Mengkaji Kitab-Kitab Lain, Pemuka Agama Ini Malah Yakin Masuk Islam

Kevi Laras, Jurnalis · Rabu 24 November 2021 06:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 621 2506450 mengkaji-kitab-kitab-lain-pemuka-agama-ini-malah-yakin-masuk-islam-nt5gJQmSbh.jpg Kisah mualaf Syekh Yusha Evans (kiri) asal Amerika Serikat. (Foto: Youtube Hidayatullah TV)

BERAWAL membaca kitab agamanya sendiri, Yusha Evans yang saat itu sebagai misionaris mulai terguncang hatinya. Tepatnya ketika seorang temannya bernama Benjamin menanyakan, "Apakah dirinya pernah membaca Alkitab seperti membaca novel?"

Sontak Yusha Evans kaget dengan pertanyaan temannya tersebut. Sebab, dirinya belum pernah membaca kitab agamanya seperti membaca novel.

Baca juga: Kisah Mualaf Renata Kusmanto, Belajar Mengaji dari Ibunda sang Suami Fachri Albar 

"Apa maksudmu? Saya seorang misionaris dan bagaimana mungkin kau bertanya seperti itu kepadaku?" tanya heran Yusha Evans kepada Benjamin, seperti dikutip dari kanal YouTube Hidayutullah TV, Rabu (24/11/2021).

Kisah mualaf Syekh Yusha Evans (kiri) asal Amerika Serikat. (Foto: Youtube Hidayatullah TV)

Setelah Yusha Evans mencoba membaca Alkitab seperti membaca novel selama sebulan, dirinya mulai tertarik pada kisah nabi. Namun, mulai merasa janggal ketika ada satu nabi yang minum anggur. Menurut dia, perilaku nabi tersebut tentu tidak melambangkan nabi Allah yang menerima wahyu.

"Tidak mungkin seorang nabi bersikap seperti itu. Maka saya tahu mengapa umat Nabi Nuh tidak mendengarkan apa yang ia sampaikan karena ia mabuk," kata Yusha kecewa.

Baca juga: Cerita Remaja 15 Tahun Mantap Jadi Mualaf: Saya Berserah Diri pada Allah Ta'ala 

Merasa ada yang aneh dengan kisah para nabi yang diceritakan dalam Alkitab, membuat dirinya berinisiatif menanyakan kepada pendeta di gereja. Namun, dia tak menerima jawaban yang memuaskan.

"Janganlah ilmu pengetahuan yang sedikit memengaruhi keyakinannya terhadap Yesus," jawab pendeta tersebut.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Yusha diminta agar tidak perlu mempelajari segala hal. Ia diminta cukup percaya saja pada apa yang diajarkan. Sejumlah pendeta memintanya tidak membaca Perjanjian Lama. Alasannya, Alkitab tersebut sudah tidak lagi terpakai, memintanya untuk membaca Perjanjian Baru.

Yusha lalu mencari tahu mengenai Yesus. Ia menemukan ayat yang menyebutkan bahwa Yesus memerintahkan hal yang sama: menyembah satu Tuhan. Rasa penasarannya makin menggebu. Ia pun mulai mempertanyakan tentang penyaliban Yesus. Dalam ajaran yang ia terima, Yesus dipaku pada bagian tangannya.

Baca juga: Kisah Stephanie Jadi Mualaf Usai Jatuh Cinta Lihat Hijab: Islam Menuntun Jadi Lebih Baik 

Dalam hatinya muncul kegamangan, di mana ia berpendapat, hal tersebut sangatlah aneh. Seseorang yang telapak tangannya disalib tidak akan bertahan lama di atas tiang. Namun tak mendapatkan jawaban, ia justru dilarang melakukan khutbah Kristen di gerejanya lagi.

Sejak hari itu Yusha melepas Kristen sebagai agama yang diyakininya. Ia memutuskan meninggalkan agamanya dan memilih mencari agama lain, mempelajari Buddha dan beberapa agama lain, termasuk Islam.

Baca juga: Kisah Mualaf Tere, Berawal Mimpi Ditanya Siapa Tuhanmu dan Nabimu? 

Yusha juga sempat membaca sebuah buku tentang Islam, tetapi hal itu tidak membuatnya senang. Ia akhirnya tidak mengikuti satu agama pun.

"Tuhan, jika Engkau tidak memberi saya petunjuk, maka saya akan mencari jalan sendiri," ucap Yusha memanjatkan sebuah doa saat berusia 17 tahun.

Mengenal Islam yang Sebenarnya

Bertemu dengan kawannya Musa, Yusha Evans tidak mengetahui bahwa Musa adalah seorang Muslim. Yusha pun mulai mengenal Islam yang sebenarnya, ketika Musa mengajaknya ke Masjid untuk bisa menemukan jawaban tentang Islam.

Saat dirinya berkunjung kembali, menunggu Musa, tiba-tiba seorang Muslim menghampirinya dan menawarkan diri untuk menemaninya berkeliling masjid. Hal itu membuat pria asal Negeri Paman Sam ini tersentuh bahwa Islam yang ia ketahui menakutkan ternyata sangat baik.

Baca juga: Cerita Gadis Cantik Rusia Mantap Jadi Mualaf: Islam Bisa Jawab Semua Pertanyaan 

Mendengar sebuah ceramah di masjid tersebut, Yusha mendengar sebuah kalimat tentang menyembah Tuhan yang satu. Lantaran penasaran, ia pun menemui langsung sang khatib untuk bertanya terkait itu.

"Apa yang barusan kalian lakukan tadi?" tanyanya dengan rasa penasaran.

"Tadi kami melaksanakan sholat untuk menyembah Allah Subhanahu wa ta'ala," jawab khatib.

Belum selesai, sang khatib menjelaskan kepada Yusha langsung. Ia diberikan bukti bukan sebuah penjelasan bahwa agama Islam benar. Khatib pun memberikannya Alquran.

Baca juga: Teliti Agama-Agama Lain, Dosen Cantik Ini Justru Yakin Jadi Mualaf 

Saat pulang membaca Alquran selama tiga hari, Yusha tidak dapat berhenti membacanya. Dirinya terpesona begitu meyakini kebenaran yang tercantun dalam Alquran hidayah Allah Subhanahu wa ta'ala memancar di dalam kalbunya.

Pada 1998, Yusha Evans yang bernama asli Joshua akhirnya memeluk Islam. Sejak itu ia mempelajari Islam dari sejumlah ulama di Mesir dan Amerika Serikat. Kini Yusha menjadi seorang dai dan penceramah kaum muslim di Negeri Paman Sam. Ia pun mendapat sebutan Syekh Yusha Evans.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Tidak Percaya Tuhan, Pria Kaya Raya Ini Dapat Hidayah Islam saat Pesta Minuman 

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya