11. Fitnah merajalela. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, "Tidak akan terjadi hari kiamat hingga muncul berbagai fitnah, banyaknya kebohongan, dan berdekatannya pasar." (HR Ahmad)
12. Kematian mendadak. Dari Anas bin Malik, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, "Di antara dekatnya hari kiamat, hilal akan terlihat nyata sehingga dikatakan 'ini tanggal dua', masjid-masjid akan dijadikan jalan-jalan, dan munculnya (banyaknya) kematian mendadak."
13. Maraknya perzinaan. Dari Abdullah bin Amr berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, "Tidak akan datang hari kiamat hingga mereka melakukan zina di jalan seperti keledai." Aku bertanya, "Apakah ini sungguh akan terjadi?" Rasulullah menjawab, "Iya, sungguh ini akan terjadi." (HR Ibn Hibban, Al-Bazzar, dan At-Tabarani, hadis sahih)
14. Orangtua bergaya layaknya anak muda. Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu menuturkan, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, "Akan ada di akhir zaman satu kaum yang menyemir rambut mereka dengan warna hitam bagaikan dada burung merpati, mereka tidak akan pernah mencium harumnya surga." (HR Ahmad)
Kiamat sugra bisa terjadi kapan saja sesuai dengan ketentuan Allah Subhanahu wa ta'ala, begitu pula dengan kiamat kubra atau kiamat besar dengan berakhirnya alam semesta. Sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:
"Mereka menanyakan kepadamu (Nabi Muhammad) tentang kiamat, 'Kapan terjadi?' Katakanlah, 'Sesungguhnya pengetahuan tentangnya hanya ada pada Tuhanku. Tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk yang) di langit dan di bumi. Ia tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba.' Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Sesungguhnya pengetahuan tentangnya hanya ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui'." (QS Al Araf: 187)
Demikian penjelasan mengenai kiamat sugra. Semoga jelas dan bermanfaat. Allahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)