MAKKAH - Tidak semua haji furoda mendapatkan pelayanan spesial selama pelaksanaan ibadah haji. Meski sudah bayar ratusan juta Rupiah demi naik haji tanpa antre, nyatanya ada jamaah furoda yang terlunta-lunta.
Hal ini disampaikan Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama Nur Arifin saat diskusi dengan Misi Haji Malaysia (Tabung Haji) yang dipimpin Ketua Tabung Haji Malaysia Dato' Sri Syed Saleh Syed Abdul Rahman.
"Kisah-kisah pilu haji furoda. Pas perjalanan jamaah haji furoda di 2019 ada mendapat pelayanan terbaik dan ada juga jamaah furoda terlunta-lunta," ujar Arifin di Kantor Daker Makkah, Kamis (21/7/2022).
Untuk itu, visa mujamalah atau yang dikenal haji furoda harus melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dalam rangka ada pelayanan jaminan. Nantinya, PIHK akan melaporkan kepada Kementerian Agama soal jumlah jamaah haji furoda.
Baca juga: Cerita Jamaah Haji Furoda Bayar Rp500 Juta, Langsung Berangkat ke Tanah Suci Tanpa Antre
Pembahasan haji furoda ini mengemuka setelah adanya 46 jamaah haji furoda asal Indonesia dideportasi otoritas Arab Saudi karena menggunakan visa dari Malaysia dan Singapura. Selain itu, pemberangkatan 46 jamaah haji furoda ini tidak melalui PIHK alias travel abal-abal yang menjanjikan berangkat haji tanpa antre.
"Salah satu kasus haji furoda, mereka pakai visa Singapura dan Malaysia. Ada 46 jamaah haji ternyata pakI visa turis dan ziarah dari Malaysia dan Singapura," kata Nur.
Dijelaskan Nur, pada awalnya visa mujamalah atau kini dikenal haji furoda merupakan undangan kehormatan langsung dari Kerajaan Arab Saudi untuk naik haji. Biayanya pun gratis alias tanpa dipungut biaya.
"Gratis, free dijamin Arab Saudi," kata Nur.
Namun, seiring berjalannya waktu, visa mujamalah ini juga didapat para Amir atau pangeran di Arab Saudi yang kemudian ditawarkan ke biro travel termasuk di Indonesia. Awalnya hanya membayar tiket saja, tapi karena peminatnya tinggi maka pihak travel siap membayar penuh.
Makanya saat ini tidak heran, untuk daftar haji furoda harus membayar rata-rata USD27.000 hingga USD47.000 (Rp405 juta hingga Rp705 juta). Bahkan menurut Nur, ada pihak travel yang menawarkan paket haji furoda hingga USD62.000 atau Rp930 juta (kurs Rp15.000 per USD).
"Ternyata ramai peminatnya tinggi. Di situ lah terjadi tawar menawar, travel bilang kami siap membayar semuanya maka disebut haji mandiri tapi di Arab dikenal furoda," katanya.