Umar bin Khattab, Pembenci Islam yang Berubah Tunduk kepada Allah dan Jadi Sahabat Nabi

Andaru Danurdana, Jurnalis · Senin 20 September 2021 08:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 20 614 2473859 umar-bin-khattab-pembenci-islam-yang-berubah-tunduk-kepada-allah-dan-menjadi-sahabat-nabi-iStOaXfpRt.jpg Ilustrasi kisah Umar bin Khattab yang menjadi sahabat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. (Foto: Shutterstock)

DALAM kisah penyebaran agama Islam di Jazirah Arab, ada salah satu tokoh yang namanya paling sering didengar oleh kaum Muslimin, yakni Umar bin Khattab. Awalnya dikenal sebagai sosok yang benci dengan Islam, Umar mendapat hidayah dari Allah Subhanahu wa ta'ala dan akhirnya masuk Islam di hadapan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, bahkan mendapat gelar Al Farouq dari Rasulullah.

Dikutip dari kanal YouTube Khalid Basalamah Official, Senin (20/9/2021), Ustadz Dr Khalid Basamalah Lc MA menjelaskan Umar bin Khattab mendapat gelar Al Farouq karena dianggap mampu membedakan mana yang baik dan buruk, prinsip yang membuatnya mantap memeluk Islam.

Baca juga: Kisah Umar bin Khattab Disumpahi Seorang Pria, Reaksinya Tidak Terduga 

Pada masa jahiliyah, Umar bin Khattab dikenal sebagai sosok yang paling sering mengintimidasi kaum Muslim di masa awal penyebaran agama Islam. Meski awalnya sangat ganas dan gemar menyiksa budak-budak beragama Islam, Umar mendapat hidayah ketika hendak berencana membunuh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam.

"Suatu hari Umar yang berencana mencelakakan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bertemu sosok Nu’aim bin Abdullah yang mempertanyakan keputusannya. Nu’aim pun mengatakan bahwa Umar tidak seharusnya mengurusi apa yang dilakukan oleh Rasulullah sebelum 'meluruskan' keluarganya sendiri, yaitu adiknya Fatimah dan adik iparnya yang terlebih dahulu masuk Islam," cerita Ustadz Khalid Basalamah.

Baca juga: Sejarah Dikumandangkan Azan Sholat hingga Penunjukan Bilal Jadi Muazin Pertama 

Naik pitam, Umar pun menuju kediaman Fatimah dan suaminya yang kala itu sedang membaca ayat-ayat suci Alquran. Umar mendobrak pintu dan menampar adiknya untuk mengetahui apa yang dibaca. Namun tidak lama, ia merasa bersalah karena telah melukai Fatimah. Fatimah pun melarang Umar untuk membaca ayat yang ia pegang sebelum Umar bersuci, dan akhirnya Umar menuruti permintaan adiknya.

Seusai bersuci, Umar pun membaca ayat yang rupanya merupakan potongan dari Surah Thoha. Setelah membaca dengan suara lantang dan keras, Umar yang mulai melunak dan memahami ajaran Allah Subhanahu wa ta'ala pun meminta diantarkan ke markas dakwah Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam yang terletak tidak jauh dari sana namun disembunyikan dari pihak kaum kafir Quraisy.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sesampainya di markas dakwah tersebut, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam pun bertatap muka dengan Umar. Mencengkeram bahu sang kafir dengan kencang, Rasulullah bertanya kepada Umar, "Apakah kau akan menunggu azab Allah sebelum beriman?"

Hal itu ditanyakan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam sebanyak dua kali. Akhirnya Umar pun luluh dan berlutut di hadapan Nabi Muhammad dan mengucap kalimat syahadat. Sejak saat itu Umar berubah menjadi sahabat Rasulullah yang paling berusaha melindungi junjungannya.

Baca juga: Kisah Bilal bin Rabah Bikin Penduduk Madinah Menangis saat Kumandangkan Azan 

Setelah menjadi khalifah, Umar dikenal sebagai sosok yang berbanding terbalik dari masa jahil-nya. Umar, yang dulunya dikenal sering mabuk, menjadi lelaki yang anti khamr sampai-sampai berhasil membuat diturunkannya wahyu yang mengharamkan khamr.

Umar juga dikenal sebagai pemimpin yang murah hati, tidak mau tidur sebelum yakin umat Islam tak ada yang kesulitan. Bahkan, ia pernah menolak makan ketika rakyatnya mengalami musim paceklik.

Baca juga: Biografi Umar Bin Khattab, Dapat Julukan Al-Faruq Langsung dari Rasulullah SAW 

Berkat perubahan ini, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam secara pribadi memberikan gelar Al Farouq kepada Umar. Prinsipnya yang farouq alias bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, membuatnya menjadi pemimpin yang disegani dan dicintai oleh pengikutnya; dan membuatnya menjadi sosok yang sangat ditakuti para musuh Allah Subhanahu wa ta'ala karena hatinya yang tidak mudah goyah.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya