Pola Makan Saat Pandemi dan Memasuki Musim Penghujan Ikuti Cara Rasulullah SAW

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 16 September 2021 08:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 616 2472119 pola-makan-saat-pandemi-dan-memasuki-musim-penghujan-ikuti-cara-rasulullah-saw-eu4r2W2hTR.jpg Pola makan yang sehat ikuti tuntunan Rasulullah SAW. (Foto: Freepik)

POLA makan sehat di masa pandemi Covid-19 dan mulai memasuki musim penghujan harus benar-benar dijaga agar tubuh tak mudah sakit. Lantas bagaimana pola makan yang baik, tentu mengikuti tuntunan Nabi Muhammad SAW yang sudah mengajarkan dan memberi contoh.

"Nabi Muhammad SAW pun sangat hati-hati memakan sesuatu. Beliau juga mengatur pola makannya, supaya terhindar dari penyakit," ujar Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin belum lama ini.

Allah SWT bersabda: 

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Artinya: "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah."(QS.Al-Ahzab:21).

Baca Juga: Sarapan Pagi Nabi Muhammad SAW Sederhana, Mudah dan Tidak Ribet

Ayat di atas berkaitan dengan kehidupan sehari-hari Rasulullah yang patut menjadi panutan atau suri tauladan, termasuk dalam mengonsumsi makanan atau minuman. Nabi selalu makan secukupnya, tidak pernah berlebihan atau serakah.

"Jika seseorang kebanyakan makan, maka memicu sifat malas dan cenderung banyak tidur sehingga banyak waktu terbuang percuma, energi tidak tersalurkan dengan baik, bahkan menjadikan lemak yang menumpuk yang rentan bersarang penyakit," terangnya.

Lebih lanjut, kata ustadz Ainul Yaqin, hal ini juga disampaikan oleh salah satu ulama mahsyur terdahulu yaitu Sufyan Ats-Tsauri, ia menyampaikan: "Jika ingin badan sehat dan tidur tidak berlebihan, maka kurangi makan, sedikitkan makananmu."

Selain itu, berlebihan makan dan minum akan mewariskan hati yang lalai serta lupa diri, mejadi pemalas termasuk lupa kewajibam akan ibadah.

Baca Juga: Jemput Jodoh Syari di Bantul Sudah 200 Pasangan Menikah

Allah Ta'ala berfirman;

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Artinya: "Makan dan minumlah,dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-A’raf: 31)

"Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk tidak rakus dan tidak mengikuti hawa nafsu mengonsumsi berbagai jenis makanan ke dalam perut hingga berlebihan. Hal ini sejalan dengan kebiasaan Nabi yang menyebutkan bahwa beliau tidak pernah makan banyak, berlebihan, tidak pernah makan sampai kenyang," ucapnya.

Kemudian, Nabi Muhammad juga sangat sistematis untuk menjaga stabilitas tubuhnya, termasuk porsi asupan makanan dan minuman yang akan dikonsumsinya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Rasululullah SAW bersabda: 

مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ ؛ بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ ؛ فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ

Artinya: "Tidak ada wadah yang dipenuhi anak Adam yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah anak Adam mengonsumsi beberapa suap makanan untuk menguatkan tulang rusuknya. Kalau memang tidak ada jalan lain (memakan lebih banyak), maka berikan sepertiga untuk (tempat) makanan, sepertiga untuk (tempat) minuman dan sepertiga untuk (tempat) nafasnya." (HR. Ahmad, dan Ibnu Majah).

Hal terpenting lainnya adalah bahwa Rasulullah selalu mengonsumsi makanan dan minuman halal. Ini sangat berpengaruh untuk kesehatan, khususnya mencegah berbagai penyakit yang menyerang anggota tubuh maupun hati. 

فَكُلُواْ مِمَّا رَزَقَڪُمُ ٱللَّهُ حَلَـٰلاً۬ طَيِّبً۬ا وَٱشۡڪُرُواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ إِن كُنتُمۡ إِيَّاهُ تَعۡبُدُونَ

Artinya: "Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah." (QS An-Nahl: 114).

"Tentunya makan makanan yang halal itu akan lebih berkah, terhindar dari dosa. Dan jangan lupa berdoa sebelum dan sesudah kita makan, karena itu sangat dianjurkan supaya apapun yang masuk ke dalam tubuh kita berdampak positif," katanya.

Kemudian, lanjut ustadz Ainul, Nabi Muhammad khususnya di dalam syariat Islam memiliki adab ketika sedang makan. "Makan dengan tangan kanan, mengunyah makanan dengan baik, tidak tergesa menelan makanan, makan dengan duduk tidak berdiri dan berhenti sebelum kenyang," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya