Kisah 5 Ulama Mimpi Bertemu Rasulullah, Ada yang Ditegur Tidak Wudu Sebelum Tidur

Melati Septyana Pratiwi, Jurnalis · Senin 18 Oktober 2021 06:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 17 330 2487729 kisah-5-ulama-mimpi-bertemu-rasulullah-ada-yang-ditegur-tidak-wudu-sebelum-tidur-RBCuxKc6Pz.jpg Ilustrasi ukiran nama Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. (Foto: Shutterstock)

SALAH satu impian seorang Muslim adalah bisa berjumpa dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam di surga kelak. Namun, beberapa orang mendapat keistimewaan untuk bertemu Nabi Muhammad lewat mimpi.

Seperti halnya kisah para ulama berikut ini yang mengungkapkan pernah mimpi bertemu Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Tentu hal ini adalah rezeki yang tidak ternilai. Simak kisahnya berikut ini.

Baca juga: Ini Nasab dan Kelahiran Nabi Muhammad, Umat Islam Wajib Tahu 

1. Ustadz Khalid Basalamah

Ustadz Dr Khalid Basalamah Lc MA mengatakan tidak hanya sekali diberikan mimpi bertemu Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassalam. Menurut Ustadz Khalid, dirinya bisa mendapat mimpi tersebut bukan karena melalui amalan khusus, misalnya salawat 10 ribu kali.

"Itu saya pernah mimpi Nabi Shallallahu alaihi wassallam ada di hadapannya saya dan wajah beliau persis seperti apa yang saya tahu, alisnya segala, sempat mengembuskan napasnya, kemudian saya menghirupnya, itu saja tidak ada omongan apa-apa," ujar Ustadz Khalid, seperti dikutip dari tayangan di kanal YouTube Islam It' Me, Senin (18/10/2021).

Saat mendapatkan mimpi tersebut, Ustadz Khalid sedang menggeluti kegiatan mengajar hadis untuk para Muslimin. Ia berkesimpulan mimpi bertemu Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam ini merupakan buah dari mengajarkan apa yang Rasulullah sampaikan.

Selain itu di waktu yang berbeda, Ustadz Khalid pernah bermimpi melihat Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam seakan sedang bersiap-siap menghadapi musuh dan Rasulullah berkata kepadanya, "Khalid, kamu sekarang bergabung dengan kami."

Dalam mimpi tersebut, Ustadz Khalid berjalan ke belakang pasukan. "Lalu saya menuju ke belakang pasukan, tidak ikut ke situ, saya menuju ke belakang ada kelas-kelas dan saya mengajar," katanya.

Ustadz Khalid mengatakan mimpi bertemu Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam adalah hal yang biasa terjadi. Asalkan, seorang Muslim menerapkan sunah-sunah Nabi Muhammad, mengerjakan perintahnya, dan menjauhi larangan Rasulullah.

Baca juga: Ini Gambaran Rumah Tempat Nabi Muhammad Dilahirkan 

Info grafis keutamaan salawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. (Foto: Okezone)

2. Syekh Ahmad Umar Hasyim

Pertemuan pertama Syekh Ahmad Umar Hasyim dan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam melalui mimpi terjadi ketika beliau masih menjadi mahasiswa tahun keempat di Ushuluddin. Syekh Ahmad Umar Hasyim melihat Rasulullah sedang tawaf mengelilingi Kakbah di antara Rukun Yamani dan pintu Kakbah, kemudian Syekh Ahmad Umar Hasyim mengikuti Rasul dari belakang.

Ketika beliau memberi tahu mimpi tersebut kepada ayahnya, sang ayah mengatakan bahwa mimpi bertemu Rasul adalah benar adanya. Karena Rasulullah bersabda:

"Barang siapa melihatku dalam mimpi, maka sungguh dia telah melihatku secara kenyataan karena setan tidak bisa menjelma menyerupaiku."

Sang ayah juga mengatakan tafsir dari mimpi tersebut. Beliau optimis bahwa Syekh Ahmad Umar Hasyim akan berjalan di atas petunjuk Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam dan tidak lama anaknya itu akan menunaikan ibadah haji.

Hal tersebut pun terbukti. Meskipun maish berstatus mahasiswa, Syekh Ahmad Umar Hasyim berkesempatan melaksanakan haji dengan dibiayai oleh kampusnya.

Baca juga: Kisah Masa Kecil Nabi Muhammad Disusui Halimah Sa'diyah, Berbagai Keajaiban Terjadi 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

3. Syekh Sholahuddin Fakhry

Syekh Sholahuddin Fakhry mengatakan, "Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda, 'Masa kenabian telah berakhir, yang tersisa hanyalah mimpi yang benar (bertemu Nabi Shallallahu alaihi wassalam)'."

Syekh Sholahuddin Fakhry menceritakan pengaman indahnya ketika bermimpi bertemu Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Ketika itu ia baru saja pulang dari sholat tarawih di masjid. Beliau melanjutkan ibadah dengan melakukan salawat kepada Rasulullah hingga dirinya terlelap.

Dalam tidurnya, beliau bermimpi sedang berada di padang pasir yang begitu panas. Saat Syekh Sholahuddin Fakhry menoleh, beliau melihat rumah kuno khas rumah Suku Quraisy. Ia berjalan ke depan rumah tersebut dan melihat sebuah sumur yang kering kerontang. Ada seorang laki-laki yang berdiri di hadapan sumur tersebut.

Syekh Sholahuddin Fakhry bertanya, "Siapakah laki-laki itu?"

Tiba-tiba seseorang menjawab, "Ini seorang laki-laki kafir."

Baca juga: Libur Maulid Nabi Digeser Jadi 20 Oktober, Kemenag: Antisipasi Kasus Baru Covid-19 

Lalu ketika Syekh Sholahuddin Fakhry menoleh ke kiri, ia melihat sosok Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam bersama sahabat Abu Bakar RS berdiri di hadapannya.

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam tersenyum kepadanya. Syekh Sholahuddin Fakhry pun menjelaskan bahwa Rasulullah memiliki janggut cukup panjang, rupawan, serta berwibawa. Sementara Abu Bakar harum semerbak dan sikapnya rendah diri.

Saat itu, laki-laki kafir yang berdiri di hadapan sungai berkata pada Nabi Shallallahu alaihi wassallam, "Wahai Muhammad lihatlah sumur ini."

Sumur tersebut kering kerontak tanpa sedikit pun air. Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam pun langsung meludah sedikit ke dalam sumur, diikuti juga oleh Abu Bakar, dan seketika sumur tersebut terisi air hingga meluap. Melihat mukjizat Nabi Muhammad, Laki-laki kafir itu pun segera memeluk Islam.

Mimpi Syekh Sholahuddin Fakhry belum sampai di situ. Beliau juga bertemu dengan almarhum sang ayah yang kemudian memeluknya di hadapan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Itulah akhir dari mimpi Syekh Sholahuddin Fakhry.

Syekh Sholahuddin Fakhry lalu berpesan untuk memperbanyak salawat agar dilimpahkan keberkahan.

Baca juga: Ini Gambaran Makam Nabi Muhammad di Masjid Nabawi 

4. Ustadz Adi Hidayat

Seseorang pernah menyebut Ustadz Adi Hidayat sebagai pelaku bid'ah. Hal ini diungkapkan dalam sebuah ceramah. Lebih lanjut Ustadz Adi mengatakan tidak mungkin seseorang yang melakukan bid'ah akan berjumpa Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam melalui mimpi.

"Saya mimpi sudah ketemu (Rasulullah). Saya disebut pelaku bid'ah, lalu bagaimana cara saya bertemu dengan Rasulullah," ujar Ustadz Adi Hidayat. Ia pun menyerahkan hal tersebut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

5. Ustadz Yusuf Mansur

Bertahun-tahun yang lalu, Ustadz Yusuf Mansyur sempat tidak percaya dengan adanya seseorang yang bisa tidur bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam dalam artian memimpikan Beliau.

"Hampir tidak percaya ada orang-orang yang kemudian Nabi bisa ikut bersamanya (dalam mimpi). Ketidakpercayaan itu bukan berarti tidak percaya dengan kisah aulia."

Baca juga: Kisah Nabi Muhammad Menerima Wahyu Pertama di Gua Hira: Bacalah! 

Suatu ketika Ustadz Yusuf Mansur pulang ke rumah dalam keadaan lelah selepas mengisi ceramah. Beliau tidur dalam keadaan tidak berwudu. Dalam mimpi, Ustadz Yusuf Mansyur didatangi oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. Ia mengaku mendapat teguran dari Sang Nabi.

"Yusuf, kamu benar umat-Ku? Bukankah engkau sudah baca satu hadis dari hadis-hadis-Ku bahwa siapa dari umat-Ku kalau kemudian dia tidur wudhu dulu, maka malaikat akan masuk ke dalam selimutnya. Apakah engkau tidak percaya kepada-Ku? Itu nyata," ujar Ustadz Yusuf Mansur di hadapan jamaah.

Ia pun berpesan untuk membangkitkan kembali perasaan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam selalu bersama semua umat Islam.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Kisah Hewan Anjing Marah saat Nabi Dihina dan Membuat 40 Ribu Orang Masuk Islam 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya