Share

Kisah Mukjizat Nabi Ibrahim, Tahan Dibakar Api hingga Bisa Membangun Kakbah

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 30 November 2022 07:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 30 614 2717536 kisah-mukjizat-nabi-ibrahim-tahan-dibakar-api-hingga-bisa-membangun-kakbah-q9EWZEydjA.jpg Ilustrasi kisah mukjizat Nabi Ibrahim Alaihissallam. (Foto: Freepik)

INILAH kisah mukjizat Nabi Ibrahim Alaihissallam. Setiap mukjizat yang diberikan oleh Allah Subhanhu wa Ta'ala kepada para nabi dan rasul menjadi peringatan tersendiri bagi umat manusia untuk senantiasa selalu bertakwa kepada-Nya. Misalnya hal luar biasa yang diterima oleh Nabi Ibrahim Alaihissallam.

Nabi Ibrahim Alaihissallam merupakan penghulu para nabi. Dari Nabi Ibrahim-lah lahir keturunan para nabi dan rasul. Nabi Ibrahim juga merupakan salah satu Ulul Azmi bersama Nabi Nuh, Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam.

BACA JUGA:Jadwal Sholat Hari Ini Rabu 30 November 2022M/6 Jumadil Awal 1444H 

Ulul Azmi adalah gelar atau sebutan bagi nabi dan rasul yang memiliki keteguhan dan kesabaran dalam berdakwah dan mengajak kaumnya beriman kepada Allah Subhanahu wa ta'ala meski harus dengan dihukum penguasa atau dimusuhi masyarakatnya kala itu.

Nabi Ibrahim Alaihissallam sendiri merupakan salah satu nabi yang tertulis namanya di dalam Alquran. Ia diutus Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk menyelamatkan manusia dari ketersesatan, termasuk Raja Namrud yang dikenal angkuh bahkan menganggap dirinya adalah Tuhan.

Sebagaimana telah Okezone himpun, kala itu Raja Namrud yang menguasai Babilonia Kuno –kini disebut Irak– bersama rakyatnya menyembah patung.

Saat itu semua bayi laki-laki harus dibunuh. Ibunda Nabi Ibrahim Alaihissallam yakni Amilah kemudian memasukan Ibrahim kecil ke sebuah gua agar tidak dibunuh para pengawal Raja Namrud.

Selama di dalam gua, atas seizin Allah Azza wa Jalla, Ibrahim kecil tidak kelaparan dan kehausan karena ibunya selalu bisa menyusui dan memberinya makan hingga dewasa. Ini merupakan mukjizat Nabi Ibrahim Alaihissallam.

Sementara dalam Tafsir Ibnu Katsir, dikisahkan dalam Alquran, Surat Al Anbiya Ayat 51, bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menganugerahkan hidayah kebenaran kepada Ibrahim sejak kecil. Ini juga salah satu mukjizat Nabi Ibrahim Alaihissallam yang menakjubkan.

وَلَقَدْ اٰتَيْنَآ اِبْرٰهِيْمَ رُشْدَهٗ مِنْ قَبْلُ وَكُنَّا بِهٖ عٰلِمِيْنَ

Artinya: "Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum (Musa dan Harun), dan adalah Kami mengetahui (keadaannya)."

Selain Ibrahim kecil dapat bertahan hidup selama di dalam gua, berikut ini adalah beberapa mukjizat lainnya yang diberikan Allah Subhanahu wa ta'ala kepada Nabi Ibrahim Alaihissallam yang sangat menakjubkan.

BACA JUGA:Khotbah Idul Adha Singkat: Mencontoh Keteladanan Nabi Ibrahim 

Mendapatkan Hidayah sejak Kecil

Nabi Ibrahim Alaihissallam sudah mendapat hidayah dan ilham kebenaran serta pengetahuan dari Allah Subhanahu wa ta'ala sebagai hujah atau pegangan untuk mendebat kaumnya yang menyembah berhala.

وَلَقَدْ اٰتَيْنَآ اِبْرٰهِيْمَ رُشْدَهٗ مِنْ قَبْلُ وَكُنَّا بِهٖ عٰلِمِيْنَ

Artinya: "Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum (Musa dan Harun), dan adalah Kami mengetahui (keadaan)-nya." (QS Al Ambiya: 51)

Selain itu diceritakan kisah-kisah lainnya yang menyangkut Nabi Ibrahim Alaihissallam. Semasa kecilnya, ayahnya pernah memasukkannya ke sebuah terowongan, saat itu ia masih menyusu.

Sesudah beberapa hari ayahnya membawa keluar sehingga Ibrahim dapat melihat bintang-bintang di malam hari dan juga makhluk-makhluk lainnya, maka Ibrahim melihat adanya kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta'ala. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Pasir Berubah Jadi Makanan

Mukjizat Nabi Ibrahim Alaihissallam lainnya yakni pasir yang dibawanya berubah jadi makanan. Peristiwa itu terjadi ketika Raja Namrud menyimpan makanan pokok dan orang-orang datang kepadanya untuk makanan itu. Lalu Raja Namrud mengirimkan sejumlah utusannya, mengundang Nabi Ibrahim untuk makanan tersebut.

Setelah terjadi perdebatan di antara keduanya, maka Nabi Ibrahim Alaihissallam tidak diberi makanan itu sedikit pun, sebagaimana orang-orang diberi makanan; bahkan dia keluar tanpa membawa makanan.

Ketika Nabi Ibrahim Alaihissallam telah berada di dekat rumah keluarganya, ia menuju ke suatu gundukan pasir, maka ia memenuhi kedua kantongnya dengan pasir itu, kemudian berkata, "Aku akan menyibukkan keluargaku dari mengingatku, jika aku datang kepada mereka."

Ketika datang, dia langsung meletakkan pelana kendaraannya yang berisikan pasir itu dan langsung bersandar, lalu tidur. Maka istrinya yaitu Sarah bangkit menuju ke arah kedua kantong tersebut, dan ternyata ia menjumpai keduanya dipenuhi oleh makanan yang baik.

Kemudian ketika Nabi Ibrahim Alaihissallam terbangun dari tidurnya, ia menjumpai apa yang telah dimasak oleh keluarganya, lalu ia bertanya, "Dari manakah kalian memperoleh semua ini?"

Sarah menjawab, "Dari orang yang engkau datang darinya." Maka, Nabi Ibrahim Alaihissallam menyadari bahwa hal tersebut merupakan rezeki dari Allah Subhanahu wa Ta'ala yang dianugerahkan kepadanya.

Tubuhnya Tidak Bisa Dibakar Api

Mukjizat Nabi Ibrahim Alaihissallam selanjutnya adalah dan yang paling menakjubkan, yakni tubuhnya tidak terbakar sedikit pun ketika dimasukkan ke api.

Saat itu Nabi Ibrahim Alaihissallam ditangkap Raja Namrud karena telah menghancurkan patung-patung sesembahan yang telah dianggapnya sebagai Tuhan mereka.

Nabi Ibrahim Alaihissallam kemudian diikat tubuhnya dilemparkan ke dalam api yang membara. Atas izin dan kuasa Allah Subhanahu wa Ta'ala, api tersebut tidak membahayakan Nabi Ibrahim sedikit pun terkecuali tali pengikat tubuhnya.

Dalam Alquran, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

قُلْنَا يَانَارُ كُوْنِيْ بَرْدًا وَّسَلٰمًا عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَۙ

Artinya: "Hai api, menjadi dinginlah dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim." (QS Al Anbiya: 69)

Saat itu Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan kepada api untuk tidak membakar tubuh Nabi Ibrahim Alaihissallam. Ketika berada di dalam kobaran api, Nabi Ibrahim ditemani sejumlah malaikat termasuk di antaranya Malaikat Jibril dan Malaikat Penjaga Awan.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Nabi Ibrahim Alaihissallam dimasukkan ke api selama 40 hari. Saat dilemparkan ke api, Nabi Ibrahim mengucapkan doa, "Cukuplah Allah bagiku, Dia adalah sebaik-baik pelindung." 

Membangun Kakbah

Salah satu peninggalan Nabi Ibrahim yang saat ini masih berdiri kukuh adalah Kakbah. Bangunan suci itu dibuat Nabi Ibrahim Alaihissallam bersama putranya Nabi Ismail atas perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala, dijadikan tempat beribadah bagi manusia yang beriman serta menjadi kiblat seluruh umat Islam di seluruh penjuru dunia.

Selain sebagai poros atau kiblat bagi umat Islam saat sholat, Kakbah juga menjadi tujuan utama dalam prosesi ibadah haji.

....إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبارَكاً وَهُدىً لِلْعالَمِينَ (96) فِيهِ آياتٌ بَيِّناتٌ مَقامُ إِبْراهِيمَ وَمَنْ دَخَلَهُ كانَ آمِناً وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعالَمِينَ (97)

Artinya: "Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat ibadah) manusia ialah Baitullah (Kakbah) yang dibangun Nabi Ibrahim Alaihissallam di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam." (QS Ali Imran: 96–97)

Wallahu a'lam bisshawab

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini