Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jamaah Indonesia Diminta Tak Paksakan Diri Mencium Hajar Aswad

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Jum'at, 05 Agustus 2022 |00:19 WIB
Jamaah Indonesia Diminta Tak Paksakan Diri Mencium Hajar Aswad
Ilustrasi jamaah mencium Hajar Aswad. (Foto: Dani Jumadil Akhir)
A
A
A

MAKKAH - Jamaah Indonesia diminta untuk tidak memaksakan diri mencium Hajar Aswad maupun menyentuh area Kakbah, Masjidil Haram. Protokol kesehatan (prokes) harus tetap diutamakan bagi jamaah umrah Indonesia.

"Kita anjurkan untuk tetap menghindari, tidak berdesak-desakan. Tidak memaksakan diri untuk mencium Hajar Aswad kalau ada kerumunan desak-desakan," ujar Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Makkah M Imran di Makkah, Kamis (4/8/2022).

Imran menambahkan, pada dasarnya seluruh jamaah Indonesia sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis lengkap, baik jamaah haji maupun umrah. Hal ini cukup melindungi jamaah haji dari paparan Covid-19.

"Jamaah kita kan sudah divaksin dua kali ya. Jadi vaksin lengkap, Insya Allah terlindungi," katanya.

 Baca juga: Kloter Terakhir Jamaah Tinggalkan Makkah, Kini Operasional Haji 2022 Terfokus di Madinah

Imran mengingatkan kepada seluruh jamaah umrah untuk tetap mematuhi prokes saat melakukan ibadah, khususnya di area sekitar Kakbah pasca-dibukanya pagar pembatas.

"Jadi prokes tetap diterapkan, cuci tangan, menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun atau pakai hand sanitizer. Kemudian sedapat mungkin menghindari kerumunan kalau misalnya terjadi kepadatan di Hajar Aswad atau Multazam mungkin bisa mengambil jarak tertentu untuk menghindari kerumunan," tukasnya.

Diketahui, pagar pembatas di sekitar Kakbah, Masjidil Haram kembali dibuka pada Rabu (3/8/2022) dini hari waktu Arab Saudi (WAS).

Keputusan ini diumumkan oleh Presiden Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Abdulrahman bin Abdulaziz Al-Sudais.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement