Share

Asbabun Nuzul Surat Al Isra Ayat 32 tentang Larangan Mendekati Zina

Hantoro, Jurnalis · Kamis 19 Januari 2023 13:48 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 19 330 2749291 asbabun-nuzul-surat-al-isra-ayat-32-tentang-larangan-mendekati-zina-KxXQAQd8QN.jpg Ilustrasi asbabun nuzul Surat Al Isra Ayat 32. (Foto: Freepik)

ASBABUN nuzul Surat Al Isra Ayat 32. Al Isra merupakan surat ke-17 dalam kitab suci Alquran. Surat ini memiliki arti "Perjalanan Malam" dan terdiri dari 111 ayat. Kemudian termasuk golongan Makkiyyah atau turun di Kota Makkah.

Dilansir laman Abusyuja, penamaan Surat Al Isra diambil dari lafadz al isra yang terdapat dalam permulaan ayatnya. Al Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam di malam hari dari mulai Masjidil Haram di Makkah sampai Masjidil Aqsha di Palestina. Hal ini juga menjadi isyarat bahwa Muslimin akan jadi umat yang besar.

BACA JUGA:Surat Al Isra Ayat 1-111 Bacaan Arab, Latin, Terjemahan, Buka di Alquran Digital Okezone 

Surah Al Isra juga dinamakan Bani Israil karena pada ayat kedua sampai ayat kedelapan serta sebelum akhir dari surat ini memuat tentang Bani Israil yang sebelumnya adalah bangsa yang sangat besar, namun kemudian dihinakan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala karena menyimpang dari ajaran-Nya.

Adapun hikmah yang terkandung dari dihubungkannya umat Islam dengan Bani Israil adalah agar umat Islam jangan berlaku seperti Bani Israil, yakni setelah masa kejayaannya, mereka menjadi ingkar kepada Tuhannya. 

Info grafis keutamaan membaca Surat Al Kahfi. (Foto: Okezone)

Berikut bacaan Surat Al Isra Ayat 32, sebagaimana terdapat dalam Alquran Digital Okezone.

وَلَا تَقۡرَبُوا الزِّنٰٓى اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً  ؕ وَسَآءَ سَبِيۡلًا

Latin: Wa laa taqrabuz zinaaa innahoo kaana faahishatanw wa saaa'a sabeelaa.

Artinya: "Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk." (QS Al Isra (17): 32)

BACA JUGA:8 Hukum Tajwid Surat Al Isra Ayat 32 Lengkap Bacaan, Arti, Maknanya soal Larangan Zina 

Asbabun Nuzul Surat Al Isra Ayat 32

Sebagaimana dijelaskan dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir, asbabun nuzul atau sebab-sebab turunnya Surat Al Isra Ayat 32 adalah ketika ada seorang pemuda yang datang kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam.

Pemuda itu meminta izin untuk melakukan zina. Sontak dengan tegas Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam pun melarangnya. Oleh karena itu, turunlah ayat ini. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Tafsir Surat Al Isra Ayat 32 

Dalam ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala melarang hamba-hamba-Nya mendekati zina. Maksudnya ialah melakukan perbuatan yang membawa pada perzinaan, seperti pergaulan bebas tanpa kontrol antara laki-laki dan perempuan, membaca bacaan yang merangsang, menonton tayangan sinetron dan film yang mengumbar sensualitas perempuan, serta merebaknya pornografi dan pornoaksi. Semua itu benar-benar merupakan situasi yang kondusif bagi terjadinya perzinaan.

Larangan melakukan zina diungkapkan dengan larangan mendekati zina untuk memberikan kesan yang tegas bahwa jika mendekati perbuatan zina saja sudah dilarang, apalagi melakukannya. Dengan pengungkapan seperti ini, seseorang akan dapat memahami bahwa larangan melakukan zina adalah larangan yang keras, sehingga benar-benar harus dijauhi.

Hal yang dimaksud dengan perbuatan zina ialah hubungan kelamin yang dilakukan oleh pria dengan wanita di luar pernikahan, baik pria ataupun wanita itu sudah pernah melakukan hubungan kelamin yang sah ataupun belum, dan bukan karena sebab kekeliruan.

Selanjutnya Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan alasan mengapa zina dilarang. Alasan yang disebut di akhir ayat ini ialah karena zina benar-benar perbuatan yang keji yang mengakibatkan banyak kerusakan, di antaranya:

1. Merusak garis keturunan, karena mengakibatkan seseorang akan menjadi ragu terhadap nasab anaknya, apakah anak yang lahir itu keturunannya atau hasil perzinaan.

Dugaan suami bahwa istrinya berzina dengan laki-laki lain mengakibatkan timbulnya berbagai kesulitan, seperti perceraian dan kesulitan dalam pendidikan dan kedudukan hukum si anak.

Keadaan seperti itu menyebabkan terganggunya pertumbuhan jiwa anak dan menghancurkan tatanan kemasyarakatan.

2. Menimbulkan keguncangan dan kegelisahan dalam masyarakat, karena tidak terpeliharanya kehormatan. Betapa banyaknya pembunuhan yang terjadi dalam masyarakat yang disebabkan karena anggota masyarakat itu melakukan zina.

3. Merusak ketenangan hidup berumah tangga. Nama baik seorang perempuan atau laki-laki yang telah berbuat zina akan ternoda di tengah-tengah masyarakat. Ketenangan hidup berumah tangga tidak akan pernah terjelma, dan hubungan kasih sayang antara suami istri menjadi rusak.

4. Menghancurkan rumah tangga. Istri bukanlah semata-mata sebagai pemuas hawa nafsu, akan tetapi sebagai teman hidup dalam berumah tangga dan membina kesejahteraan rumah tangga.

Oleh karena itu, apabila suami sebagai penanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, maka si istri adalah sebagai penanggung jawab dalam memeliharanya, baik harta maupun anak-anak dan ketertiban rumah tangga itu. Jadi jika si istri atau suami ternoda karena zina, kehancuran rumah tangga itu sukar untuk dielakkan lagi.

5. Merebaknya perzinaan di masyarakat menyebabkan berkembangnya berbagai penyakit kelamin seperti sifilis (raja singa). Di samping itu, juga meningkatkan penyebaran penyakit AIDS atau penyakit yang menghancurkan sistem kekebalan tubuh (immunity) penderitanya, sehingga dia akan mati perlahan-lahan.

Secara singkat dapat dikemukakan bahwa perbuatan zina adalah perbuatan yang sangat keji, menyebabkan hancurnya garis keturunan, menimbulkan keguncangan dan kegelisahan dalam masyarakat, merusak ketenangan hidup berumah tangga, menghancurkan rumah tangga itu sendiri, serta merendahkan martabat manusia.

Jika perbuatan itu dibiarkan merajalela di tengah-tengah masyarakat berarti manusia sama derajatnya dengan binatang.

Surat Al Isra Ayat 32 ini mengandung larangan berbuat zina dan isyarat akan perilaku orang-orang Arab Jahiliah yang berlaku boros. Perzinaan adalah penyebab keborosan.

Wallahu a'lam bisshawab

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini