CARA menghitung zakat fitrah wajib diketahui kaum Muslimin sebelum masuk hari raya Idul Fitri. Membayar zakat merupakan Rukun Islam yang keempat, setiap Muslim wajib menunaikannya ketika sudah memenuhi nishab-nya.
Ditinjau secara bahasa, zakat memiliki arti tumbuh, bersih, berkembang, dan berkah. Sementara dalam istilah fikih, zakat berarti sejumlah harta tertentu yang diambil dari harta tertentu, dan wajib diserahkan kepada golongan yang berhak menerimanya (mustahiqqin).
Baca juga: Wajib Tahu, Ini Tujuan Mengeluarkan Zakat Fitrah
Syekh Taqiyuddin Abu Bakar bin Muhammad al-Hishni berkata:
وَسُمِّيَتْ بِذاَلِكَ ِلأَنَّ المْاَلَ يَنْمُوْ بِبَرَكَةِ إِخْرَاجِهاَ وَدُعَاءِ الآخِذِ
"Disebut zakat karena harta yang dizakati akan berkembang sebab berkah membayar zakat dan doa orang yang menerima." (Syekh Taqiyyuddin Abu Bakar bin Muhammad al-Hishni, Kifayatul Akhyar, Surabaya, al-Haramain, cetakan kedua, 2002, halaman 104)
Di antara sekian jenis zakat, ada satu yang mesti dibayar pada bulan Ramadan, yaitu zakat fitrah. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:
وَاقِـمُو الصَّـلاَةَ وَاتُـوْاالزَكـَلاَةَ وَاَطِـيْعُوْالـرَّسـُولَ لـَعَـلَّـكُـمْ تُـرْحَـمُـوْنْْ
"Dan dirikanlah sholat, dan tunaikanlah zakat, serta taatlah kepada Rasul agar kamu diberi rahmat." (QS An-Nur: 56)
Baca juga: Masya Allah, Ini Keutamaan Istri yang Memasak untuk Berbuka Puasa
Dilanjutkan sebagaimana salah satu riwayat hadis, dari Ibnu Umar, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:
"Islam dibangun di atas lima tiang pokok, yaitu kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad Rasulullah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, berpuasa pada bulan Ramaduan, dan naik haji bagi yang mampu." (HR Bukhari dan Musllim)