Kandungan Surat Al Maun, Semangat Muslimin Mengerjakan Hal-Hal Berguna

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 17 September 2021 18:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 17 330 2472970 kandungan-surat-al-maun-semangat-muslimin-mengerjakan-hal-hal-berguna-hNzysVCdQm.jpg Ilustrasi kandungan Surat Al Maun. (Foto: Shutterstock)

KANDUNGAN Surat Al Maun hendaknya diketahui setiap Muslim. Pasalnya, ada keistimewaan yang sangat besar di balik Surat Al Mau'un (الْمَاعُونَ) yang memiliki arti "Hal-Hal Berguna" ini. Terdiri dari 7 ayat dan surah ke-107 dalam kitab suci Alquran, Al Maun termasuk golongan Makkiyah yaitu turun di Kota Makkah, Arab Saudi.

Ketua Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) Jakarta Timur Ustadz Asroni Al Paroya mengatakan di dalam Surat Al Maun terdapat nilai-nilai spirit yang dapat menggugah semangat umat untuk melakukan hal-hal berguna atau berbuat baik.

Baca juga: Viral Wanita Tukang Cukur Pertama di Arab Saudi 

"Jika kita melihat dan merenungkan makna ayat per ayat dari Surah Al Ma'un maka keutamaan QS Al Maun adalah memberikan suntikan spirit kepada kita," kata Ustadz Asroni kepada Okezone beberapa waktu lalu.

Ia melanjutkan, ada banyak suntikan spirit yang terkandung dalam Surat Al Maun, berikut ini empat di antaranya:

Ilustrasi kandungan Surat Al Maun. (Foto: Shutterstock)

1. Spirit memberi makan kepada orang miskin dan anak yatim. Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم : أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِى الْجَنَّةِ هكَذَ، وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسطَى وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا شَيْئاً

Artinya: "Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda: 'Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini.' Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengahnya, serta agak merenggangkan keduanya." (HR Bukhari Nomor 4998 dan 5659)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

السَّاعِي عَلَى اْلأَرْمَلَةِ وَالْمَسَاكِيْنِ، كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيْلِ اللهِ، وَكَالَّذِي يَصُوْمُ النَّهَارَ وَيَقُوْمُ اللَّيْلَ

Artinya: "Orang yang berusaha menghidupi para janda dan orang-orang miskin laksana orang yang berjuang di jalan Allah. Dia juga laksana orang yang berpuasa di siang hari dan menegakkan sholat di malam hari." (HR Bukhari Nomor 5353 dan Muslim Nomor 2982)

Baca juga: Kisah Wanita Inggris Jadi Mualaf, Mantap Berhijab dan Menikah dengan Pria Bekasi 

2. Spirit untuk menunaikan sholat pada waktunya. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ ۚ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

Artinya: "Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (QS An-Nisa’: 103)

Kemudian Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

وَعَنْ ابْنِ مَسْعُوْدٍ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – أَيُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ ؟ قَالَ : الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا قُلْتُ : ثُمَّ أَيٌّ ؟ قَالَ : بِرُّ الوَالِدَيْنِ قُلْتُ : ثُمَّ أيٌّ ؟ قَالَ : الجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ ِ

Artinya: "Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: 'Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam: Amal apakah yang paling utama?' Ia menjawab: 'Sholat pada waktunya.' Aku berkata: 'Kemudian apa?' Ia menjawab: 'Berbuat baik kepada orangtua.' Aku berkata lagi: 'Kemudian apa?' Beliau menjawab: 'Jihad di jalan Allah'." (Muttafaqun ‘alaih) (HR Bukhari Nomor 7534 dan Muslim Nomor 85)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

3. Spirit mengerjakan kebajikan dan berbuat baik kepada orang lain

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari di dalam kitab shahihnya dari Ibnu Amr bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْبَعُونَ خَصْلَةً أَعْلَاهُنَّ مَنِيحَةُ الْعَنْزِ مَا مِنْ عَامِلٍ يَعْمَلُ بِخَصْلَةٍ مِنْهَا رَجَاءَ ثَوَابِهَا وَتَصْدِيقَ مَوْعُودِهَا إِلَّا أَدْخَلَهُ اللَّهُ بِهَا الْجَنَّةَ قَالَ حَسَّانُ فَعَدَدْنَا مَا دُونَ مَنِيحَةِ الْعَنْزِ مِنْ رَدِّ السَّلَامِ وَتَشْمِيتِ الْعَاطِسِ وَإِمَاطَةِ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ وَنَحْوِهِ فَمَا اسْتَطَعْنَا أَنْ نَبْلُغَ خَمْسَ عَشْرَةَ خَصْلَةً

Artinya: "Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda: 'Ada 40 kebiasaan baik, yang tertinggi adalah memberi seekor kambing. Tidaklah seseorang beramal dari perbuatan-perbuatan kebaikan tersebut dengan harapan dia mengharap pahala darinya dan membenarkan apa yang dijanjikan padanya, melainkan Allah memasukkannya dengan amalnya ke dalam surga.' Hassan berkata: 'Maka kami menghitung kebiasaan baik itu setelah pemberian kambing mulai dari menjawab salam, menjawab orang yang bersin, menyingkirkan halangan dari jalan, dan yang semisalnya namun kami tidak sanggup untuk sampai pada 15 kebiasaan baik tersebut'." (HR Bukhari Nomor 2438)

Baca juga: Kisah Bule Mantap Masuk Islam Gegara Tak Sengaja Temukan Alquran 

4. Spirit berbuat ikhlas dalam beramal dan waspada terhadap riya dan sum’ah yaitu sifat senang dan gemar memperdengarkan amal perbuatan yang telah dilakukan kepada orang lain dengan harapan agar orang lain menyanjung dan memujinya.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا

Artinya: "Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih." (QS Al Insan: 8–9)

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya