Share

Bisakah Wanita Haid Mendapat Malam Lailatul Qadar?

Hantoro, Jurnalis · Senin 11 April 2022 09:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 11 330 2576710 bisakah-wanita-haid-mendapat-malam-lailatul-qadar-utq7TofPir.jpg Ilustrasi amalan wanita haid untuk meraih malam lailatul qadar. (Foto: Shutterstock)

MALAM lailatul qadar adalah malam yang sangat mulia. Malam ini lebih baik dari malam 1.000 bulan. Di dalamnya juga berlimpah keberkahan dan ampunan dosa dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Maka itu, kaum Muslimin dianjurkan memperbanyak ibadah pada malam tersebut.

Tapi muncul pertanyaan, apakah wanita yang sedang mendapat halangan seperti haid, nifas, dan sebagainya bisa tetap meraih malam lailatul qadar?

Baca juga: 6 Tanda Malam Lailatul Qadar Berdasarkan Dalil Sahih, Jangan Sampai Terlewat! 

Dihimpun dari laman Rumaysho, Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal M.Sc menerangkan, sahabat Juwaibir pernah mengatakan bahwa dia pernah bertanya kepada Adh-Dhohak, "Bagaimana pendapatmu dengan wanita nifas, haid, musafir, dan orang yang tidur (namun hatinya dalam keadaan berzikir), apakah mereka bisa mendapatkan bagian dari lailatul qadar?”

Adh-Dhohak pun menjawab, "Iya, mereka tetap bisa mendapatkan bagian. Siapa saja yang Allah Subhanahu wa ta'ala terima amalannya, dia akan mendapatkan bagian malam tersebut." (Latho-if Al Ma'arif halaman 341)

Baca juga: Lailatul Qadar Lebih Baik dari Malam 1.000 Bulan, Ini Ibadah untuk Meraihnya 

Dari riwayat ini menunjukkan bahwa wanita haid, nifas, dan musafir tetap bisa mendapatkan bagian lailatul qadar. Namun karena wanita haid dan nifas tidak boleh melaksanakan sholat ketika kondisi seperti itu, maka mereka dapat melakukan amalan ketaatan lainnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Adapun amalan yang dapat wanita haid dan nifas lakukan ketika malam lailatul qadar adalah:

1. Membaca Alquran tanpa menyentuh mushaf. Dalam kitab At-Tamhid (17/397), Ibnu Abdil Barr berkata, "Para pakar fikih dari berbagai kota baik Madinah, Iraq, dan Syam tidak berselisih pendapat bahwa mushaf tidaklah boleh disentuh melainkan oleh orang yang suci dalam artian berwudhu. Inilah pendapat Imam Malik, Syafii, Abu Hanifah, Sufyan ats Tsauri, al Auzai, Ahmad bin Hanbal, Ishaq bin Rahuyah, Abu Tsaur dan Abu Ubaid. Merekalah para pakar fikih dan hadis di masanya."

2. Berzikir dengan memperbanyak bacaan tasbih (subhanallah), tahlil (laa ilaha illallah), tahmid (alhamdulillah), dan zikir lainnya.

3. Memperbanyak istigfar.

4. Memperbanyak doa. (Lihat Fatwa Al Islam Su-al wa Jawab nomor 26753)

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini