Pernah suatu saat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam menghibur anak Ummu Sulaim bernama Abu Umair yang menangis karena kematian burung kesayangannya. Bentuk lain kasih sayang dan kelembutan Rasulullah kepada anak-anak adalah tidak membebani mereka di luar kemampuan.
Disebutkan saat Perang Uhud, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam kedatangan sejumlah anak yang ingin ikut berperang. Namun, ia menolak karena mereka masih kecil. Mereka adalah ‘Abdullah ibn ‘Umar ibn al-Khathab, Usamah ibn Zayd, Usaid ibn Zhuhair, Zayd ibn Tsabit, Zayd ibn Arqam, ‘Arabah ibn Aus, ‘Amr ibn Hazm, Abu Sa‘id al-Khudri, dan Sa‘d ibn Habah.
Dalam kesempatan lain, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bahkan tidak ragu untuk meminta air dan membasuh air pipis anak kecil. Perhatian dan perlindungan Rasulullah terhadap anak-anak ini bukan sekadar perlakuan sepintas dan sewaktu-waktu, melainkan berlangsung berulang-ulang, sampai-sampai anak-anak kecil kerap menemui Rasul sepulang bepergian dan mengajaknya bermain atau bergurau dengan mereka. Nabi seakan tidak punya keperluan atau kesibukan selain bermain dengan anak-anak (Lihat: Raghib al-Sirjani, Nabi Kaum Mustad‘afin, 2011, [Jakarta: Zaman], halaman 38)
Kasih sayang dan kelembutan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bahkan jauh melebihi kasih sayang dan kelembutan seorang ayah kepada anaknya. Pernah pada suatu saat Abu Bakar meminta izin untuk datang ke rumah Nabi. Namun setiba di sana, ia mendengar suara keras putrinya, ‘Aisyah radliyallahu ‘anha, kepada suaminya. Begitu masuk, Abu Bakar langsung meraih tangan putrinya dan bermaksud menamparnya, sambil berkata, "Tadi aku mendengarmu membentak Rasulullah."
Namun, niatnya itu segera dihalangi oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Abu Bakar pun akhirnya pulang membawa kekesalan. Sementara setelah ayah mertuanya pulang, Rasulullah bertanya kepada istrinya, Aisyah, "Bagaimana menurutmu tentangku yang telah menyelamatkanmu dari pria itu?"
Selama beberapa hari Abu Bakar pun tidak bicara, sampai kembali meminta izin mendatangi Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam dan mendapati keduanya sudah kembali rukun. Beliau berkata kepada keduanya, "Bawalah aku dalam kedamaian kalian berdua sebagaimana kalian membawaku dalam pertengkaran kalian." Rasulullah menjawab, "Sudah, sudah kami lakukan."