Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Humor Gus Baha: Anak Naik Meja Enggak Dosa, Orangtuanya yang Bentak Itu Haram

Novie Fauziah , Jurnalis-Senin, 13 Desember 2021 |05:05 WIB
Humor Gus Baha: Anak Naik Meja Enggak Dosa, Orangtuanya yang Bentak Itu Haram
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha. (Foto: Jatman)
A
A
A

KIAI Haji Ahmad Bahauddin Nursalim atau lebih akrab disapa Gus Baha mengatakan bahwa mengkaji ilmu itu ada "nakalnya", tapi nakal bermakna yang baik. Contohnya, anak kecil atau di bawah umur yang selalu bertingkah.

"Nakal itu kan kalau kata orang Jawa enggak perlu dosa. Seperti anak kecil," ujar Gus Baha, sebagaimana dikutip dari akun Instagram @ngajigusbaha, Senin (13/12/2021).

Baca juga: Ngaji ke Gus Baha, Gus Jazil Dapat Ilmu Memilih Pemimpin Bagian dari Syariat 

Anak salih. (Foto: Freepik)

Ia melanjutkan, misalnya anak kecil memanjat atau menaiki meja saat ada tamu, itu dibiarkan saja karena masih kecil. Jadi, tidak berdosa.

"Malah orangtuanya yang membentak itu yang haram," kata Gus Baha.

Baca juga: Gus Baha Selalu Diam Saat Dimarahi Istri, Ini Alasannya 

Kemudian dia memberikan contoh lain. Ketika Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam sholat, saat sujud kedua cucunya Hasan dan Husain naik di atas punggung Rasulullah.

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam pun membiarkannya, sampai akhirnya ada salah seorang sahabat bertanya di dalam hatinya. "Mengapa Rasulullah begitu lama saat sujud?"

Hingga akhirnya kedua cucunya itu puas bermain, dan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam langsung bangkit dari sujud sholatnya. Kemudian menjelaskan kepada makmumnya, dan ini menjadi salah satu riwayat hadis.

"Nabi: Aku tadi sebetulnya harus mengakhiri sujudku sesuai aturan umum. Tapi ada cucuku. Kubiarkan sampai dia puas naik punggungku," terang Gus Baha meriwayatkan kisah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam.

Baca juga: Ketika Gus Baha Jadi Wali Nikah, Mempelai Pria Seorang Ustadz Jawab Ijab Kabul Pakai Mukadimah 

Oleh karena itu, kata Gus Baha, filosofi yang terkandung dari perbuatan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam ini yaitu: pertama, anak kecil tidak kena mukallaf (terbeban hukum Islam).

Kedua, jangan sampai sholat menjadi problem. Apabila saat itu Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam membentak Hasan dan Husain, maka kedua cucunya itu akan trauma dengan sholat.

Baca juga: Gus Baha Ingatkan Politisi Agar Berpolitik dengan Baik karena Menyangkut Kemaslahatan Umat 

"Lama-lama anak ini trauma dengan sholat karena dianggap problem," jelasnya.

Wallahu a'lam bishawab.

(Hantoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement