Share

Ustadz Adi Hidayat Ungkap 2 Syarat Diterimanya Amal Ibadah, Apa Saja?

Kevi Laras, Jurnalis · Rabu 25 Januari 2023 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 25 330 2752683 ustadz-adi-hidayat-ungkap-2-syarat-diterimanya-amal-ibadah-apa-saja-FSzXIXzmRt.jpg Ustadz Adi Hidayat ungkap dua syarat diterimanya amal ibadah. (Foto: YouTube Adi Hidayat Official)

BAGI kaum Muslimin menjalankan setiap amal ibadah menjadi suatu kewajiban demi meraih pahala dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Namun ternyata ada syarat-syarat agar amalan yang dikerjakan bisa diterima Allah Ta'ala.

Dai muda Ustadz Dr Adi Hidayat Lc MA mengatakan ada dua syarat agar amal salih yang dilakukan bisa diterima Allah Subhanahu wa Ta'ala. Masing-masing adalah tata cara melaksanakannya dengan benar dan ikhlas.

BACA JUGA:Kapan Batas Waktu Sholat Isya? Ini Kata Ustadz Adi Hidayat 

Info grafis sunah-sunah di hari Jumat. (Foto: Okezone)

Salah satu amalan wajib umat Islam adalah beribadah sholat lima waktu. Dalam setiap sholat, tentu ada aturan, mulai sebelum hingga sesudahnya. Di antaranya wudhu, melakukan gerakan dengan tumaninah, hingga membaca surat-surat Alquran.

"Penting untuk kita Ingatkan kembali bahwa syarat penerima ibadah setidaknya yang pertama adalah benar dalam tata cara pelaksanaannya," jelas Ustadz Adi Hidayat, dikutip dari kanal YouTube Ceramah Pendek, Rabu (25/1/2023).

BACA JUGA:Sholat Dzuhur dan Ashar Tidak Bersuara, Ustadz Adi Hidayat Ungkap Alasannya 

Ia mengingatkan agar harus selalu memahami bagaimana tata cara pelaksanaan ibadah yang dilakukan. Sebab, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam saja menegur sahabatnya hingga diulangi berkali-kali, bagaimana dengan orang biasa pada zaman sekarang.

"Orang-orang yang salah menjalankan sholat, jangankan kita, sahabat Nabi saja diminta untuk diulang sampai sempurna," kata Ustadz Adi Hidayat menambahkan. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Lebih lanjut, syarat kedua yaitu ikhlas. Hal ini sekilas dianggap mudah. Faktanya, keihklasan dari hati cukup berat. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ إِلاَّ مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا وَاْبتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ

"Sesungguhnya Allah tidak akan menerima suatu amalan, kecuali (amalan) yang ikhlas dan mengharapkan wajah Allah semata." (HR An-Nasa'i nomor 3140, dari sahabat Abu Umamah al-Bahili radhiyallahu anhu. Hadits ini dinilai hasan oleh Syekh Al Albani dalam kitab Shahih Sunan An-Nasa'i)

Menurut Ustadz Adi Hidayat, keikhlasan datang dari bagaimana niat dan hati seseorang. "Syarat kedua diterimanya ibadah oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala yaitu keikhlasan. Saya mau mohon izin, contoh taklim kita ini saja harus ikhlas hadir ke sini," paparnya.

Wallahu a'lam bisshawab

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini