Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apa Itu Hari Ayah dalam Islam?

Abu Sahma Pane , Jurnalis-Jum'at, 11 November 2022 |15:31 WIB
Apa Itu Hari Ayah dalam Islam?
Ilustrasi Hari Ayah dalam Islam. (Foto: Freepik)
A
A
A

APA itu Hari Ayah dalam Islam? Hari Ayah Nasional diketahui diperingati publik Tanah Air setiap tanggal 12 Desember. Lantas, bagaimana pandangan momen ini menurut syariat Islam? Berikut penjelasan lengkapnya.

Memperingati Hari Ayah Nasional sebagai wujud penghormatan kepada seluruh orangtua laki-laki. Peringatan ini juga sebagai salah momentum anak untuk mewujudkan kasih sayangnya ke bapak.

BACA JUGA:10 Ucapan Selamat Hari Ayah Nasional, Cocok untuk Status Medsos! 

Memperingati Hari Ayah Nasional bisa dilakukan di tengah kesibukan ayah sebagai orang yang menafkahi keluarga, sebagai imam keluarga, sebagai pendidik anak, dan lain-lain. Ia masih sempat mencurahkan kasih sayangnya kepada anak-anak. Sifat seperti ini sebenarnya merupakan teladan dari Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam.

Dilansir nu.or.id, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam adalah seorang yang sibuk mengurus pemerintahan, memimpin pasukan, menegakkan hukum, bernegosiasi dengan delegasi, mengajar para sahabat, menerima wahyu, dan mendakwahkan Islam, bahkan mengirim surat kepada para raja dan pemimpin dunia.

Namun di sela-sela kesibukannya, beliau ternyata seorang yang bertanggung jawab dan penuh perhatian kepada keluarga, kepada anak-istri, cucu, bahkan anak-anak di sekitarnya. Ia sosok pelindung dan seorang yang lemah-lembut terhadap keluarga. 

Info grafis sunah-sunah di hari Jumat. (Foto: Okezone)

Hal itu seperti yang diakuinya dalam salah satu hadits:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِي

"Yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik terhadap keluarga. Dan aku adalah yang terbaik kepada keluarga." (HR At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban)

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam juga sosok penyayang dan ramah kepada anak-anak. Hal ini diakui langsung oleh Anas ibn Malik yang kesehariannya lebih banyak bersama Nabi Muhammad, "Aku belum pernah melihat seseorang yang lebih sayang kepada keluarga selain Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam."

Keakraban Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam kepada mereka terlihat jelas dalam berbagai kesempatan. Pernah pada suatu ketika, ia mencium salah seorang cucunya, Al-Hasan ibn 'Ali. Kejadian itu disaksikan langsung oleh Al-Aqra' ibn Habis. Al-Aqra' pun berkomentar, "Aku memiliki sepuluh orang anak, tapi tak ada satu pun yang biasa kucium."

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam menoleh ke arahnya dan menjawab, "Siapa yang tidak sayang, maka tak disayang." (HR Bukhari dan Muslim)

BACA JUGA:10 Link Twibbon Hari Ayah Nasional 2022 dan Cara Membuatnya 

Mungkin Al-Aqra' menduga bahwa laki-laki yang berkarakter kuat adalah mereka yang tidak dekat dengan anak-anak. Namun, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam dengan tegas menepis dugaan itu, sehingga spontan melontarkan jawaban, "Siapa yang tidak sayang, maka tak disayang."

Jawaban itu jelas menunjukkan sikap beliau yang sangat luhur, penyayang, ramah anak, dan tentunya sangat layak diteladani para ayah pada Hari Ayah Nasional ini. Keluhuran, ketawadukan, dan kerendahan hati Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam benar-benar tak bisa dibandingkan dengan siapa pun. Berkat keluhurannya, beliau tidak sungkan membaur dan bergaul dengan anak kecil. 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement