Share

Kisah Mantan Petinggi Bank Sempat Salah Hijrah, Hidupnya Terpuruk hingga Akhirnya Dapat Pencerahan dari Aa Gym

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Minggu 12 Juni 2022 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 12 614 2610055 kisah-mantan-petinggi-bank-sempat-salah-hijrah-hingga-dapat-pencerahan-dari-aa-gym-NlWJMbsUzB.jpg Kisah hijrah mantan petinggi bank (Foto: YouTube/kasisolusi)

HIDAYAH Islam bisa datang kepada siapa saja dengan cara apapun atas kehendak Allah Subhanahu wa ta'ala, termasuk kepada petinggi bank swasta yang sudah mengabdi lebih dari 10 tahun.

Founder komunitas XBank Indonesia, El Candra berbagi pengalamannya setelah 9 tahun resign dari dunia perbankan dan hijrah. Diceritakan, mulanya Candra sedang dinas di Jogja, kemudian ia mendapat panggilan dari sang ibunda.

Dalam pertemuan itu, ibunda tiba-tiba mempertanyakan terkait kehalalan pekerjaanya. Padahal, sang ibunda sudah tahu bahwa ia bekerja di bank dan merestui pekerjaannya. Candra pun dengan bersemangat menjelaskan terkait pekerjaanya.

Kisah Hijrah

Akan tetapi di tengah-tengah penjelasannya itu, sang ibu justru memotong pembicaraan dan berkata, "Cuma satu pesanku, jangan kamu gadaikan akhirat karena duniamu."

Selang dua bulan pembicaraan itu, sang ibunda meninggal dunia. Dari situ Candra menyadari, perkataan sang ibunda adalah pesan terakhirnya. Meski demikian, Candra masih mengabaikan perkataan sang ibu.

Hingga akhirnya pada 2010, Candra mendapat kesempatan untuk ibadah haji. Kala itu, ia ikut rombongan Haji Aa Gym dan mendapat Alquran baru. Dengan iseng, Candra mencoba membuka lembar Alquran secara asal. Lembar yang terbuka ternyata surah Al-Baqarah ayat 275. Pada saat itulah, ia kembali teringat dengan perkataan sang ibunda.

"Oh ini ngomongin riba. Itu kalimat ibu kayak keluar, kayak memenuhi kepala saya. Jangan gadaikan akhiratmu karena duniamu. Itu saya langsung teringat lagi," kata Candra dalam kanal YouTube kasisolusi, dikutip Minggu (13/6/2022).

Candra mengaku kala itu belum mengerti secara detail terkait riba. Akhirnya, ia menemui Aa Gym untuk mendiskusikan hal tersebut dan menceritakan pengalaman membuka lembar Alquran secara asal itu. Namun, Aa Gym hanya berkata, "Pak Candra, itu artinya bapak harus hijrah."

Hati Candra langsung bergejolak mendengar pernyataan itu. Ia mengaku belum siap untuk keluar dari pekerjaannya. Terlebih, Candra belum mengerti secara detail terkait riba.

Kemudian, Aa Gym berkata, "Maaf ya Pak Candra, yang sudah menyampaikan itu ibunya Pak Candra loh. Bapak nunggu siapa lagi makhluk di dunia ini yang ingetin?"

Kisah Hijrah

Semenjak perbincangan itu, Candra merasa galau dan dilema sepanjang beribadah di Madinah. Sampai di hari terakhir, Candra memutuskan untuk tak pulang ke hotel seusai salat Maghrib. Kala itu, Masjid Nabawi terasa sangat sejuk dan sepi. Merasa nyaman, Candra pun berbaring sambil membaca Alquran.

Tiba-tiba, ada dua anak muda dan satu orang yang lebih tua berjalan melewatinya. Pria yang lebih tua itu meminta izin untuk ikut duduk di sampingnya untuk membaca Alquran.

Candra pun mengizinkannya, meski dalam hati merasa heran, melihat Masjid Nabawi masih memiliki tempat yang begitu luas. Sekitar 10 menit berlangsung, pria itu mendadak mempertanyakan pekerjaan Candra dan berkata, "Kamu bekerja di tempat yang salah saudaraku."

Belum berhenti di sana, pria itu tiba-tiba membuka surah Al-Baqarah ayat 275 dan mencoba menjelaskannya kepada Candra. Pada saat itulah Candra tercengang, karena ayat yang pria tersebut maksud adalah ayat yang telah ia tandai sebelumnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sepulang ibadah Haji, Candra sibuk mencari pembenaran hingga menemui seorang ustaz ahli fiqih. Namun, jawabannya tetap sama seperti Aa Gym, yakni menyarankan untuk berhijrah. Dengan berbagai jawaban itu, Candra pun tersadar bahwa hijrah dengan resign dari bank adalah langkah yang tepat.

Akhirnya, ia pun mantap memutuskan keluar dari bank dan merintis usahanya sendiri. Meski demikian, Candra mengaku tak pernah mendapatkan ketenangan, walau sudah berhijrah bertahun-tahun lamanya.

Lambat laun ia menyadari, hal itu karena niat hijrahnya salah besar. Pasalnya, Candra resign dari bank bukan semata-mata karena Allah, melainkan karena punya usaha yang cukup mumpuni.

Tak hanya itu saja, Candra juga mengakui jika dirinya tak pernah menyandarkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Ia justru bersandar dengan tabungan-tabungan yang ada. Mulai dari situ, ia tersadar jika langkahnya berhijrah kala itu salah besar.

"Allah tersinggung ternyata sama saya. Itu kenapa dua tahun itu salah, gak dapat esensi hijrah saya," tandas Candra.

Dari pengalamannya itu, Candra pun berpesan kepada seluruh umat Muslim untuk melakukan hijrah karena Allah subhanahu wa ta'ala. Yang terpenting dalam berhijrah, menurutnya, adalah mempersiapkan aqidah dan membangun keimanan, bukan membangun usaha untuk menunjang kebutuhan duniawi saja.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini