3. Memperbanyak sholawat
Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Surat Al Ahzab Ayat 56:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi Muhammad. Hai orang-orang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (QS Al Ahzab: 56)
Dikutip dari buku 'Kumpulan Shalawat Nabi Super-Lengkap' karya Ibnu Watiniyah, ayat tersebut menjelaskan bahwa setiap Muslim dianjurkan memperbanyak membaca sholawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam, terutama untuk menarik rezeki.
Salah satunya adalah Sholawat Adrikni (Adrikiyah):
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ قَـدْ ضَاقَتْ حِيْلَــتِى أَدْرِكْـنِى يَارَسُوْلَ اللّـهِ
Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammadin qod dhoqot hiilati adrikni yaa Rasulullah
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad. Sungguh sempit upayaku, temukanlah (tolonglah) aku, wahai Rasulullah."
4. Menjaga silaturahmi
Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:
وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
"… Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu." (QS An-Nisa': 1)
Kemudian dalam riwayat hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:
عَن ابْن شهاب أَخْبَرَنٍيْ أَنَس بْن مَالِك أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ – رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ
Artinya: "Diriwayatkan dari Ibnu Sihab (di mana) telah menginformasikan kepadaku Anas bin Malik radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda: Barang siapa yang suka diluaskan rezekinya dan dipanjangkan (sisa) umurnya, maka sambunglah (tali) kerabatnya." (HR Bukhari)
5. Sholat dhuha
Dari Nu'aim bin Hammar Al Ghothofaniy, beliau mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ
Artinya: "Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat rakaat sholat di awal siang (di waktu dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang." (HR Ahmad (5/286), Abu Dawud nomor 1289, At-Tirmidzi: 475, Ad-Darimi: 1451. Syekh Al Albani dan Syekh Syu'aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shahih)