Share

Geger Aborsi 7 Janin di Makassar, MUI: Perketat Pengawasan Rumah Kos

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 10 Juni 2022 19:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 10 614 2609427 geger-aborsi-7-janin-di-makassar-mui-perketat-pengawasan-rumah-kos-ZlirSzBekD.jpg Ilustrasi MUI tanggapi kasus aborsi tujuh janin di Makassar. (Foto: Shutterstock)

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) turut memberi pandangan terkait kasus aborsi tujuh janin di Biringkanaya, Kota Makassar. Pasangan pria wanita yang tidak terikat pernikahah sah seharusnya tak melakukan hal yang melampaui batas seperti aborsi, karena akan berdampak buruk, terutama bagi wanita.

"Perempuan biasanya memiliki dampak sosial dan moral lebih berat dibandingkan laki-laki. Misalnya, dicemooh dan dicaci maki sebagai perempuan yang tidak beres, tidak direspek baik oleh masyarakat di sekitarnya," kata Ketua Komisi PPRK MUI Sulsel Prof Dr Hj Aisya Kara MA, Jumat (10/6/2022), dikutip dari mui.or.id.

Baca juga: Sejoli Pemilik 7 Janin Berperilaku Memprihatinkan, Ini Bahaya Aborsi Ilegal! 

"Sebaiknya laki-laki harus bertanggung jawab untuk menikahi perempuan sehingga bisa hidup normal di tengah masyarakat dan hidup tenang," tambah Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini.

PPRK MUI Sulsel juga mengharapkan ada support system yang terkoordinasi untuk mengurangi kasus serupa. Penyedia layanan kos atau asrama memperketat pasangan yang belum nikah, jangan campur.

Baca juga: Masya Allah! Bule Cantik Ini Masuk Islam Setelah Tahu Calon Suaminya Tidak Makan Bacon Babi 

"Kita juga berharap kepada pemerintah setempat untuk lebih memperketat pengawasan terhadap aturan yang telah ditetapkan karena sekarang lagi marak pasangan belum sah hidup bersama di kos," imbaunya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sementara Anggota Komisi PPRK MUI Sulsel Hj Masnawati Mappasawang SH MKn mengatakan perlu pembinaan keagamaan untuk mengurangi kasus aborsi.

"Perlunya pembinaan agama terkait adab pergaulan, antara lawan jenis karena kasus ini bermula dari minimnya pengetahuan agama khususnya masalah kemuslimahan," ungkap Hj Masnawati yang juga wakil ketua Pengurus Pusat Notaris Muslim Indonesia Bidang Tarbiyah dan Diklat.

Wallahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini