Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

7 Bacaan Istighfar Beserta Keutamaannya: Dihapuskan Dosa hingga Jadi Ahli Surga

Hantoro , Jurnalis-Kamis, 16 Juni 2022 |14:35 WIB
7 Bacaan Istighfar Beserta Keutamaannya: Dihapuskan Dosa hingga Jadi Ahli Surga
Ilustrai bacaan istighfar beserta keutamaannya. (Foto: Freepik)
A
A
A

KETAHUI 7 bacaan istighfar beserta keutamaanya dalam artikel kali ini. Diketahui istighfar adalah bacaan berbunyi "Astaghfirullah" untuk mengingat kebesaran Allah Subhanahu wa ta'ala. Ini juga bacaan sebagai bentuk tobat atas kesalahan dan dosa yang diperbuat.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mencontohkan pada umatnya untuk memperbanyak istighfar. Membaca istighfar mesti dijaga setiap saat.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَاللَّهِ إِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِى الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً

"Demi Allah, aku sungguh beristighfar pada Allah dan bertobat pada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali." (HR Bukhari nomor 6307)

Nah, apa saja bacaan istighfar? Berikut ini tujuh di antaranya, sebagaimana dihimpun dari aplikasi Apa Doanya.

Baca juga: Cerita Anak Band Metal Masuk Islam, Gara-Gara Surat Al Ikhlas hingga Kini Aktif Dakwah di Masjid 

1. Doa istighfar singkat

اَسْتَغْفِرُ اللهَ

Astaghfirullaah

"Aku memohon ampun kepada Allah."

Doa istighfar singkat ini biasa dibaca Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam sebanyak tiga kali sesusai sholat.

2. Doa istighfar meraih tobat

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullaahal 'azhiimal-ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, wa atuubu ilaih.

"Aku minta ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia, Yang Hidup dan terus-menerus mengurus makhlukNya, dan aku bertaubat kepada-Nya."

(HR Abu Dawud 2/85, At-Tirmidzi 5/569, Al-Hakim, dan menurut pendapatnya hadis di atas shahih. Imam Adz-Dzahabi menyetujuinya 1/511, Al-Albani menyatakan hadis tersebut shahih. Lihat pula Shahih At-Tirmidzi 3/182, Jami'ul Ushul li ahaditsir Rasul 4/389-390 dengan tahqiq Al-Arnauth)

Rasul Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang membaca: (doa di atas) maka Allah mengampuninya, sekalipun dia pernah lari dari perang."

3. Doa istighfar untuk bertobat

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ ظُلْمًا كَثِيْرًا، وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِيْ مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِيْ، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Allaahumma innii zholamtu nafsii zhulman katsiiron, wa laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta, faghfir lii maghfirotan min 'indika, warhamnii, innaka antal ghofuurur-rohiim.

"Ya Allah, sungguh aku telah menzalimi diriku dengan kezaliman yang banyak, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka ampunilah aku dengan suatu pengampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (HR Bukhari nomor 834 dan Muslim 2705)

Info grafis keutamaan membaca Surah Al Kahfi. (Foto: Okezone)

4. Doa istighfar tobat

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَتُبْ عَلَىَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Robbighfir lii wa tub 'alayya, innaka antat-tawwaabur-rohiim.

"Ya Rabbku, ampunilah dosa-dosaku dan terimalah taubat dariku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang."

(HR Ahmad, At-Tirmidzi, Abu Dawud, An-Nasa'i dalam Al-Kubra, al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad, Ibnu Hibban, Ath-Thabrani dalam al-Kabiir. Dishahihhkan oleh Syekh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud nomor 1342)

Baca juga: Kisah Mualaf Cantik Ameena: Dulu Tomboi dan Pemberontak, Kini Jadi Ustadzah Terkemuka di Inggris 

5. Zikir pagi dan petang sayyidul istighfar agar wafat menjadi ahli surga

Dibaca satu kali:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ، وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ لَكَ بِذَنْبِيْ، فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Allaahumma anta robbii, laa ilaaha illaa anta, kholaqtanii, wa anaa 'abduka, wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mas-tatho'tu, a'uudzu bika min syarri maa shona'tu, abuu-u laka bini'matika 'alayya, wa abuu-u laka bi-dzanbii, faghfir lii, fa-innahu laa yagh-firudz-dzunuuba illaa anta.

"Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakan aku. Aku adalah hambaMu. Aku akan setia pada perjanjianku denganMu semampuku. Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmatMu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau."

(HR Al Bukhari nomor 5522, 6306, dan 6323. At-Tirmidzi nomor 3393, An-Nasa'i 5522, dan lain-lain)

Keutamaan:

Dari Syaddad bin Aus radhiallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa salam bersabda, “Sayyidul Istighfar adalah bacaan: (doa di atas).” Kemudian beliau menyebutkan keutamaannya, “Barangsiapa yang membaca doa ini dengan penuh keyakinan di sore hari, kemudian dia mati pada malam harinya (sebelum pagi) maka dia termasuk ahli surga. Dan barangsiapa yang membacanya dengan penuh keyakinan di pagi hari, kemudian dia mati pada siang harinya (sebelum sore) maka dia termasuk ahli surga.”

Keterangan:

Dinamakan Sayyidul Istighfar karena bacaan istighfar di atas adalah lafal istighfar yang paling mulia dibandingkan lafal istighfar lainnya. Dalam lafal istighfar ini, terdapat delapan aspek yang menjadikan istighfar ini memiliki keutamaan yang besar:

- Dimulai dengan pujian kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

- Adanya pengakuan bahwa dirinya adalah hamba Allah, makhluk Allah yang berusaha menghambakan dirinya kepada Allah.

- Mengimani adanya janji Allah, sehingga sang hamba sangat berpijak pada ikrarnya untuk mendapatkan janji Tuhannya.

- Pengakuan akan kekurangan dirinya, dengan sekaligus memohon perlindungan kepada Tuhannya dari keburukan dirinya.

- Pengakuan terhadap banyaknya nikmat yang telah Allah berikan kepada dirinya, yang ini mewakili rasa syukur.

- Pengakuan terhadap banyaknya dosa dan kelancangannya, yang ini merupakan bentuk tobatnya.

- Diakhiri dengan permohonan ampunan yang setulusnya kepada Allah.

- Dengan keyakinan, tidak ada Dzat yang mampu mengampuni dosa-dosa hamba kecuali Allah, Sang Maha Kasih Sayang.

(Fiqh Al-Adiyah, 3/15)

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement