Share

3 Hadits Nabi tentang Ganjaran untuk Korban Meninggal Akibat Tertimpa Reruntuhan Gempa

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 30 November 2022 09:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 30 330 2717563 3-hadits-nabi-tentang-ganjaran-untuk-korban-meninggal-akibat-tertimpa-reruntuhan-gempa-DLV5D6sn5c.jpg Ilustrasi hadits Nabi tentang ganjaran untuk korban meninggal akibat tertimpa reruntuhan gempa. (Foto: Antara)

GEMPA Cianjur terjadi pada Senin 21 November 2022. Hingga kini, Rabu (30/11/2022), tercatat ada 327 korban meninggal dunia dan 13 orang masih hilang akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Hal tersebut tentu menyisakan luka dan duka yang mendalam bagi para korban gempa, khususnya keluarga yang ditinggalkan. Namun terlepas dari itu, Allah Subhanahu wa ta'ala telah menyiapkan ganjaran yang setimpal bagi orang-orang yang meninggal karena gempa.

BACA JUGA: Tercatat 327 Kali Gempa Susulan di Cianjur, BMKG: Frekuensi Semakin Jarang 

Dikutip dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), para korban meninggal dunia akibat gempa insya Allah wafat dalam keadaan syahid akhirat. Tidak ada ganjaran terbesar yang menjadi impian seorang Muslim kecuali meninggal dalam keadaan syahid.

Hal ini berdasarkan penjelasan beberapa hadits Nabi Shallallahu alaihi wassallam terkait kriteria orang yang mati syahid, salah satunya orang yang meninggal tertimpa reruntuhan gempa. Di antaranya: 

Gempa Cianjur. (Foto: Istimewa)

1. Hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu:

"Orang yang mati syahid ada lima, yakni orang yang mati karena tha'un (wabah), orang yang mati karena menderita sakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang mati karena tertimpa reruntuhan, dan orang yang mati syahid di jalan Allah." (HR Bukhari nomor 2617 dan Muslim: 3538)

BACA JUGA:Jadwal Sholat Hari Ini Rabu 30 November 2022M/6 Jumadil Awal 1444H 

2. Hadits riwayat Abu Dawud dari sahabat Jabir bin 'Atik radhiyallahu anhu:

"Mati syahid selain terbunuh di jalan Allah ada tujuh, yaitu orang yang meninggal karena terkena wabah adalah syahid, orang yang meninggal karena tenggelam adalah syahid, orang yang punya luka pada lambung lalu meninggal adalah syahid, orang yang meninggal karena penyakit perut adalah syahid, orang yang meninggal karena kebakaran adalah syahid, orang yang meninggal tertimpa reruntuhan adalah syahid, dan seorang wanita yang meninggal karena melahirkan (dalam keadaan nifas atau dalam keadaan bayi masih dalam perutnya) adalah syahid." (HR Abu Dawud nomor 2704) 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

3. Hadits riwayat An-Nasa'i dari sahabat Abdullah bin Jabr radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

"Tidaklah kalian menganggap syahid kecuali orang yang terbunuh di jalan Allah. Sungguh orang-orang yang syahid jika demikian hanya sedikit. Padahal terbunuh di jalan Allah adalah syahid, meninggal karena sakit perut adalah syahid, terbakar adalah syahid, tenggelam adalah syahid, orang yang tertimpa reruntuhan adalah syahid, orang yang mati karena gila adalah syahid, wanita yang meninggal karena melahirkan adalah syahid." (HR An-Nasa'i nomor 3143) 

 

Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam karyanya Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu menyebutkan bahwa syuhada (bentuk jamak dari syahid) dalam Islam itu terbagi menjadi tiga macam: Syahid dunia dan akhirat, syahid dunia, dan syahid akhirat. (Wahbah Az-Zuhaili, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, juz 2, halaman 1588)

Di antara yang mendapat status syahid akhirat adalah orang yang meninggal karena tertimpa reruntuhan gempa bumi. Adapun maksud dari syahid akhirat adalah mereka di dunia tetap dimandikan dan disholatkan sebagaimana orang biasa meninggal, namun di akhirat mereka mendapatkan pahala syahid.

Demikian penjelasan mengenai 3 hadits Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam tentang ganjaran untuk korban meninggal dunia akibat gempa, yakni wafat dalam keadaan syahid akhirat.

Wallahu a'lam bisshawab

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini