Sholawat nariyah disusun oleh ulama asal Maroko yaitu Syekh Ahmad At-Tazi al-Maghribi. Seorang muhaddits asal Maroko, Syekh Abdullah al-Ghummari mengatakan penamaan "Nariyah" disebabkan terjadi tashif atau perubahan dari kata yang sebenarnya "Taziyah".
Hal ini dikarenakan keduanya memiliki kemiripan dalam tulisan Arab, yaitu النارية dan التازية yang berbeda pada titik huruf.
Adapun di negeri asalnya, Maroko, sighat sholawat ini lebih dikenal masyarakat setempat dengan sholawat taziyah, merujuk pada nama kota sang muallif (pengarang).
Ketua PCNU Kota Surabaya HA Muhibbin Zuhri mengatakan barang siapa rutin membaca sholawat nariyah setiap bakda sholat maka akan dijamin rezekinya tidak terputus oleh Allah Subhanahu wa ta'ala.
Dijelaskan, sholawat merupakan pembuka hijab (penghalang) bagi seorang hamba kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.
"Jadi siapa yang ingin doanya cepat dikabulkan, hendaknya dia memuji Allah dan bersholawat kepada Rasulullah dalam setiap doanya baik ketika pembukaan maupun penutup. Biasanya orang berdoa didahului kalimat Alhamdulillah dan bersholawat," terangnya kepada Okezone beberapa waktu lalu.
Wallahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)