Share

Kumpulkan 50 Ahli Falak, Kemenag Sinkronisasi Hisab Taqwim Standar Indonesia

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 28 Juni 2022 10:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 28 614 2619488 kumpulkan-50-ahli-falak-kemenag-sinkronisasi-hisab-taqwim-standar-indonesia-FIBWQXfCBW.jpg Ilustrasi pertemuan ahli falak. (Foto: Arif Julianto/Okezone)

DIREKTORAT Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kementerian Agama (Kemenag) mengumpulkan sebanyak 50 ahli falak dan astronomi Indonesia. Mereka berkumpul pada 23–25 Juni 2022 di Bukittinggi, Sumatera Barat, untuk melakukan Sinkronisasi Hisab Taqwim Standar Indonesia.

"Kegiatan ini bertujuan membangun bank data terkait keadaan hilal awal bulan Kamariah, membuat keputusan awal bulan Kamariah, serta gerhana pada 2024 nanti," ungkap Direktur Urais dan Binsyar Kemenag Adib saat membuka kegiatan secara virtual, Kamis 23 Juni 2022, dikutip dari Kemenag.go.id.

Baca juga: Tentukan Awal Bulan Dzulhijjah 1443H, Kemenag Gelar Rukyatul Hilal di 86 Lokasi 

Ia memberi apresiasi kiprah para ahli falak Indonesia. Mereka dinilai sangat tekun dan teliti dalam melakukan kajian serta perhitungan guna mamberikan panduan bagi umat muslim di Tanah Air.

Adib menambahkan, setidaknya ada 29 metode hisab yag dipakai di Indonesia, dan semua bermuara pada kesepakatan nasional. Kesepakatan nasional dalam penentuan awal bulan Kamariah ini penting karena terkait pelaksanaan ibadah bagi umat Islam.

Baca juga: Ini 86 Lokasi Rukyatul Hilal Penetapan Awal Bulan Dzulhijjah dan Idul Adha 1443H 

Utamanya dalam penentuan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah. Terbaru, rencananya Kemenag menggelar sidang isbat (penetapan) awal bulan Dzulhijjah pada Rabu 29 Juni 2022.

"Semoga pada sidang isbat tersebut nantinya kita sebagai manusia yang diberikan kelebihan ilmu oleh Allah Subhanahu wa ta'ala di bidang hisab rukyat dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat," ujarnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Terlebih lagi, terang Adib, kondisi hilal dan sudut elongasi pada sidang isbat berpotensi menimbulkan perbedaan dalam penetapan awal bulan Dzulhijjah 1443 Hijriah.

Ia berharap para ahli falak dapat menerangkan kepada masyarakat agar dapat menyikapi secara moderat bila terjadi perbedaan.

Baca juga: Jadwal Sholat Hari Ini Selasa 28 Juni 2022M/28 Dzulqa'dah 1443H 

Baca juga: Inspiratif! Ibu Ini Mendidik 11 Anaknya Jadi Penghafal Alquran, Bagikan 5 Tips Jitunya 

"Patut menjadi bahan perenungan bersama bahwa cita-cita kita mempunyai kalender hijriah yang satu akan dapat terwujud bilamana kita dapat berkolaborasi serta berperan aktif dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa perbedaan adalah hal yang biasa namun bersatu merupakan hal yang luar biasa," ucapnya.

"Kami berharap pertemuan ini dapat melahirkan ide-ide cemerlang untuk kemajuan hisab rukyat di Indonesia," imbuhnya.

Allahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini