Menurut Imam As-Suyuthi dalam kitab Lubabun Nuqul Fi Asbabin Nuzul, peristiwa tersebut merupakan asbabun nuzul atau alasan dari turunnya dari kedua surat itu. Surat ini dianjurkan untuk selalu dibaca sebagai permohonan perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dari segala kejahatan makhluk.
Perlu diketahui, surat Muawidzatain ini termasuk surat yang tidak ada bandingannya. Hal ini menurut hadits riwayat Imam Muslim melalui jalur 'Uqbah bin 'Amir:
عن عقبة بن عامر قال :قال رسول اللَّه صلّى اللَّه عليه وسلّم : «ألم تر آيات أنزلت هذه الليلة لم ير مثلهن قط : قُلْ : أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ وقُلْ : أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ». رواه مسلم وأحمد والترمذي والنسائي.
"Dari ‘Uqbah bin ‘Amir, ia berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda, 'Tidakkah kamu melihat ayat-ayat yang diturunkan malam ini? Tidak ada yang semisal dengannya, yakni qul a'udzu bi rabbin nas, dan qul a'udzu birabbil falaq." (HR Muslim, Ahmad, Tirmidzi, dan An-Nasa'i)
Tidak hanya itu, surat Muawidzatain ini dapat dijadikan sebagai obat dan penjagaan. Ini dijelaskan oleh Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir al-Munir bahwa surat Muawidzatain dapat berfungsi sebagai obat.
عن عائشة أن النبى – صلى الله عليه وسلم – كان إذا أوى إلى فراشه كل ليلة جمع كفيه ثم نفث فيهما فقرأ فيهما (قل هو الله أحد) و (قل أعوذ برب الفلق) و (قل أعوذ برب الناس) ثم يمسح بهما ما استطاع من جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلَّاتٍ َ
"Dari Aisyah radhiyallahu anha bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam jika pergi ke tempat tidur beliau setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangan beliau, kemudian beliau meniupkan dalam terbukanya dan membaca Surah Al Ikhlas, Surah Al Falaq, dan Surah An-Nas.