Varian Omicron Bahayakan Jamaah Umrah, Ini Antisipasi dari Menag

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 01 Desember 2021 09:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 01 614 2510053 varian-omicron-bahayakan-jamaah-umrah-ini-antisipasi-dari-menag-pnnCffFcpc.jpg Menag Yaqut Cholil Qoumas memberi tanggapan perihal varian omicron covid-19 yang mengancam jamaah umrah. (Foto: Antara)

VARIAN omicron covid-19 dilaporkan sudah menyebar ke banyak negara. Jenis ini disebut-sebut menginfeksi lebih berbahaya dari varian-varian sebelumnya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan memasukkan varian omicron atau B.1.1.529 ini ke kategori variant of concern (VOC).

Terkait beredarnya varian omicron covid-19, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan sudah sepatutnya diwaspadai, tapi jangan khawatir secara berlebihan.

Baca juga: Muncul Varian Omicron Covid-19, Baca Doa Ini agar Tidak Terinfeksi 

Info grafis varian omicron covid-19. (Foto: Okezone)

Pernyataan tersebut menanggapi pertanyaan anggota Komisi VIII DPR terkait kekhawatiran varian omicron jika ibadah umrah dilaksanakan pada bulan Desember ini.

"Kita perlu waspada, tapi jangan terlalu khawatir berlebihan," ujar Menag saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VIII DPR RI, Selasa 30 November 2021, seperti dikutip dari Antara.

Ia mengatakan saat ini varian omicron masih terus diteliti. Berdasarkan informasi Kementerian Kesehatan, lanjut Menag, omicron memiliki kombinasi mutasi berbahaya yang dimiliki variant of concern lainnya.

Baca juga: Seluruh Tubuh Istri Boleh Dicumbu untuk Bangkitkan Gairah kecuali Bagian Ini, Ustadz Khalid Basalamah Ungkap Alasannya 

Selain itu, varian omicron juga patut diwaspadai karena memiliki kemungkinan penularan yang tinggi dan bisa menghindari antibodi yang terbentuk baik dari infeksi maupun vaksinasi. Tetapi sampai saat ini, kata Menag, tidak ada laporan keparahan tinggi ketimbang varian sebelumnya.

"Omicron memiliki potensi penularan tinggi dan menurunkan efektivitas respons imun antibodi yang sebelumnya terbentuk dari infeksi maupun vaksinasi. Tapi tidak ada bukti keparahan yang tinggi dibanding varian yang lainnya," tutur Menag.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Selain itu, Indonesia patut bersyukur karena program vaksinasi covid-19 sudah mencakup sekira 70 persen. Berbeda jauh dengan cakupan vaksinasi di Afrika yang menjadi asal varian virus baru tersebut.

Paling penting, kata Menag, masyarakat Indonesia harus terus disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menghindari kerumunan, mencuci tangan, mengurangi mobilitas, dan menjaga jarak agar varian omicron tidak menyebar di Indonesia.

Baca juga: Mukjizat Nabi Yusuf, Miliki Wajah Sangat Tampan hingga Ahli Tafsir Mimpi 

"Pemerintah Indonesia juga melakukan ban (pelarangan penerbangan masuk) bagi sejumlah negara untuk mengantisipasi omicron. Insya Allah selamat jika kita disiplin prokes," papar Menag.

Sebelumnya Menag Yaqut mengatakan aturan terbaru dari otoritas Arab Saudi bahwa calon jamaah umrah yang menerima Vaksin Sinovac dosis lengkap wajib menjalani karantina selama 3 hari setibanya di Tanah Suci.

"Bagi jamaah umrah yang telah divaksin dosis lengkap dengan vaksin yang diakui WHO, diberlakukan karantina selama 3 hari," ujarnya.

Baca juga: Ketika Gus Dur Bingung Ada Pesantren Dipasangi Eternit Pakai Komputer 

Ia mengatakan bahwa Arab Saudi hingga saat ini hanya mengakui empat jenis vaksin yakni Pfizer, AstraZeneca, Moderna, serta Jhonson and Johnson. Mereka yang telah mendapat vaksin tersebut boleh melangsungkan ibadah tanpa harus karantina terlebih dahulu.

Sementara bagi vaksin yang tidak masuk pengakuan Saudi tetapi sudah diakui Badan Kesehatan Dunia (WHO) wajib melakukan karantina 3 hari. Jamaah Indonesia sendiri mayoritas mendapat Vaksin Sinovac, maka itu mereka wajib menjalani karantina.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya