Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Abdullah ibnu Mas'ud, Pelayan Nabi yang Jadi Sumber Rujukan Bacaan Alquran

Hantoro , Jurnalis-Selasa, 11 Oktober 2022 |17:30 WIB
Kisah Abdullah ibnu Mas'ud, Pelayan Nabi yang Jadi Sumber Rujukan Bacaan Alquran
Ilustrasi kisah Abdullah ibnu Mas'ud sang pelayan Nabi yang jadi sumber rujukan bacaan Alquran. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

ALLAH Subhanahu wa ta'ala menurunkan kitab suci Alquran kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. Alquran menjadi bekal petunjuk dari zaman ke zaman hingga hari kiamat kelak, sehingga umat Islam dapat ikut berkembang dan mengikuti kemajuan zaman.

Dikutip dari mui.or.id, dalam menyiarkan agama Islam, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam mempunyai banyak sahabat, salah satunya yang sangat dekat adalah Abdullah ibnu Mas'ud. Ia merupakan Khadimul Nabi atau pelayan nabi dan juga sahabat yang pertama kali menjaharkan Alquran setelah Nabi.

BACA JUGA:Kisah Sahabat Nabi, Abdullah bin Ummi Maktum Buta Namun Iblis Sangat Takut 

Masa kecil Ibnu Mas'ud tidaklah istimewa. Ia tergolong orang yang kurang mampu sehingga bekerja menjadi seorang penggembala kambing dan membuatnya kurang bergaul di Kota Makkah hingga Ibnu Mas'ud masuk Islam. Hal inilah yang membuat dia menjadi pelayan Nabi sejak masih kecil hingga wafatnya Nabi Shallallahu alaihi wassallam.

Abdullah Ibnu Mas'ud mendapat beberapa keistimewaan di dalam Islam, di antaranya adalah ia menjadi sumber rujukan Qira’at atau bacaan Alquran dan ia juga menjadi salah satu sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits-hadits Nabi Shallallahu alaihi wassallam. 

Kisah Abdullah ibnu Mas'ud pelayan Nabi yang jadi rujukan bacaan Alquran. (Foto: Pexels/Pixabay)

Dikutip dari nu.or.id, Dalam satu hadits riwayat Ibnu Majah dan Ahmad, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam bersabda, "Barang siapa yang ingin membaca Alquran yang baik seperti pertama kali turun maka bacalah seperti bacaan Abdullah bin Mas'ud."

Abdullah ibnu Mas'ud termasuk dari golongan assabiqunal awwalun (sahabat yang pertama masuk Islam). Beberapa saat setelah masuk Islam, Abdullah ibnu Mas’ud mengajukan diri menjadi pelayan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam.

BACA JUGA:Kisah Sahabat Nabi Gugur saat Berperang, Belum Pernah Sholat tetapi Masuk Surga 

Permohonannya pun dikabulkan Nabi. Maka sejak itu, interaksi Ibnu Mas'ud dengan Nabi begitu intens. Dia selalu mendampingi ke mana pun Nabi pergi. Ia juga selalu menyediakan segala kebutuhan Nabi, mulai air mandi hingga membawakan sandal dan siwak. Bahkan, kerap kali masuk ke kamar Nabi untuk sekadar mengurus tempat tidurnya.

Dikarenakan selalu mendampingi Nabi, Abdullan ibnu Mas'ud menjadi salah satu dari sedikit sahabat yang langsung mengumpulkan dan belajar Alquran langsung dari Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. 

Di samping itu, Abdullah ibnu Mas'ud memiliki kecerdasan dan ingatan yang kuat sehingga ia mengetahui betul kapan, di mana, dan kepada siapa (asbabun nuzul) sebuah ayat diturunkan. Maka tidak heran jika Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam menyerukan kepada orang-orang untuk belajar Alquran –salah satunya— kepada Abdullah ibnu Mas'ud.

"Ambillah Alquran itu dari empat orang yaitu dari Abdullah bin Mas'ud, Salim, Mu'adz bin Jabal, dan Ubay bin Ka'ab," kata Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam.

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam suka meminta Abdullah ibnu Mas'ud untuk membacakan Alquran untuknya. Selain untuk mengecek bacaan Alquran sahabatnya itu, Nabi juga suka dengan suara Abdullah ibnu Mas'ud yang begitu merdu.

Terlepas dari itu semua, Abdullah ibnu Mas'ud adalah sahabat yang pemberani. Setelah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam, ia tercatat sebagai orang pertama yang membacakan Alquran dengan terang-terangan di hadapan kaum musyrik Quraisy.

Dalam Sirah Nabawiyah (Ibnu Hisyam, 2018) dikisahkan, suatu ketika para sahabat berkumpul dan melontarkan pertanyaan perihal siapa yang berani membacakan Alquran di hadapan kaum musyrik Quraisy secara terang-terangan. Mengingat saat itu orang-orang Quraisy belum pernah mendengarkan Alquran secala langsung.

Seketika itu juga Abdullah ibnu Mas’ud langsung menawarkan diri untuk menjadi pembaca Alquran di hadapan musuh-musuh Islam. Para sahabat lainnya awalnya tidak sepakat karena khawatir Abdullah ibnu Mas’ud akan dicelakai. 

Mereka ingin orang yang membacakan Alquran secara terang-terangan adalah sahabat yang keluarganya bisa melindunginya jikalau kaum musyrik berbuat jahat kepadanya.

Abdullah ibnu Mas'ud masih keukeh. Ingin menjadi pembaca Alquran di hadapan kaum musyrik Quraisy. Dia meyakinkan bahwa pelindungnya adalah Allah Subhanahu wa ta'ala. Para sahabat lainnya akhirnya menyetujui permintaan Abdullah ibnu Mas’ud tersebut.

Esok harinya Abdullah ibnu Mas'ud datang ke Maqam Ibrahim saat waktu dhuha. Ketika itu orang-orang musyrik Quraisy tengah duduk-duduk di sekitaran Kakbah. Di hadapan mereka, Abdullah ibnu Mas'ud langsung membacakan Surat Ar-Rahman dengan suara merdu nan lantang.

Beberapa orang terpesona ketika mendengar bacaan Alquran dari Abdullah ibnu Mas'ud. Setelah mendengar beberapa ayat, orang-orang Quraisy mulai sadar perihal apa yang dibaca Abdullah ibnu Mas'ud. Mereka kemudian mendatangi dan memukuli Abdullah ibnu Mas'ud.

Usai kejadian itu, Abdullah ibnu Mas'ud mendatangi para sahabat dengan muka babak belur dan berdarah. Apa yang dikhawatirkan para sahabat terhadap Abdullah ibnu Mas'ud menjadi kenyataan.

Akan tetapi, Abdullah ibnu Mas'ud tidak gentar sama sekali. Ia bahkan menawarkan diri lagi untuk membacakan Alquran secara terang-terangan di hadapan kaum musyrik keesokan harinya. 

"Jika kalian mau, besok pagi aku akan melakukan hal yang sama," kata Abdullah ibnu Mas'ud.

"Tidak. Engkau sudah cukup. Engkau telah memperdengarkan kepada mereka sesuatu yang tidak mereka sukai," jawab para sahabat mencegah Abdullah ibnu Mas'ud.

Abdullah ibnu Mas'ud juga banyak meriwayatkan hadits. Ada sekira 840 hadits yang diriwayatkannya dari Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam.

Ali bin Abi Thalib memuji Abdullah ibnu Mas'ud sebagai sahabat ahli ilmu. Ia begitu menguasai Alquran dan seluk-beluknya serta meriwayatkan banyak hadits.

Abdullah ibnu Mas'ud meninggal dunia saat kekhalifahan Utsman bin Affan, tepatnya tahun ke-32 Hirjiyah saat usianya 65 tahun.

Wallahu a'lam bisshawab

(Hantoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement