Ibnu Rajab menyebutkan keterangan Mu'alla bin Al Fadhl (ulama tabi' tabiin) yang mengatakan:
كانوا يدعون الله تعالى ستة أشهر أن يبلغهم رمضان يدعونه ستة أشهر أن يتقبل منهم
"Dulu para sahabat selama enam bulan sebelum datang Ramadhan, mereka berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan. Kemudian selama enam bulan sesudah Ramadhan, mereka berdoa agar Allah menerima amal mereka selama bulan Ramadhan." (Lathaif Al Ma'arif, halaman 264)
Selanjutnya ada satu doa yang dianjurkan dibaca ketika masuk bulan Ramadhan. Doa itu adalah amalan melihat hilal.
Akan tetapi sejatinya doa ini adalah doa umum, berlaku untuk semua awal bulan, ketika seseorang melihat hilal dan tidak khusus untuk bulan Ramadhan.
Adapun lafadz doa tersebut adalah:
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ
"Allahu akbar, ya Allah jadikanlah hilal itu bagi kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan Islam, dan membawa taufik yang membimbing kami menuju apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai. Tuhan kami dan Tuhan kamu (wahai bulan), adalah Allah." (HR Ahmad nomor 888, Ad-Darimi dalam Sunannya nomor 1729, dan dinilai shahih oleh Syekh Syua'ib Al Arnauth dalam Ta'liq Musnad Ahmad, 3/171)
Wallahu a'lam bisshawab.
(RIN)
(Rani Hardjanti)