Lebih lanjut, namun kerap lawan chatting menjadi salah persepsi dengan emoticon yang Anda kirimkan yakni seolah-olah chatingan itu ilustrasi sebuah perkataan dunia nyata. Melihat masalah ini, maka Islam pun juga mengajarkan kepada umat untuk saling kenal mengenal satu sama lain.
"Jangan sampai karena ketidakkenalan kita dengan lawan chatting itu kemudian kita beranggapan yang tidak-tidak tentangnya," kata Ustadz Asroni.
Baca juga: Cuma Modal Tongkat, Abu Nawas Bisa Tunjuk Titik Tengah Bumi, Raja pun Bingung
"Dan lawan chatting yang mengirim emoticon yang berlebihan itu, seperti mengirim emoticon setan atau hewan-hewan yang kalau dunia nyata itu adalah binatang yang dianggap kotor misalnya (emoticon anjing, babi, monyet, atau lainnya)," tambah dia.
Kemudian, kata Ustadz Asroni, juga seharusnya mengerti terhadap lawan chatting. Apakah mereka sudah saling mengenal sifatnya satu sama lainnya.
Baca juga: Heboh Haji Metaverse, Ini Pendapat Beragam Dai-Dai Indonesia
"Karakternya atau seperti apa, kalau sudah saling kenal mengenal karakter satu sama lain, kemudian itu hanya sebuah gurauan, dan saling mengerti satu sama lain, ya silakan saja," pungkasnya.
Wallahu a'lam bishawab.
(Hantoro)