Kemudian Allah Subhanahu wa ta'ala mengabulkan permintaan Nabi Yusuf Alaihissallam. Saat itu suami Zulaikhah memerintahkan petugas keamanan untuk menangkap Nabi Yusuf karena dituduh telah menggoda istrinya.
Namun Nabi Yusuf Alaihissallam tidak sedih. Ia malah bersyukur karena Allah Subhanahu wa ta'ala telah mengabulkan doanya supaya dimasukkan ke penajara. Cerita tersebut diterangkan dalam Surat Yusuf Ayat 34. Allah Ta'ala berfirman:
فَاسْتَجَابَ لَهُ رَبُّهُ فَصَرَفَ عَنْهُ كَيْدَهُنَّ ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
"Maka Tuhannya memperkenankan doa Yusuf dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Baca juga: Sejarah dan Keistimewaan Bulan Rajab, dari Isra Mikraj hingga Pecahnya Perang Yarmuk
Baca juga: Mengabarkan Masuknya Bulan Rajab Dapat Pahala Ibadah 80 tahun, Shahih atau Dhaif?
Lebih lanjut setelah Nabi Yusuf Alaihissallam keluar dari penjara, kedudukannya jauh lebih baik. Seiring berjalannya waktu, Allah Subhanahu wa ta'ala mengangkat derajatnya, bahkan Nabi Yusuf menjadi salah seorang pejabat penting di Mesir.
Nabi Yusuf Alaihissallam memiliki kekuasaan dan pengaruh yang sangat besar di negerinya kala itu. Wallahu a'lam bishawab.
(Hantoro)