Share

MUI Angkat Bicara soal Boneka Arwah, Ini Penjelasan KH Cholil Nafis

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 05 Januari 2022 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 04 330 2527515 mui-angkat-bicara-soal-boneka-arwah-ini-penjelasan-kh-cholil-nafis-MoHsKVhTdr.jpg Ketua MUI KH Cholil Nafis menjelaskan hukum memelihara spirit doll atau boneka arwah. (Foto: Dok Instagram)

MUNCUL fenomena artis-artis merawat spirit doll atau boneka arwah. Mereka bahkan memperlakukannya seperti bayi manusia sungguhan. Pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun angkat bicara terkait kejadian ini.

Ketua MUI Pusat KH Muhammad Cholil Nafis mengatakan bahwasannya menganggap dan memperlakukan boneka seperti makhluk hidup sungguhan tidak boleh dilakukan. Termasuk kepada boneka arwah atau spirit doll yang sedang viral. Ini bisa menimbulkan perbuatan syirik.

Baca juga: Viral Artis Miliki Boneka Arwah, Termasuk Perbuatan Syirik? 

Ilustrasi spirit doll atau boneka arwah. (Foto: Shutterstock)

Ia melanjutkan, ditambah lagi boneka itu diyakini memiliki arwah atau jin yang merasukinya. Kemudian dianggap sebagai pembawa hoki, maka jenis boneka seperti itu dilarang oleh agama Islam serta bisa dianggap menyimpang.

"Karena nanti persepsinya dikaitkan dengan jin dan makhluk halus. Kita tidak tahu jin itu baik atau buruk. Apalagi sampai menyembahnya, itu syirik," terang KH Cholil Nafis saat dihubungi MNC Portal, Selasa 4 Januari 2022.

Baca juga: Heboh Artis-Artis Adopsi Boneka Arwah, Ini Hukumnya Menurut Buya Yahya 

Menurut dia, memiliki atau sekadar bermain-main tanpa tujuan tertentu itu diperbolehkan. Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam pernah melihat boneka di kamar Aisyah Radhiyallahu anha.

Kala itu Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam baru saja pulang dari Perang Tabuk. Sesampainya di rumah, beliau melihat pintu kamar terbuka dan ada boneka di dalamnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bertanya kepada Aisyah Radhiyallahu anha, "Boneka apa itu? Mengapa kuda ada sayapnya?"

Selanjutnya Aisyah Radhiyallahu anha menjawab, "Ini seperti kuda Nabi Sulaiman Alaihissallam."

Baca juga: 5 Bintang Korea yang Memutuskan Masuk Islam, Nomor 1 Tegas Menolak Makanan Haram 

Reaksi Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam tersenyum, sampai gigi gerahamnya terlihat. Maka para ulama pun memperbolehkan seorang memiliki boneka.

"Artinya para ulama sepakat, main boneka itu boleh. Yang tidak boleh adalah ketika mempersepsikan boneka itu dengan ruh, jin, atau meyakini punya kekuatan," tegas KH Cholil Nafis.

Ia menambahkan, apabila seseorang ingin mencurahkan kasih sayang, tidak perlu sampai menganggap dan memperlakukan boneka seperti manusia. Sebab masih banyak yang dapat disayangi, misalnya anak-anak yatim piatu bisa disantuni, khususnya yang memiliki harta berlebih.

Baca juga: Tobatnya Bandar Narkoba Freddy Budiman, Khatam Alquran 7 Kali Sebelum Meninggal Dunia 

"Bagi orang yang punya uang lebih, sekarang ini banyak orang yang terdampak covid-19. Ingin mencurahkan kasih sayangnya kepada keluarga terdekat, yang belum menikah ya menikah, yang sudah menikah belum punya anak bisa menyayangi anak lain seperti anak yatim piatu," pungkasnya.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini