Share

Kisah Nabi Yunus Ditelan Ikan Paus, Berawal Meninggalkan Kaumnya dalam Keadaan Marah

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Kamis 10 Februari 2022 11:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 10 614 2544953 kisah-nabi-yunus-ditelan-ikan-paus-berawal-meninggalkan-kaumnya-dalam-keadaan-marah-ZvQhdK0M7a.jpg Ilustrasi kisah Nabi Yunus Alaihissallam ditelan ikan paus besar. (Foto: Shutterstock)

KISAH Nabi Yunus Alaihissallam tertulis jelas di dalam ayat-ayat suci Alquran. Peristiwa yang sudah cukup diketahui kaum Muslimin adalah ketika Nabi Yunus ditelan ikan paus yang sangat besar. Pastinya kisah tersebut memiliki pesan dan hikmah yang harus menjadi teladan bagi umat Islam.

Kisah tersebut berawal dari Nabi Yunus Alaihissallam yang mendapat perintah dari Allah Subhanahu wa ta'ala untuk mengajak sebuah penduduk yang berpaling dari Allah Ta'ala. Namun, penduduk tersebut lebih memilih menyembah berhala dan bersikap keras kepala tidak mau beriman kepada Allah Ta'ala.

Sebagaimana telah Okezone rangkum, para ahli tafsir mengatakan ketika itu Yunus bin Mata berdakwah di Kampung Ninawa, Mosul, Irak. Ia melaksanakan perintah Allah Subhanahu wa ta'ala untuk mengajak penduduk kampung tersebut agar beriman kepada Allah Ta'ala.

Tapi ternyata tidak mudah bagi Nabi Yunus Alaihissallam untuk mengajak mereka beriman kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Bahkan para penduduk menolak ajakan beriman kepada Allah Ta'ala dan justru memilih tetap menyembah berhala dengan alasan karena Nabi Yunus bukan berasal dari kaum mereka.

Baca juga: Kisah Nabi Idris Meminta pada Allah Dipanjangkan Usianya untuk Berdakwah Lebih Banyak 

Hanya terdapat dua orang pengikutnya yaitu Rubil yang memiliki sifat yang alim dan bijaksana, serta Tanukh yang memiliki sifat sederhana dan tenang.

Pada awalnya ajaran-ajaran Nabi Yunus Alaihissallam dianggap sangat baru dan belum pernah didengar oleh kaum Ninawa. Mereka tidak dapat menerima ajarannya untuk menggantikan ajaran dan kepercayaan warisan nenek moyangnya. Saat itu Nabi Yunus juga merupakan orang asing yang bukan dari keturunan mereka.

Ajaran-ajaran Nabi Yunus Alaihissallam tidak sedikit pun menggugah hati kaum Ninawa hingga membuat Nabi Yunus berputus asa dan beranggapan bahwa tidak ada lagi kaum Ninawa yang mau beriman kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Suatu hari Nabi Yunus Alaihissallam bersiap-siap hendak pergi meninggalkan kaum Ninawa. Dia mengingatkan kaum Ninawa untuk segera bertobat karena akan datang azab jika mereka tidak segera bertobat.

"Wahai kaum Ninawa, sesungguhnya aku peringatkan kepada kalian bahwa jika kalian masih tetap menyembah apa yang kalian sembah saat ini, Allah Subhanahu wa ta'ala akan menurunkan azab yang sangat pedih atas diri kalian. Oleh karena itu, cepatlah kalian bertobat. Semoga Allah mengampuni kalian semua!"

Baca juga: Kisah Matinya Dajjal pada Akhir Zaman: Ditusuk oleh Nabi Isa dengan Tombak Emas hingga Meleleh 

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, "Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim. Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang beriman." (QS Al Anbya: 87–88)

Setelah Nabi Yunus Alaihissallam pergi, kaum Ninawa mulai gelisah. Seketika cuaca berubah menjadi mendung. Wajah-wajah mereka berubah menjadi pucat pasi dan angin bertiup kencang yang membawa suara bergemuruh.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Kaum Ninawa pun menjadi takut akan ancaman Nabi Yunus Alaihissallam. Akhirnya mereka sadar bahwa perkataan Nabi Yunus adalah benar. Mereka kemudian beriman dan menyesali perbuatannya kepada Nabi Yunus.

Nabi Yunus Alaihissallam tetap meninggalkan kampung dalam keadaan marah. Padahal Allah Subhanahu wa ta'ala belum mengizinkan Nabi Yunus pergi. Dia menuju ke arah pantai dan kemudian menaiki kapal. Namun, sebuah badai datang. Ombak lautan menjadi sangat dahsyat, angin berembus begitu kencang. Kapal yang penuh muatan itu oleng. Nyaris tenggelam.

Penumpang kapal kemudian membuang muatan untuk meringankan beban. Namun tetap saja kapal itu masih oleng dan hampir tenggelam sehingga para penumpang berunding untuk menentukan salah satu dari mereka harus dibuang ke lautan.

Undian itu dilakukan. Ternyata jatuh pada Nabi Yunus Alaihissallam. Namun penumpang lain tidak mau Nabi Yunus yang harus dibuang ke laut sehingga undian dilakukan untuk kedua kali. Namun hasilnya sama dan sampai undian ketiga, hasilnya juga sama. Beliau tersadar bahwa itu adalah kehendak Allah Subhanahu wa ta'ala, lalu Nabi Yunus pun menjatuhkan dirinya ke lautan dalam.

Baca juga: Kisah Nabi Nuh Alami Cobaan Berat, Dakwah 950 Tahun Hanya 80 Orang Beriman 

Saat itu Allah Subhanahu wa ta'ala telah mengirimkan ikan nun (paus) untuk menelan Nabi Yunus Alaiahissallam, tanpa merobek daging maupun mematahkan tulangnya. Nabi Yunus ditelan bulat-bulat.

Nabi Yunus Alaihissallam pun tinggal di perut ikan itu dalam beberapa waktu dan dibawa mengarungi lautan. Di dalam perut ikan nun, beliau bertobat dan meminta ampun kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan meminta pertolongan-Nya. Dia bertasbih selama 40 hari di dalam perut ikan nun.

"Tiada Tuhan melainkan Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah orang yang telah berbuat zalim."

Allah Subhanahu wa ta'ala mendengar doa Nabi Yunus Alaihissallam, memerintahkan ikan paus untuk mendamparkan Nabi Yunus di tepi pantai. Allah Yang Maha Penyayang menumbuhkan pohon labu agar Nabi Yunus yang kurus serta lemah dapat memakan buahnya agar memiliki tenaga kembali.

Setelah Nabi Yunus Alaihissallam pulih, Allah Subhanahu wa ta'ala memerintahkan kembali dia menuju kepada kaum Ninawa. Setelah kembali, Nabi Yunus sangat terkejut ketika melihat perubahan penduduk Ninawa yang telah beriman kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Baca juga: 7 Pemimpin Muslim Terkaya Sepanjang Masa, Mulai Nabi Sulaiman hingga Para Sahabat 

Kemudian Nabi Yunus Alaihissallam mengajari kaum Ninawa kitab tauhid dan menyempurnakan iman mereka. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, "Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih. Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu". (QS As-Saffat: 147–148)

Kisah Nabi Yunus Alaihissallam ini memang penuh hikmah. Menyampaikan agar umat manusia bisa mengendalikan emosi atau amarah, tidak tergesa-gesa dan sabar dalam menghadapi sesuatu. Dalam ayat lain, Allah Subhanahu wa ta'ala meminta Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam agar tidak bersikap seperti yang dilakukan Nabi Yunus.

"Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Rabbmu, dan janganlah kamu seperti orang (Yunus) yang berada dalam (perut) ikan ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya). Kalau sekiranya ia tidak segera mendapat nikmat dari Rabbnya, benar-benar ia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela. Lalu Rabbnya memilihnya dan menjadikannya termasuk orang-orang yang saleh.” (QS.Qalam:48-50)

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini