GARUT - Lantaran sakit jantung, seorang jamaah haji berinisial HA dari Kloter 7, atau kloter pertama Kabupaten Garut, masih tertahan di Arab Saudi.
Sementara, ratusan jemaah yang berangkat bersamanya sejak 7Juni 2022 lalu setidaknya telah kembali ke Tanah Air terlebih dahulu. Kloter pertama ini kembali ke Indonesia pada Rabu 20 Juli 2022, dengan menggunakan pesawat bernomor SV 5268.
Begitu pula dengan kloter kedua dari Garut sebanyak lebih dari 400 orang telah kembali pada Senin 1 Agustus 2022 lalu. Kepala Seksi Pelayanan Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Garut Ahmad Rasyid Rida, mengatakan seorang jemaah haji yang kepulangannya sempat tertunda itu dijadwalkan untuk pulang bersama jemaah haji gabungan asal Ciamis-Pangandaran.
"Dijadwalkan pulang bersama jemaah haji dari Kloter 43, gabungan dari Ciamis-Pangandaran. Namun untuk detail informasinya kami harus menunggu konfirmasi kembali," kata Ahmad Rasyid Rida, kepada MNC Portal Indonesia, Rabu (3/8/2022).
Kasi Pelayanan Haji dan Umroh Kantor Kemenag Garut menjelaskan bahwa kepulangan jamaah haji asal Garut ini tidak bisa tergesa-gesa mengingat penyakit yang dideritanya.
"Tapi dari perkembangan terakhir, kondisinya mulai membaik. Jika memang bisa dinyatakan sehat, satu jamaah haji ini bisa dimasukan ke dalam Kloter 41, kloter jemaah dari Garut yang terakhir," ujarnya.
Ia menyebut jumlah jamaah Kloter 41 total hanya sebanyak 60 orang. Kloter ini dijadwalkan pulang ke Indonesia pada Rabu 10 Agustus 2022 pekan depan, dengan menggunakan pesawat bernomor SV 5338.