah, putaran tawaf tersebut berlawanan dengan arah jarum jam, tapi searah dengan rotasi unsur anggota alam semesta seluruhnya, mulai dari atom sampai galaksi.

Jamaah haji tawaf di Masjidil Haram. (Foto: Twitter @hsharifin)

Bola bumi pun berotasi, demikian pula bulan yang mengelilingi bumi dan keduanya berotasi mengelilingi matahari. Tata surya juga bergerak mengelilingi pusat galaksi, sementara galaksi bergerak mengitari kumpulan galaksi yang lebih besar.

Baca juga: Alquran dan Sains: Manusia Miliki Sistem Pendingin Alami, Apa Itu? 

Kumpulan galaksi raksasa tersebut bergerak mengitari sesuatu, dan itu adalah rahasia Allah Subhanahu wa ta’ala. Semua rotasi itu bergerak sejalan dengan arah tawaf yang berlawanan arah dengan jarum jam.

Protein yang terkandung di dalam makhluk hidup terdiri atas lima unsur, yaitu karbon, hidrogen, nitrogen, oksigen, dan sulfur. Unsur-unsur tersebut menyatu dalam atom karbon secara rapi terstruktur, yaitu bergerak searah tawaf di area Kakbah.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Secara lazim diketahui, bahwa yang menjadi pusat rotasi hanya satu. Demikian pula dengan Kakbah, di mana hanya satu yang dikelilingi oleh manusia. Begitu juga inti atom, hanya satu yang dikelilingi oleh elektron. Matahari pun satu adanya yang dikelilingi oleh planet anggota tata surya dan demikian seterusnya.

Jadi putaran tawaf tersebut sejalan dengan bergeraknya rotasi planet-planet di alam semesta. Oleh karenanya Allah Subhanahu wa ta’ala menciptakan sesuatu berhubungan antara alam dengan manusia, dan sebagai bukti kuasa-Nya.

Baca juga: Alquran dan Sains: Keringat Bisa Menyembuhkan Katarak, seperti Kisah Nabi Yakub 

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَمَا تَكُونُ فِى شَأْنٍ وَمَا تَتْلُوا۟ مِنْهُ مِن قُرْءَانٍ وَلَا تَعْمَلُونَ مِنْ عَمَلٍ إِلَّا كُنَّا عَلَيْكُمْ شُهُودًا إِذْ تُفِيضُونَ فِيهِ ۚ وَمَا يَعْزُبُ عَن رَّبِّكَ مِن مِّثْقَالِ ذَرَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فِى ٱلسَّمَآءِ وَلَآ أَصْغَرَ مِن ذَٰلِكَ وَلَآ أَكْبَرَ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ

Wa mā takụnu fī sya`niw wa mā tatlụ min-hu ming qur`āniw wa lā ta'malụna min 'amalin illā kunnā 'alaikum syuhụdan iż tufīḍụna fīh, wa mā ya'zubu 'ar rabbika mim miṡqāli żarratin fil-arḍi wa lā fis-samā`i wa lā aṣgara min żālika wa lā akbara illā fī kitābim mubīn

Artinya: "Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." (QS Yunus: 61)

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya