Share

Kisah 3 Muslimah Tangguh Tulang Punggung Keluarga: Jadi Tukang Sampah hingga Gembala Kambing

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 01 April 2022 19:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 01 614 2571747 kisah-3-muslimah-tangguh-tulang-punggung-keluarga-jadi-tukang-sampah-hingga-gembala-kambing-Vof4DrWQLD.jpg Kisah Muslimah tangguh tulang punggung keluarga. (Foto: Istimewa/Indonesiadermawan)

KEHIDUPAN manusia sudah menjadi kehendak Allah Subhanahu wa ta'ala. Nikmat atau susah telah ditakdirkan oleh-Nya. Inilah yang dialami tiga Muslimah tangguh tulang punggung keluarga dalam kisah inspiratif berikut.

Banyak perempuan tangguh berjuang mencari nafkah dan mengurusi anggota keluarga. Salah satunya dialami Ibu Pur Eka (54), warga Desa Pulo Lor, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. Sehari-hari ia menjadi marbot masjid dengan upah Rp400 ribu per bulan.

Baca juga: 5 Tips Simpel Ampuh Siapkan Puasa Ramadan, Sehat Fisik dan Mental 

Saat ini Ibu Pur menggantikan suaminya mencari nafkah. Suami dari Ibu Pur mengalami patah tulang kaki kanan dan gegar otak akibat kecelakaan kerja sebagai buruh bangunan. Selain membiayai keluarga, Ibu Pur juga membiayai pengobatan suaminya, baik medis maupun pengobatan tradisional.

Ia pun tidak tanggung-tanggung menggunakan uang tabungan, bahkan menjual sejumlah barang, untuk kesembuhan sang suami tercinta.

Baca juga: Kisah Jamaah Kampung Khusyuk Beribadah di Mushola Sederhana Terbuat dari Kayu 

Selain sebagai marbot masjid, Ibu Pur sebenarnya membuka warung kecil-kecilan di rumah. Namun, barang jualan di warung kian hari kian habis. Tidak ada lagi modal yang bisa diputar untuk kembali berdagang.

"Pernah suatu hari saya ingin beli jajanan pentol (sejenis bakso dari tepung tapioka) yang (penjualnya) lewat di depan rumah. Saya tidak punya uang 1 perak pun untuk membelinya. Saya minta tolong ke penjualnya, saya ambil gelas untuk ditukar dengan pentol," ungkapnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Selain Ibu Pur, ketegaran juga menjadi jalan hidup Ibu Devi, warga Desa Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Guna menghidupi keluarganya, ia menjadi tukang angkut sampah dengan upah Rp1,5 juta per bulan.

Penghasilan yang tidak mencukupi membuat Ibu Devi sempat berutang. Ia tidak punya pilihan selain menjual rumahnya untuk membayar utang tersebut.

Baca juga: Viral Video Angelina Sondakh Kuasai Tajwid hingga Makhorijul Huruf Alquran, Netizen: Masya Allah Salut 

"Berpisah dengan suami anak tiga dan semuanya sekolah. Untuk membayar biaya sekolah anak dan keperluan sehari-hari," kata Ibu Devi.

Sementara Ibu Siyam (70), warga Desa Jetak, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, hidup seorang diri di rumahnya yang terbuat dari kayu dan bilik bambu. Guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia beternak kambing milik orang lain dengan sistem bagi hasil.

Baca juga: Wakaf Alquran di Masjidil Haram dan Nabawi, Ini Pahala Besar yang Bisa Diraih 

"Saya sudah tua, kalau kerja yang berat-berat sudah enggak kuat. Sekarang yang saya bisa cuma pelihara ayam sama kambing aja," ceritanya.

Sahabat Dermawan, mari beri dukungan terbaik untuk Pur Eka, Devi, dan Siyam melalui IndonesiaDermawan.id.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini