Share

Doa Nabi Musa Melawan Sihir Firaun: Ular-Ular Jelmaan pun Kalah Tidak Berkutik!

Hantoro, Jurnalis · Jum'at 17 Juni 2022 11:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 17 618 2613195 doa-nabi-musa-melawan-sihir-firaun-ular-ular-jelmaan-pun-kalah-tidak-berkutik-hv75brlMwe.jpg Ilustrasi doa Nabi Musa melawan sihir Firaun. (Foto: Shutterstock)

DOA Nabi Musa melawan sihir yang berasal dari Raja Firaun sangat menginspirasi umat manusia saat ini. Betapa menegaskan bahwa kekuatan dari Allah Subhanahu wa ta'ala dapat mengalahkan apa pun. Kemenangan akhirnya diraih Nabi Musa Alaihissallam.

Dikutip dari laman Suara Muhammadiyah, kisahnya bermula dari Nabi Musa Alaihissallam yang ditantang bertarung oleh Firaun. Sosok pemimpin zalim itu pun mendatangkan banyak penyihir untuk melawan Nabi Musa.

Baca juga: Surat Yasin Lengkap Bacaan Arab, Latin, Terjemahan Indonesia, Buka di Alquran Digital Okezone 

Para tukang sihir suruhan Raja Firaun itu bertanya kepada Nabi Musa Alaihissallam, "Siapa yang akan memulai terlebih dahulu?" Nabi Musa kemudian mempersilakan para tukang sihir tersebut memulainya.

Para tukang sihir itu kemudian melemparkan tali-tali dan tongkat-tongkat ke tengah arena pertarungan. Tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat tersebut dalam pandangan Nabi Musa Alaihissallam berubah menjadi ular-ular yang menjalar ke sana kemari.

Info grafis sunah-sunah di hari Jumat. (Foto: Okezone)

Ini akibat pengaruh sihir mereka, maka Nabi Musa pun mulai takut. Kemudian Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِمَّا أَنْ تُلْقِيَ وَإِمَّا أَنْ نَكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَلْقَىٰ

"(Setelah mereka berkumpul) mereka berkata: 'Hai Musa (pilihlah), apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kamikah orang yang mula-mula melemparkan?'." (QS Thaha: 65)

قَالَ بَلْ أَلْقُوا ۖ فَإِذَا حِبَالُهُمْ وَعِصِيُّهُمْ يُخَيَّلُ إِلَيْهِ مِنْ سِحْرِهِمْ أَنَّهَا تَسْعَىٰ

"Berkata Musa: 'Silakan kamu sekalian melemparkan.' Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka." (QS Thaha: 66)

فَأَوْجَسَ فِي نَفْسِهِ خِيفَةً مُوسَىٰ

"Maka Musa merasa takut dalam hatinya." (QS Thaha: 67)

Baca juga: Jadwal Sholat Hari Ini Jumat Berkah 17 Juni 2022M/17 Dzulqa'dah 1443H 

Akibat pengaruh sihir, Nabi Musa Alaihissallam menjadi takut melihat ular-ular yang begitu banyak merayap, maka Allah Subhanahu wa ta'ala segera menegurnya supaya tidak takut. Pasalnya, mukjizat yang diberikan kepada Nabi Musa yaitu tongkat bisa berubah menjadi ular akan mengalahkan semua itu.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

قُلْنَا لَا تَخَفْ إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعْلَىٰ

"Kami berkata: 'Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang)'." (QS Thaha: 68)

وَأَلْقِ مَا فِي يَمِينِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوا ۖ إِنَّمَا صَنَعُوا كَيْدُ سَاحِرٍ ۖ وَلَا يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ أَتَىٰ

"Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. 'Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang'." (QS Thaha: 69)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Tongkat yang dilemparkan Nabi Musa Alaihissallam benar-benar berubah jadi ular besar dan menelan semua ular palsu tukang sihir tersebut. Allah Subhanahu wa ta'ala menegaskan tukang sihir tidak akan pernah bisa mengalahkan mukjizat yang diberikan Allah Ta'ala kepada Nabi Musa.

Para tukang sihir yang berkumpul di arena tahu persis bahwa apa yang dilakukan Nabi Musa Alaihissallam sama sekali bukanlah sihir. Sebagai orang yang berpengalaman dalam dunia sihir bisa membedakan mana yang asli dan mana yang palsu.

Para tukang sihir yakin bahwa Nabi Musa Alaihissallam berada di pihak yang benar, maka itu mereka serentak bersujud kemudian menyatakan beriman kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

فَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سُجَّدًا قَالُوا آمَنَّا بِرَبِّ هَارُونَ وَمُوسَىٰ

"Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya berkata: 'Kami telah percaya kepada Tuhan Harun dan Musa'." (QS Thaha: 70)

Tentu saja Raja Firaun marah besar. Kekalahan para tukang sihir itu saja sudah menamparnya, apalagi sampai menyatakan beriman kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Raja Firaun mengancam akan membunuh para tukang sihir jika tetap beriman kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Allah Ta'ala berfirman:

قَالَ آمَنْتُمْ لَهُ قَبْلَ أَنْ آذَنَ لَكُمْ ۖ إِنَّهُ لَكَبِيرُكُمُ الَّذِي عَلَّمَكُمُ السِّحْرَ ۖ فَلَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ مِنْ خِلَافٍ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمْ فِي جُذُوعِ النَّخْلِ وَلَتَعْلَمُنَّ أَيُّنَا أَشَدُّ عَذَابًا وَأَبْقَىٰ

"Berkata Firaun: 'Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu sekalian. Sesungguhnya ia adalah pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu sekalian. Maka sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang secara bertimbal balik, dan sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma dan sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya'." (QS Thaha: 71)

Kekalahan itulah yang menyadarkan para tukang sihir bahwa yang mereka hadapi bukanlah ahli sihir, tapi utusan Allah Subhanahu wa ta'ala. Maka, mereka segera menyatakan beriman.

Firaun merupakan seorang tiran yang zalim, menganggap dirinya tuhan. Ia sangat sombong padahal hanya manusia biasa. Guna menghindari tuduhan tidak menerima kekalahan, maka Firaun mencari alasan lain kenapa mengancam membunuh para tukang sihir itu.

Bukan karena beriman kepada Tuhannya Nabi Musa Alaihissallam dan Nabi Harun Alaihissallam, tapi karena tidak minta izin terlebih dahulu kepadanya sebelum menyatakan beriman.

Ternyata di luar dugaan, para tukang sihir itu sama sekali tidak takut dengan ancaman Firaun. Mereka tetap mempertahankan keimanan yang baru saja diterima, apa pun yang akan terjadi.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

قَالُوا لَنْ نُؤْثِرَكَ عَلَىٰ مَا جَاءَنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالَّذِي فَطَرَنَا ۖ فَاقْضِ مَا أَنْتَ قَاضٍ ۖ إِنَّمَا تَقْضِي هَٰذِهِ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا

"Mereka berkata: 'Kami sekali-kali tidak akan mengutamakan kamu daripada bukti-bukti yang nyata (mukjizat), yang telah datang kepada kami dan daripada Tuhan yang telah menciptakan kami; Maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan. Sesungguhnya kamu hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia Ini saja'." (QS Thaha: 72)

Adapun doa Nabi Musa Alaihissallam melawan tukang sihir yang bisa juga diamalkan umat manusia adalah sebagai berikut:

فَقَالُوا عَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْنَا رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

"Lalu mereka berkata: 'Kepada Allahlah kami bertawakkal! Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir'." (QS Yunus: 85–86)

Allahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini