Share

Irfan Hakim Sedih Antar Putri Kembarnya Masuk Pesantren, Ini 9 Tips Orangtua Tenang Lepas Anaknya Mondok

Hantoro, Jurnalis · Selasa 09 Agustus 2022 07:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 09 614 2644375 irfan-hakim-sedih-lepas-putri-kembarnya-masuk-pesantren-ini-9-tips-orangtua-tenang-lepas-anaknya-mondok-raHbl3OfBb.jpg Irfan Hakim penuh haru lepas dua putri kembarnya masuk pondok pesantren. (Foto: TikTok @75irfanhakim)

PRESENTER kondang Irfan Hakim baru saja mengantar putri kembarnya, Rakana Hakim dan Raina Hakim, masuk pondok pesantren. Lewat unggahan TikTok, ia membagikan momen penuh haru saat mengantar dua putrinya itu langsung mondok di ponpes.

"Senyumnya membuatku tersenyum. Tawanya menular. Hatinya murni dan sejati. Di atas segalanya saya senang dia adalah putri saya. Semangat menempuh pendidikan di pesantren nak," tulis Irfan Hakim dalam keterangan video unggahannya.

Terkait hal tersebut, ada tips supaya para orangtua Muslim tenang dan ikhlas melepas anaknya tinggal di pondok pesantren. Berikut 9 di antaranya, seperti diungkapkan pengamat keluarga dari Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung Ustadz Abdul Qodir Zaelani, disitat dari nu.or.id.

Baca juga: 9 Tips Betah di Pesantren untuk Santri Baru, Salah Satunya Dekat dengan Kiai 

1. Pastikan kredibilitas pesantren

Saat akan memasukkan anaknya ke pesantren, orang tua harus memastikan dulu kredibilitas pesantren dengan mencari informasi pesantren yang akan dipilih dari berbagai sisi. Jangan hanya tergiur dengan fasilitas fisiknya saja, namun lebih dari itu, kurikulum dan paham keislamannya juga harus diperhatikan.

"Jangan hanya ikut-ikutan tren. Harus mempelajari dan menyelisik informasi yang utuh terhadap pesantren sehingga bisa melihat pesantren yang dituju dari berbagai sisi," ungkapnya.

Irfan Hakim penuh haru lepas dua putri kembarnya masuk pondok pesantren. (Foto: TikTok @75irfanhakim)

2. Beri tahu anak beberapa tahun sebelumnya

Ayah bunda harus mengomunikasikan kepada anak beberapa tahun sebelum waktunya mondok di pesantren. Jelaskan kepada anak kenapa harus mondok, apa dan di bagaimana pentingnya mondok, dan hal lainnya yang memicu anak untuk pergi ke pondok. Hal ini akan memberi gambaran pada anak tentang mondok di pesantren.

"Komunikasi tersebut dikuatkan dengan informasi pondok bisa melalui Youtube atau langsung ke pondok pesantren yang akan dituju. Tujuannya, keputusan anak untuk pesantren bersifat intrinsik. Sehingga, ketika kita tawarkan anak untuk mondok, dengan sendirinya ia akan mengatakan “saya mau mondok," terangnya.

Jika anak mondok di pesantren karena kesadaran dirinya sendiri, maka mental anak sudah terbangun dan apa pun aturan yang diberikan pondok akan dijalani semaksimal mungkin. Ini tentu akan menjadikan ayah bunda tenang.

Baca juga: Jelang Hari Santri 2022, Kemenag: Digelar untuk Tingkatkan Rasa Memiliki Indonesia 

3. Harus ikhlas

Bila anak sudah masuk di pesantren, maka ayah bunda harus mengikhlaskannya meskipun terasa berat. Apalagi jika orangtua belum pernah merasakan mondok di pesantren. Ayah Bunda juga harus siap memasrahkan sepenuhnya anaknya kepada pesantren untuk dididik.

"Salah satu kepasrahan orangtua adalah percayakan sepenuhnya pengajaran dan pendidikan pesantren kepada anak. Karena ikhlas sepenuh hati tanpa beban, dan pasrah sepenuhnya kepada pondok untuk mendidik anak kita, merupakan hal penting bagi orang tua," paparnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

4. Beri nafkah

Berilah nafkah anak yang di pondok dengan nafkah yang halal dan proporsional. Dengan nafkah yang halal, maka insya Allah darah yang mengalir akan membawa berkah untuk anak.

Baca juga: Jadwal Sholat Hari Ini Selasa 9 Agustus 2022M/11 Muharram 1444H 

5. Selalu mendoakan

Jika merasa kangen begitu berat, maka ayah bunda bisa selalu mendoakan untuk anak. Begitupun ketika anak tidak betah dan terdapat beragam masalah yang terjadi di pondok, maka bisa dirutinkan doa setiap habis sholat untuk anak.

Baca juga: Dzikir Pagi Hari Ini: Membuka Jalan Rezeki Halal hingga Meraih Ilmu Bermanfaat 

6. Kirim makanan untuk anak dan teman-temannya

Sebaiknya bagi ayah bunda yang akan mengirim makanan ataupun oleh-oleh ke pondok pesantren, disiapkan juga untuk teman-temannya.

"Setidaknya berbagi makanan yang diberikan orangtua kepada teman-teman anak kita di pondok. Karena hal tersebut akan membantu anak kita, ketika keadaan sulit, temannya pun insya Allah akan menolongnya," ungkapnya.

7. Selalu berkomunikasi

Jaga komunikasi sesuai aturan pesantren dan terus beri motivasi untuk semangat belajar di pesantren terlebih saat pulang. Tanamkan kepada anak bahwa pesantren adalah pilihan terbaik bagi anak untuk masa depannya kelak, seperti melatih kemandirian dan disiplin diri.

"Terus beri semangat kepada anak untuk menimba ilmu di pesantren, serta tanamkan keikhlasan kepada anak selama di pondok pesantren," imbaunya.

Baca juga: Abu Nawas Antar Bebek Panggang untuk Raja, tapi Kok Kakinya Cuma Satu? 

8. Terus biayai kebutuhan anak

Ayah bunda harus terus berikhtiar dan berusaha semaksimal mungkin untuk membiayai kebutuhan anak di pesantren. Tentu dalam perjalanannya, kendala dana dan lainnya kadang datang kepada orangtua.

"Dengan ikhtiar yang maksimal, dan kemauan anak belajar maksimal di pesantren, insya Allah akan membawa kebaikan dan kemudahan bagi orangtua dan anak," ujarnya.

Baca juga: Pesan Haru dan Menyentuh Irfan Hakim Antar Putri Kembarnya Masuk Pesantren 

9. Komunikasi dengan pengasuh pesantren

Terus jalin komunikasi vertikal dengan doa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan juga komunikasi horizontal dengan pengurus serta pengasuh pondok pesantren untuk mengetahui perkembangan anak dalam pendidikan. Dengan komunikasi yang lancar dan baik, maka jika ditemui kendala bisa diselesaikan dengan cepat dan baik.

Demikian penjelasan tentang tips supaya orangtua Muslim tetap tenang ketika anaknya tinggal di pondok pesantren. Allahu a'lam bisshawab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini