7 Keistimewaan Menyantuni Anak Yatim, Bisa Dekat dengan Rasulullah di Surga

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Jum'at 17 Desember 2021 18:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 17 330 2518723 7-keistimewaan-menyantuni-anak-yatim-bisa-dekat-dengan-rasulullah-di-surga-v5suUoMMKp.jpg Ilustrasi keistimewaan menyantuni anak yatim. (Foto: Freepik)

ANAK yatim memiliki kedudukan istimewa dalam agama Islam. Bahkan, Allah Subhanahu wa ta'ala dalam firman di ayat suci Alquran memerintahkan untuk mengasihi, merawat, hingga memerhatikan anak-anak yatim.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman terkait keistimewaan anak yatim:

فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۗ وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْيَتَامَىٰ ۖ قُلْ إِصْلَاحٌ لَهُمْ خَيْرٌ ۖ وَإِنْ تُخَالِطُوهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ ۚ وَاللَّهُ يَعْلَمُ الْمُفْسِدَ مِنَ الْمُصْلِحِ ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَأَعْنَتَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Artinya: "Tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakalah: 'Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu; dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana'." (QS Al Baqarah: 220)

Baca juga: Awalnya Memusuhi Ibunya yang Mualaf, Gadis Cantik Ini Dapat Hidayah Islam Usai Temukan Alquran 

Perlu diketahui bahwa batasan bagi seorang anak masih disebut anak yatim adalah sampai orang tersebut telah dewasa atau baligh. Sebagaimana penjelasan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam dalam sebuah hadis: "Tidak ada keyatiman setelah mimpi." (HR Abu Dawud)

Mimpi dalam hadis tersebut maksudnya adalah mimpi basah yang menjadi penanda balig. Kemudian tanda balig lainnya adalah tumbuhnya rambut kemaluan, sudah haid bagi anak perempuan, dan sudah mencapai umur 15 tahun.

Nah, berikut tujuh keistimewaan merawat dan menyantuni anak yatim, seperti dikutip dari kanal YouTube VDVC religi, Jumat (17/12/2021).

Baca juga: Jakarta Dilanda Hujan Deras Disertai Petir, Amalkan Doa Ini agar Dilindungi Allah Ta'ala 

1. Meraih peluang dekat dengan Rasulullah di surga

Orang yang memelihara anak yatim akan masuk surga berdekatan dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Sebab, kedekatan itu seperti jari telunjuk dengan jari tengah. Sebagaimana Rasulullah:

"Aku dan orang yang mengasuh atau memelihara anak yatim akan berada di surga begini. Kemudian beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggangkannya sedikit." (HR Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad dari Sahl bin Sa’d)

(Lihat kitab Shahih Bukhari, Kitab Ath-Thalaq: 4892. Sunan Tirmidzi, Kitab Al-Birr wa Ash-Shilah’an Rasulillah: 1841. Sunan Abi Daud, Kitab Al-Adab:4483)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

2. Diberi predikat abrar (salih atau taat kepada Allah Ta'ala)

Keutamaan menyantuni anak yatim dan memberi makan mereka beserta orang miskin merupakan tanda orang-orang yang abrar. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

"Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan (abror) minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. Yaitu mata air (dalam surga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan." (QS Al Insan: 5–6)

Baca juga: Yuk Banyak Berdoa pada Jumat Sore Bakda Ashar, Raih 6 Keutamaan Ini 

3. Perawat anak yatim dijamin masuk surga

Jika para perwat anak yatim tidak bisa menjadi teman Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam di surga karena suatu hal tertentu, namun ia akan tetap dijamin masuk surga. Sebagaimana sabda Rasulullah:

"Orang yang memelihara anak yatim di kalangan umat muslimin, memberikannya makan dan minum, pasti Allah akan masukkan ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni." (HR Tirmidzi dari Ibnu Abbas) (Lihat Sunan Tirmidzi, Kitab Al-Birr wa Ash-Shilah’an Rasulillah: 1840)

4. Menghindarkan dari siksa akhirat yang pedih

Keutamaan menyantuni anak yatim selanjutnya adalah menghindarkan dari siksa akhirat yang pedih. Allah Subhanahu wa ta'ala tidak akan menyiksa umat Muslim yang menyayangi anak yatim di hari kiamat kelak. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

"Demi Yang Mengutusku dengan hak, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, menyayangi keyatiman dan kelemahannya. (HR Thabrani dari Abu Hurairah). (Imam Ath-Thabrani, Al-Mu’jam Al-Ausath, VIII/346. Hadist Nomor 8828)

Baca juga: Cerita Karomah Kiai Nawawi, Batu Kerikil dan Sorbannya Mampu Menangkis Peluru Penjajah 

5. Memperoleh pertolongan dari Allah Ta'ala

Menyantuni anak yatim dengan berbagai bentuk kepedulian nyata merupakan ibadah yang akan mendatangkan pertolongan Allah Subhanahu wa ta'ala. Menyantuni anak yatim juga bisa menghilangkan segala kesulitan yang dialami umat Muslim di dunia. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

"Barang siapa yang menghilangkan kesusahan orang mukmin di dunia maka Allah akan menghilangkan kesusahannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang meringankan kesulitan orang mukmin di dunia maka Allah akan meringankan kesulitannya di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi aib orang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di akhirat. Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya." (HR Muslim dan Ashhabus Sunan dari Abu Hurairah) (Lihat Shahih Bukhari, Kitab Al-Adab: 5557)

6. Menggapai keberuntungan dan menjadi yang terbaik

Menyantuni anak yatim merupakan salah satu bentuk ibadah sosial dalam rangka amar makruf, yakni mengajak kebaikan. Selain itu juga termasuk nahi mungkar (melarang berbuat maksiat). Maka, siapapun umat Muslim yang menyantuni anak yatim akan mendapatkan pahala dari Allah Subhanahu wa ta'ala.

"Siapa saja yang menyeru kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya itu." (HR Muslim, Tirmidzi dan Abu Daud dari Abu Mas'ud)

Baca juga: Kisah Mualaf Cantik Mantan Ratu Pesta, Hidupnya Tenang Setelah Masuk Islam 

7. Investasi amal untuk akhirat

Menyantuni anak yatim adalah investasi amal di akhirat. Amalan sedekah jariyah yang telah umat Islam berikan kepada anak yatim tak akan terputus meski orang tersebut sudah meninggal karena anak yatim akan selalu mendoakannya. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

"Jika manusia mati maka terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak salih yang selalu mendoakannya." (HR Muslim dari Abu Hurairah)

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Rombongan Sahabat Nabi Sempat ke Indonesia ketika Hijrah? Ini Kata Ustadz Adi Hidayat 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya