Share

Masya Allah! Bahasa Indonesia Makin Banyak Digunakan di Arab Saudi

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 23 Juni 2022 11:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 614 2616644 masya-allah-bahasa-indonesia-makin-banyak-digunakan-di-arab-saudi-oLID8hsTJz.jpeg Penggunaan bahasa Indonesia di Madinah, Arab Saudi. (Foto: Muhammad Nasril/Kemenag.go.id)

MASYA ALLAH! Bahasa Indonesia kini makin banyak digunakan di Arab Saudi. Seperti terlihat di Kota Madinah. Diketahui Madinah merupakan kota yang dirindukan umat Islam dunia untuk dihuni dan disinggahi, termasuk jamaah dari Indonesia. Maka itu, keberagaman orang dari berbagai negara di sini sudah menjadi hal yang sangat lumrah.

"Meski berada di wilayah Arab Saudi dan bahasa yang digunakan adalah bahasa Arab, bagi jamaah Indonesia yang tidak menguasai bahasa Arab tidak perlu risau dan panik lagi saat berada di tempat-tempat publik di Madinah, baik di masjid, toko-toko penjualan suvenir, maupun kawasan komersial lainnya. Sebab, bahasa Indonesia kini sangat populer di kota ini, sebagai sarana komunikasi dengan penjual maupun arah petunjuk jalan, termasuk di Masjid Nabawi," ungkap Muhammad Nasril, petugas Haji Indonesia asal Aceh di Sektor 3 Madinah.

Baca juga: Kisah Ibu Rumah Tangga Hafal 30 Juz Alquran dalam 78 Hari: Kuncinya Bersihkan Hati, Perbanyak Istighfar 

Ia menerangkan, memasuki area Masjid Nabawi akan ditemukan sejumlah papan informasi petunjuk arah dalam bahasa Arab dan Inggris, juga bahasa Indonesia. Misalnya, petunjuk tempat sholat dan wudhu wanita. Hal ini sangat memudahkan jamaah Indonesia memahaminya untuk mengurangi salah arah, tanpa harus ada penerjemah.

Seorang penjaga di kawasan Masjid Nabawi, Abdurrahman, mengatakan penggunaan bahasa Indonesia pada tanda-tanda jalan tersebut karena Indonesia merupakan salah satu negara yang paling banyak jamaahnya di Madinah.

Info grafis keutamaan membaca Surat Al Kahfi. (Foto: Okezone)

Ketika musim haji, khususnya di Masjid Nabawi, jamaah Indonesia sangat ramai. Maka itu, bahasa Indonesia digunakan pada beragam papan pengumuman untuk memudahkan tamu Allah tersebut.

"Untuk memudahkan jamaah dari Indonesia. Mereka sangat ramai di sini," ujar Abdurrahman, dikutip dari Kemenag.go.id, Kamis (23/6/2022).

Baca juga: Simak Jadwal Sholat Hari Ini Kamis 23 Juni 2022M/23 Dzulqa'dah 1443H 

Hal tersebut sesuai dengan realita. Saat ini ada ribuan jamaah Indonesia setiap hari memenuhi Masjid Nabawi. Jadi tidak heran jika di dalam masjid, di sudut mana pun, pasti bertemu dengan jamaah asal Indonesia.

Ketika keluar masjid, dari pintu mana pun, pasti bertemu jamaah Indonesia. Bahkan di salah satu sudut majelis ilmu di Masjid Nabawi, pengajarnya adalah orang Indonesia.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Kehadiran mereka ternyata mampu menjadi duta dalam mengampanyekan bahasa Indonesia di Kota Madinah. Mereka layak dikatakan duta karena berhasil menarik para pedagang-pedagang di sekitar Masjid Nabawi untuk belajar bahasa Indonesia.

Maka tak heran ketika menuju atau pulang dari Masjid Nabawi akan melewati toko di sisi kiri dan kanan dengan penjaga yang menyapa menggunakan bahasa Indonesia. Walaupun penggunaan kosakata dan ungkapannya singkat, sekadar mengajak kita singgah di toko tersebut. Dialog sederhana itu seperti, "Murah-murah, mari lihat dulu, barang bagus, model baru, ada diskon, lihat gratis ambil bayar."

Baca juga: Zikir Pagi Hari Ini: Doa Meraih Ilmu yang Bermanfaat untuk Diri Sendiri dan Orang Lain 

Baca juga: Bikin Bingung! Abu Nawas Dapat 3 Pertanyaan Sama tapi Kasih Jawabannya Beda, Gimana Bisa? 

Saat memasuki toko-toko tersebut, meskipun bisa sedikit berbahasa Arab, mereka akan memilih menjawab dan menggunakan bahasa Indonesia. Misal, ini harganya sekian riyal, boleh kurang, harga murah, oh tidak bisa, terima kasih; dan tentu saja nama-nama barang yang mereka jual serta angka-angka dan perhitungan dalam bahasa Indonesia.

Penggunaan bahasa Indonesia oleh pedagang ini tentu punya tujuan untuk memikat pembeli dari Tanah Air, meskipun kadang-kadang pengucapan dan arti kata yang diucapkan kerap salah. Selain di pasar, di tempat umum lainnya seperti penjaga hotel juga kerap berbahasa Indonesia. Apalagi rata-rata pekerja bukan dari Arab, melainkan asal Bangladesh, India, dan negara lain.

Kini jamaah haji Indonesia dengan mudah dapat berkomunikasi di tempat-tempat umum. Selain bahasa Indonesia, bahasa isyarat juga menjadi andalan jamaah Indonesia.

Menjadi jamaah Indonesia adalah sebuah keistimewaan. Meskipun pelaksanaan rukun dan wajib haji berfokus di Makkah, jamaah Indonesia diberi kesempatan selama delapan hari untuk menetap di Madinah dan ini termasuk pengunjung paling lama yang menetap di Madinah selama musim haji.

Allahu a'lam bisshawab.

Baca juga: Kisah Doa Nabi Sulaiman Menundukkan Wanita Cantik si Ratu Bilqis 

Baca juga: Doa Penglaris Dagangan Nabi Sulaiman Lengkap Bacaan Arab, Latin, Terjemahan Indonesia 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini