Share

Hukum Berkurban untuk Orang yang Sudah Meninggal, Boleh atau Terlarang?

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 27 Juni 2022 18:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 330 2618914 hukum-berkurban-untuk-orang-yang-sudah-meninggal-boleh-atau-terlarang-YXcXZAPUkF.jpg Ilustrasi hukum berkurban untuk orang yang sudah meninggal dunia. (Foto: Shutterstock)

HUKUM berkurban untuk orang yang sudah meninggal dunia ternyata sangat ingin diketahui banyak orang. Apalagi saat ini sudah makin dekat dengan hari raya Idul Adha 1443 Hijriah/2022 Masehi yang menjadi momen kaum Muslimin berlomba-lomba menunaikan ibadah kurban.

Sebagaimana dilansir Muhammadiyah.or.id, terkait hukum berkurban untuk orang yang sudah meninggal dunia, dijelaskan dalam kisah berikut ini. Apabila ada seseorang ketika masih hidup bernazar akan menyembelih hewan kurban, tapi lebih dulu wafat, maka kurban itu harus ditunaikan oleh keluarganya atau pasangannya.

Baca juga: Ada Wabah PMK, Menag Terbitkan Edaran Pelaksanaan Kurban dan Sholat Idul Adha yang Aman 

Secara logika, orang yang sudah meninggal dunia memang tidak bisa berkurban. Maka itu, lazimnya ibadah kurban dilakukan oleh keluarganya, sepanjang memiliki kemampuan.

Pandangan ini berdasarkan hadis-hadis Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam yang menyamakan antara nazar dengan utang. Salah satunya hadis berikut ini:

Info grafis hewan kurban. (Foto: Okezone)

"Dari Ibnu ‘Abbas: Sesunguhnya Sa'ad bin ‘Ubaidah telah meminta fatwa kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam, nazar ibunya yang telah meninggal dan belum sempat ditunaikannya. Rasulullah satu menjawab (memberi fatwa): 'Tunaikanlah nazar itu untuk ibumu'." (HR Ibnu Majah dari Ibnu ‘Abbas)

Baca juga: 16 Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban Sesuai Syariat Islam, Lengkap Bacaan Doanya 

Nazar itu ada dua macam, yaitu (1) Nazar untuk berbuat kebaikan atau melaksanakan hal yang baik yang diperintahkan oleh Allah; dan (2) Nazar untuk berbuat kejahatan atau melaksanakan hal yang tidak baik yang dilarang oleh Allah, atau juga hal-hal yang sangat memberatkan, menimbulkan kemudharatan.

Bernazar untuk berbuat kebaikan, menaati Allah atau menunaikan perintah Allah, harus dilaksanakan, artinya nazar tersebut hukumnya sah. Sebaliknya, nazar untuk mengerjakan maksiat, melakukan perbuatan yang dilarang Allah harus ditinggalkan atau tidak boleh dilaksanakan, artinya nadzar tersebut hukumnya tidak sah.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Hal itu berdasarkan hadis dari Aisyah Radhiyallahu anha, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda: "Barang siapa bernazar akan menaati Allah (menunaikan yang baik yang diperintahkan oleh Allah) hendaklah ia tunaikan, dan barang siapa bernazar akan mengerjakan maksiat (perbuatan buruk yang dilarang Allah) maka janganlah ia kerjakan." (HR Al Bukhari)

Baca juga: 4 Alasan MUI Tetapkan Vaksin Merah Putih Suci dan Halal 

Baca juga: Cerita Haru Ahmad Bocah Penghafal Quran: Mau Memakaikan Mahkota untuk Orangtua di Surga 

Apabila bukan kurban yang dinazarkan oleh pasangan kita, maka hal itu tidak perlu ditunaikan. Jika seseorang telah berniat atau bermaksud akan menunaikan kurban kemudian meninggal dunia, tetapi tidak menazarkannya, maka orang itu tidak dituntut lagi untuk menunaikan kurban.

Demikian pula keluarga atau ahli warisnya tidak dituntut untuk menunaikan kurban. Wallahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini