Share

Kisah Pernikahan Rasulullah dan Ummu Salamah di Bulan Syawal, Berawal Doa Minta Pengganti Lebih Baik

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 25 Mei 2022 12:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 25 614 2599933 kisah-pernikahan-rasulullah-dan-ummu-salamah-di-bulan-syawal-berawal-doa-minta-pengganti-lebih-baik-rbJrcscNzh.jpg Ilustrasi kisah pernikahan Rasulullah dan Ummu Salamah di bulan Syawal. (Foto: Istimewa)

KISAH pernikahan Rasulullah dan Ummu Salamah di bulan Syawal sangat menarik untuk diketahui. Kemudian terdapat banyak pelajaran yang bisa diambil kaum Muslimin dari momen penting ini. Simak cerita lengkapnya berikut ini.

Dikutip dari nu.or.id, memiliki nama lengkap Hindun binti Abu Umayyah Hudzafah bin Al-Hughirah Al-Qurasisyiyah Al-Makhzumiyah, wanita yang mempunyai julukan Ummu Salamah ini beruntung karena diperistri oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam setelah suami tercintanya, Abu Salamah, meninggal dunia dalam Perang Badar.

Baca juga: Jenis Amalan di Bulan Syawal Selain Puasa Sunah 6 Hari, Berpahala Besar Lho!ย 

Para sejarawan mengatakan bahwa pernikahan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam dan Ummu Salamah Radhiyallahu anha terjadi pada bulan Syawal tahun 4 Hijriah. Salah satunya pendapat ini dikemukakan oleh Imam Ibnu Katsir dengan mengutip sejarawan Al-Waqidi dalam Al-Bidayah wan Nihayah. (Ibnu Katsir, Al-Bidayah wan Nihayah, t.t: juz IV, halaman 103)

Ummu Salamah dan suaminya, Abu Salamah, merupakan sepasang Muslim yang sangat taat dan memiliki kontribusi dalam memperjuangkan dakwah Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam pada masa awal. Mereka pernah mengikuti hijrah sebanyak dua kali. Sebab, keduanya pernah terlibat dalam peristiwa hijrah ke Habasyah bersama sahabat yang lainnya demi menyelamatkan akidah dari kaum musyrikin.

Kemudian keduanya sempat kembali ke Makkah lalu hijrah ke Madinah bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam dan Muslim yang lainnya. Sang suami juga termasuk sosok sahabat Nabi yang aktif terlibat dalam peperangan demi menegakkan agama Allah Subhanahu wa ta'ala. (Ali Muhammad ash-Shallabi, As-Sirah An-Nabawiyah, 2008: 543)

Ummu Salamah merupakan seorang istri yang sangat patuh dan mencintai suaminya. Dikisahkan, sekali waktu ia berkata kepada suaminya, "Aku pernah mendengar, seorang istri yang ditinggal mati suaminya akan mendapat balasan surga. Dan jika ia tidak menikah lagi (sepeninggal suaminya), maka Allah akan mengumpulkan keduanya di surga kelak. Oleh karena itu, aku berjanji tidak akan menikah lagi setelah engkau tiada."

Mendengar ucapan istrinya itu, Abu Salamah berkata dengan nada tidak setuju, "Apakah kau mau mematuhiku?"

โ€œTentu," jawab Ummu Salamah.

"Jika aku sudah meninggal, menikahlah," pinta Abu Salamah.

Abu Salamah pun berdoa untuk istrinya, "Ya Allah, berilah Ummu Salamah sepeninggalku sosok suami yang lebih baik dariku, yang tidak membuatnya sedih dan tidak menyakitinya."

Setelah suaminya meninggal, Ummu Salamah berkata, "Siapa laki-laki yang lebih baik dari Abu Salamah?"

Baca juga: Kisah Pernikahan Rasulullah dan Siti Aisyah di Bulan Syawal: Membantah Mitos Sialย 

Tidak lama kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam sambil berdiri di depan pintu menyatakan pinangannya kepada keponakan atau anak Ummu Salamah. Menanggapi hal itu, Ummu Salamah berkata, "Aku akan mendatangi Rasulullah sendiri, atau bersama keluargaku." Keesokan harinya Rasulullah melamarnya. (Syamsuddin Adz-Dzahabi, Siyaru A'lamin Nubala, 1982: juz II, halaman 203)

Dalam satu riwayat dijelaskan bahwa setelah suaminya meninggal, Ummu Salamah sowan ke Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Ummu Salamah kemudian diperintahkan untuk berdoa yang baik-baik untuk suaminya, sebab ucapannya akan diaminkan oleh malaikat.

Ummu Salamah kemudian berdoa sesuai yang diajarkan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam, "Ya Allah, ampunilah aku dan dia (Abu Salamah) dan berilah aku atas kematiannya itu dengan ganti yang lebih baik."

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Doanya kemudian dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala. Dia mendapat pengganti yang lebih baik dari suaminya yaitu Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Kisah ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi yang diriwayatkan Imam Muslim berikut:

ุนูŽู†ู’ ุฃูู…ู‘ู ุณูŽู„ูŽู…ูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุญูŽุถูŽุฑู’ุชูู…ู’ ุงู„ู’ู…ูŽุฑููŠุถูŽ ุฃูŽูˆู’ ุงู„ู’ู…ูŽูŠู‘ูุชูŽ ููŽู‚ููˆู„ููˆุง ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉูŽ ูŠูุคูŽู…ู‘ูู†ููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ุชูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ู…ูŽุงุชูŽ ุฃูŽุจููˆ ุณูŽู„ูŽู…ูŽุฉูŽ ุฃูŽุชูŽูŠู’ุชู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ููŽู‚ูู„ู’ุชู ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูŽุจูŽุง ุณูŽู„ูŽู…ูŽุฉูŽ ู‚ูŽุฏู’ ู…ูŽุงุชูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ููˆู„ููŠ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ููŠ ูˆูŽู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุนู’ู‚ูุจู’ู†ููŠ ู…ูู†ู’ู‡ู ุนูู‚ู’ุจูŽู‰ ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ููŽู‚ูู„ู’ุชู ููŽุฃูŽุนู’ู‚ูŽุจูŽู†ููŠ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽู†ู’ ู‡ููˆูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู„ููŠ ู…ูู†ู’ู‡ู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ. (ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…(

Artinya: "Dari Umma Salamah, dia berkata, 'Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda: Jika kalian menjenguk orang sakit atau bertakziah ke orang meninggal, maka ucapkanlah kebaikan. Sebab, malaikat akan mengamini apa yang kalian katakan. Ummu Salamah berkata: Ketika Abu Salamah meninggal, aku mendatangi Rasulullah dan berkata: Wahai Rasulullah, sungguh Abu Salamah sudah meninggal. Rasulullah pun bersabda padanya: Berdoalah, 'Ya Allah, ampunilah aku dan dia (Abu Salamah) dan berilah aku atas kematiannya itu dengan ganti yang labih baik.' Ummu Salamah berkata: Maka aku pun berkata demikian. Allah pun memberiku ganti yang lebih baik darinya, yaitu Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam'." (HR Muslim)

Baca juga: 6 Keistimewaan Bulan Syawal bagi Seorang Muslim, Nomor 2 Terkait Rumah Tanggaย 

Mulanya Ummu Salamah sedikit minder saat menerima lamaran Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Di antaranya adalah mengingat dirinya janda yang mempunyai beberapa anak dan usianya sudah tidak lagi muda.

Namun, semua itu tidak menjadi pertimbangan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Bahkan saat ia menyampaikan usianya yang sudah tua, Rasulullah menjawab, "Usiaku jauh lebih tua darimu."

Hikmah pernikahan selain sebagai balasan untuk Ummu Salamah dan suaminya karena sudah turut berjuang dalam menegakkan agama Islam di masa-masa awal (sekaligus untuk menghibur setelah suaminya meninggal), ada sejumlah alasan mengapa Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam menikahi wanita dari Bani Makhzum tersebut.

Diketahui, Ummu Salamah berasal dari Bani Makzum. Kabilah ini tidak menyukai Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam, sementara kabilah tersebut memiliki kedudukan mulia di tengah-tengah kaum Quraisy.

Baca juga: Sedekah di Bulan Ramadan atau Syawal, Mana Lebih Baik? Ini Kata Buya Yahyaย 

Dengan menikahi putri dari kalangan mereka, maka menunjukkan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam tidak pernah sedikit pun memusuhi mereka, sehingga hubungan kabilah tersebut dengan sang nabi membaik.

Selain itu dengan menjadi istri Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam, Ummu Salamah berjasa besar dalam periwayatan hadis. Ia terhitung meriwayatkan sebanyak 388 hadis dari Nabi. Sebanyak 13 di antaranya disepakati oleh Imam Bukhari dam Muslim, 3 hadis tersendiri diriwayatkan oleh Imam Bukhari, dan 13 hadis diriwayatkan sendiri oleh Imam Muslim. Dengan begitu, ia turut andil dalam menyebarkan ilmu pengetahuan.

Wallahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini