Share

Istri Jangan Marahi Suami yang Banyak Kekurangan, Ini Dosa yang Diterima Menurut Syekh Ali Jaber

Ratu Syra Quirinno, Jurnalis · Senin 13 Desember 2021 06:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 12 330 2515781 istri-jangan-marahi-suami-yang-banyak-kekurangan-ini-dosa-yang-diterima-menurut-syekh-ali-jaber-nMOBuVX5u4.jpg Syekh Ali Jaber. (Foto: Dok RCTI)

MENDIANG Syekh Ali Jaber dalam sebuah tausiyahnya pernah mengingatkan para istri untuk tidak marah kepada suami. Ia mengatakan, seorang istri tidak boleh marah kepada suami meskipun memiliki banyak kekurangan. Istri harus bersikap lemah lembut dan memberikan kasih sayang terhadap suaminya.

"Seorang istri enggak boleh marahi suaminya, bagaimanapun keadaan suami banyak kekurangannya, tetapi istri harus lembut dan penuh kasih sayang," kata Syekh Ali Jaber, seperti dikutip dari kanal YouTube Kompilasi Taushiyah, Senin (13/12/2021).

Baca juga: 2 Manfaat Besar Salawat kepada Nabi Menurut Syekh Ali Jaber 

Istri dapat menasihati, menegur, suaminya dengan cara yang baik. Misalnya dengan mencari waktu yang tepat dan tidak menasihati di depan banyak orang.

"Kalau dia melihat banyak kekurangan suaminya, dia nasihati; dan kalau nasihati jangan di depan orang, menasihati juga mengambil posisi kapan kira-kira waktunya. Jangan baru datang dari kantor, capek habis macet, langsung ini ada yang saya mau bicarakan," ucapnya.

Baca juga: 10 Durhaka Orangtua kepada Anak Menurut Syekh Ali Jaber, Segera Hindari Ya 

Jika menegur di waktu yang kurang tepat, justru tidak diterima dengan baik, dan respons yang diberikan juga tidak baik. Maka itu, disarankan memberikan masukan dengan memilih waktu yang tepat, bukan dengan langsung mencecar banyak pertanyaan.

"Jika sang suami baru pulang, langsung dimarahi, itu istri yang salah, karena tidak mengambil waktu yang tepat. Sebaiknya setelah suami habis istirahat, habis mandi, dan sudah makan. Sambil dipijitin kakinya, istri dapat menyampaikannya: Pah, saya mau bicara ya boleh enggak? Bukan pas datang langsung dicecar, malam-malam datangnya, ditelepon enggak aktif-aktif," tuturnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Syekh Ali Jaber mengatakan, memarahi suami termasuk dosa, maka itu diharuskan mengacu pada petunjuk Allah Subhanahu wa ta'ala dan hadis Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam untuk mengikuti aturan-Nya agar tidak salah dalam bertingkah laku.

"Mencaci-maki suami adalah dosa, apalagi jika suami orang baik atau orang salih. Jika istri suka emosi, suka marah, itu bisa masalah. Malah ada ancaman dari sebuah hadis, dilaknat oleh malaikat sepanjang malam sampai suaminya ridha," ujarnya.

Baca juga: Begini Cara Mudah dan Cepat Menghafal Al-Quran Ala Syekh Ali Jaber 

Menjadi suami atau istri sama-sama berat untuk dijalani perannya. Jika suami tidak dapat melaksanakan kewajiban, istri jangan membalas dengan tidak melaksanakan kewajiban sebagai istri. Baik suami maupun istri jangan saling menuntut dan membalas.

"Sebenarnya dua-duanya posisinya berat dan kewajiban suami lebih banyak dari kewajiban istri. Tapi jika suami tidak mampu memenuhi semua kewajibannya, istri harus tetap memenuhi kewajibannya. Jangan menjadi saling tuntut dan saling balas: Kalau kamu baik, saya akan jadi baik. Kalau kamu kurang ajar, saya akan lebih kurang ajar," ucapnya.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Anjuran Nabi Muhammad SAW Soal Baju Selama Ramadhan 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini