Share

Kemenag Buka Pendaftaran 1.000 Beasiswa Non-Gelar untuk Guru Agama, Simak Caranya

Hantoro, Jurnalis · Rabu 12 Oktober 2022 09:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 12 614 2685329 kemenag-buka-pendaftaran-1-000-beasiswa-non-gelar-untuk-guru-agama-simak-caranya-VUHyF1NmO9.jpg Ilustrasi Kemenag buka pendaftaran 1.000 beasiswa untuk guru agama. (Foto: Dok Okezone/Arif Julianto)

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) membuka pendaftaran beasiswa non-gelar bagi guru agama dan pengawas pendidikan agama. Kesempatan mendapatkan beasiswa ini juga diberikan kepada pengembang teknologi pembelajaran dan pegawai Kemenag.

"Untuk angkatan pertama, kami siapkan 1.000 kuota beasiswa non-gelar untuk tahun 2022. Ini menjadi bagian dari program Beasiswa Indonesia Bangkit," terang Juru Bicara Kemenag Anna Hasbie di Jakarta, Selasa 11 Oktober 2022, dikutip dari Kemenag.go.id.

BACA JUGA:Musibah Tembok Roboh MTsN 19, Kemenag Beri Santunan untuk Para Korban 

Dia menjelaskan, program non-gelar ini mengusung tema "Peningkatan Kompetensi Digital bagi Guru dan Tenaga Kependidikan". Program ini bertujuan memberikan penguatan penguasaan teknologi bagi para penerima beasiswa untuk merancang dan mengembangkan pembelajaran modern.

Ia melanjutkan, ada dua indikator capaian pembelajaran yang diharapkan dari program ini. Pertama, peserta program memiliki pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan memanfaatkan kerangka kerja TPACK (Technology, Pedagogy, and Content Knowledge) untuk merancang dan mengembangkan model pembelajaran modern abad 21.

Kedua, peserta program memiliki kompetensi keterampilan literasi teknologi dan sertifikasi penguasaan teknologi pendidikan untuk merancang dan menerapkan pembelajaran modern abad 21.

Sementara Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI) Kemenag Amrullah mengatakan program perkuliahan ini akan berlangsung selama 12 minggu atau 3 bulan. Biaya SPP serta Sertifikasi L1 dan L2 ditanggung oleh Program Beasiswa Indonesia Bangkit Kementerian Agama.

BACA JUGA:Kemenag Imbau Umat Islam Sholat Ghaib untuk Para Korban Tragedi Kanjuruhan 

"Setiap bulan, peserta program akan mendapat beasiswa berupa biaya hidup sebesar Rp1.400.000 dan bantuan biaya paket data sebesar Rp150.000," paparnya.

"Evaluasi peserta dilakukan setiap akhir bulan untuk melihat tingkat keaktifan dan pencapaian. Jika tidak memenuhi minimal 70 persen maka beasiswa akan dihentikan dan diberikan sanksi administratif," sambungnya. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Dia mengatakan, program beasiswa non-gelar ini dilaksanakan bekerja sama dengan Pradita University (https://pradita.ac.id). Mekanismenya melalui belajar mandiri dan daring. Adapun kurikulumnya terdiri dari:

1. Pelatihan Digital dan Growth Mindset dan Digital Education Soft Skill (4 minggu)

2. Moderasi Beragama (1 minggu)

3. Pelatihan Dasar Google Workspace for Education dan Kerangka TPACK (2 minggu)

4. Pelatihan Lanjutan Google Workspace for Education (1 minggu)

5. Lokakarya Merancang Materi Ajar Digital (1 minggu)

6. Pengayaan Materi Ajar menggunakan Inovasi Kreatif Digital (1 minggu)

7. Persiapan dan Latihan Sertifikasi Google Educator L1 (1 minggu)

8. Persiapan dan Latihan Sertifikasi Google Educator L2 (1 minggu)

"Pendaftaran beasiswa, dibuka secara online sejak 10 sampai 21 Oktober 2022 melalui https://pendaftaran-beasiswa.kemenag.go.id/login. Seleksi Administrasi dan Asesmen dilakukan 22–24 Oktober 2022, dan diumumkan hasilnya pada 25 Oktober 2022," terangnya.

"Adapun program perkuliahannya berlangsung dari 7 November 2022 sampai 28 Januari 2023," pungkasnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini