Share

Wajib Tahu! Ini 3 Tanda Ibadah Kurban Diterima Allah Ta'ala

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 20 Juni 2022 07:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 20 330 2614442 wajib-tahu-ini-3-tanda-ibadah-kurban-diterima-allah-ta-ala-beqdsO0d2z.jpg Ilustrasi tanda-tanda ibadah kurban diterima Allah Subhanahu wa ta'ala. (Foto: Arif Julianto/Okezone)

HARI raya Idul Adha 1443 Hijriah/2022 Masehi tidak lama lagi akan diperingati. Kaum Muslimin pun telah siap menunaikan ibadah kurban. Hal ini sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Lantas, bagaimana cara mengetahui ibadah kurban kita diterima Allah Subhanahu wa ta'ala?

Baca juga: Bukan Unta, Ini Hewan Kurban Terbaik Pilihan Rasulullahย 

Pimpinan Majelis Taklim Dzikrul Muhajirin Depok Ustadz Amar Ma'ruf atau akrab disapa Gus Ma'ruf Halim mengatakan amal ibadah diterima atau tidak oleh Allah Subhanahu wa taโ€™ala memang sulit diukur.

Ia mengungkapkan, siapa pun tidak boleh mengklaim atau meyakini diri bahwa ibadah yang dilakukan telah diterima oleh Allah Azza wa Jalla.

"Begitu pula sebaliknya, seseorang tidak boleh pesimis atas amal ibadah yang telah dilakukan, apakah ditolak oleh Allah Subhanahu wa ta'la. Diterima atau ditolaknya sebuah amal ibadah merupakan hak prerogratif-Nya," kata Gus Ma'ruf saat dihubungi MNC Portal beberapa waktu lalu.

Info grafis hewan kurban. (Foto: Okezone)

Ia mengatakan, para ulama sangat hati-hati dalam membahas hal ini. Ulama hanya bisa memberikan ciri-ciri atau tanda-tanda bahwa amal ibadah diterima oleh Allah Subhanahu wa ta'ala.

Salah satu ulama yang memberikan ciri atau tanda bahwa amal ibadah diterima oleh Allah Subhanahu wa ta'ala adalah Syekh Ibnu Athoillah As-Sakandari al Misry.

Dalam kitabnya yang bernama 'Kitab Al Hikam'. Beliau berkata:

. ู…ู† ูˆุฌุฏ ุซู…ุฑุฉ ุนู…ู„ู‡ ุนุงุฌู„ุงู‹ ูู‡ูˆ ุฏู„ูŠู„ ุนู„ู‰ ูˆุฌูˆุฏ ุงู„ู‚ุจูˆู„

Artinya: "Siapa yang memetik buah dari amalnya seketika di dunia, maka itu menunjukkan Allah menerima amalnya."

Syekh Ahmad Zarruq dalam mensyarahi kitab 'Al Hikam' memberikan penjelaskan bahwa buah dari amal itu berbentuk kemaslahatan keagamaan dan kemaslahatan duniawi. Ia menyebut secara konkret bahwa buah dari amal ibadah adalah:

Baca juga: Kambing Betina Dijadikan Hewan Kurban, Ini Hukumnya Menurut Syariatย 

1. Kebahagiaan hidup yang diukur dengan perasaan bebas dari kekhawatiran dan kesedihan.

ู‚ู„ุช ุซู…ุฑุฉ ุงู„ุนู…ู„ ู…ุง ูŠู†ุดุฃ ุนู†ู‡ ู…ู† ุงู„ููˆุงุฆุฏ ุงู„ุฏูŠู†ูŠุฉ ูˆุงู„ุฏู†ูŠุงูˆูŠุฉ. ูˆุฐู„ูƒ ูŠุฏูˆุฑ ุนู„ู‰ ุซู„ุงุซุฉ: ุญุตูˆู„ ุงู„ุจุดุงุฑุฉ ุจุฒูˆุงู„ ุงู„ุฎูˆู ูˆุงู„ุญุฒู†

Artinya: "Menurut saya, buah amal itu adalah faedah keagamaan dan keduniaan apa pun yang muncul dari amal tersebut. Buah dari amal itu hanya terdiri atas tiga bentuk: Pertama, munculnya kebahagiaan karena sirnanya kekhawatiran dan kesedihan," (Lihat Syekh Ahmad Zarruq, Syarhul Hikam, As-Syirkatul Qaumiyyah, 2010 M/1431 H, halaman 80)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

2. Ketenangan hidup yang ditandai dengan keridhaan batin dan sifat qana'ah atas segala pemberian Allah Subhanahu wa ta'ala.

ูˆุงู„ุญูŠุงุฉ ุงู„ุทูŠุจุฉ ุจุงู„ุฑุถุง ูˆุงู„ู‚ู†ุงุนุฉ

Artinya: "Kehidupan yang baik karena hati penuh ridha dan qonaah."

3. Keterbukaan rahasia atas penguasaan alam semesta.

ูˆุธู‡ูˆุฑ ุณุฑ ุงู„ุฎู„ุงูุฉ ุจุชุณุฎูŠุฑ ุงู„ูƒุงุฆู†ุงุช ูˆุงู†ูุนุงู„ู‡ุง ุธุงู‡ุฑุง ูˆุจุงุทู†ุง

Artinya: "Penampakan rahasia kuasa atas penundukan dan pengaruh terhadap alam semesta lahir dan batin."

Sebagian ulama ada yang mengatakan bahwa kenikmatan dalam menjalankan ibadah itu sendiri sudah merupakan buah dari amal.

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

ูˆูู‰ ุงู„ุญุฏูŠุซ ุงู„ุตุญูŠุญ ู‚ูˆู„ ุฐู„ูƒ ุงู„ุตุญุงุจูŠ: ูู…ู†ุง ู…ู† ุฃูŠู†ุนุช ู„ู‡ ุซู…ุฑุชู‡ ูู‡ูˆ ูŠู‡ุฏูŠู‡ุงุŒ ูˆู…ู†ุง ู…ู† ู…ุงุช ู„ู… ูŠุณุชูˆู ู…ู† ุฃุฌุฑู‡ ุดูŠุฆุง ู…ู†ู‡ู… ู…ุตุนุจ ุจู† ุนู…ูŠุฑ ุฑุถู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู… ุฃุฌู…ุนูŠู†. ูˆู…ู† ุทูŠุจ ุงู„ุญูŠุงุฉ ุญู„ุงูˆุฉ ุงู„ุทุงุนุฉุŒ ูู…ู† ุซู… ูŠุตุญ ูƒูˆู†ู‡ุง ุซู…ุฑุฉ ู„ุง ู…ู† ุญูŠุซ ุฐุงุชู‡ุง ูุชุฏุจุฑ ุฐู„ูƒุŒ ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚.

Artinya: "Dalam hadis shahih seorang sahabat Rasul berkata, 'Sebagian kami ada yang memiliki 'buah' matang, lalu Allah menghadiahkan untuknya. Tetapi sebagian kami ada yang wafat dan belum sempat mencicipi buah dari amalnya, salah satu dari mereka adalah Mush'ab bin Umair Radhiyallahu anhu.' Salah satu bentuk ketenangan hidup adalah merasakan kelezatan aktivitas ibadah. Dari sini kemudian dapat dipahami bahwa kelezatan aktivitas ibadah itu sendiri bisa disebut sebagai bentuk dari buah amal, bukan sekadar aktivitasnya itu sendiri." (Lihat Syekh Ahmad Zarruq, Syarhul Hikam, As-Syirkatul Qaumiyyah, 2010 M/1431 H, halaman 80-81)

Ada pula ulama yang mengatakan bahwa ukuran diterima atau tidaknya sebuah amal ibadah termasuk berkurban pada hari raya Idul Adha adalah setelah seseorang melakukannya. Ia makin tambah ketakwaannya. Di antaranya lebih rajin beribadah menjalankan perintah Allah Subhanahu wa ta'ala dan menjauhi larangan-Nya.

Syekh Ahmad Zarruq menyebut, jika setelah melakukan ibadah dan di kemudian hari tidak berdampak positif terhadap diri sendiri, maka patut introspeksi diri. Bisa jadi amal ibadah yang pernah dilakukan belum diterima Allah Subhanahu wa ta'ala.

"Setidaknya setelah seseorang melakukan ibadah kurban diharapkan mendapat keberkahan yaitu tambahnya kebaikan kepada diri orang yang telah berkurban tersebut," pungkasnya.

Allahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini