Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Syarat Sah Sholat Jumat, Benarkah Minimal Diikuti 40 Orang?

Hantoro , Jurnalis-Jum'at, 05 Mei 2023 |18:05 WIB
5 Syarat Sah Sholat Jumat, Benarkah Minimal Diikuti 40 Orang?
Ilustrasi syarat sah Sholat Jumat. (Foto: Arif Julianto/Okezone)
A
A
A

4. Jamaah Sholat Jumat tidak lebih dari satu di satu negeri (kampung)

Jamaah Sholat Jumat tidak lebih dari satu di satu negeri (kampung), karena hikmah disyariatkan Sholat Jumat adalah agar kaum Muslimin berkumpul dan saling berjumpa. Hal ini sulit tercapai jika beberapa jamaah Sholat Jumat di suatu negeri tanpa ada hajat.

Imam Asy-Syafi'i, Imam Ahmad, dan pendapat masyhur di kalangan Madzhab Imam Malik menyatakan bahwa terlarang berbilangnya jamaah Sholat Jumat di suatu negeri (kampung) besar atau kecil kecuali jika ada hajat.

Namun para ulama berselisih pendapat tentang batasan negeri tersebut. Ada ulama yang menyatakan batasannya adalah jika suatu negeri terpisah oleh sungai atau negeri tersebut merupakan negeri yang besar sehingga sulit membuat satu jamaah Jumat.

5. Dilaksanakan di area pemukiman warga

Sholat Jumat wajib dilakukan di tempat pemukiman warga, sekiranya tidak diperbolehkan melakukan rukhsah sholat jamak qashar di dalamnya bagi musafir. Tempat pelaksanaan Jumatan tidak disyaratkan berupa bangunan atau masjid. Boleh dilakukan di lapangan dengan catatan masih dalam batas pemukiman warga.

Syekh Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali mengatakan:

وَلَا يُشْتَرَطُ أَنْ يُعْقَدَ الْجُمُعَةُ فِي رُكْنٍ أَوْ مَسْجِدٍ بَلْ يَجُوْزُ فِي الصَّحْرَاءِ إِذَا كاَنَ مَعْدُوْداً مِنْ خِطَّةِ الْبَلَدِ فَإِنْ بَعُدَ عَنِ الْبَلَدِ بِحَيْثُ يَتَرَخَّصُ الْمُسَافِرُ إِذَا انْتَهَى إِلَيْهِ لَمْ تَنْعَقِدْ اَلْجُمُعَةُفِيْهَا

"Jumat tidak disyaratkan dilakukan di surau atau masjid, bahkan boleh di tanah lapang apabila masih tergolong bagian daerah pemukiman warga. Bila jauh dari daerah pemukiman warga, sekira musafir dapat mengambil rukhshah di tempat tersebut, maka Jumat tidak sah dilaksanakan di tempat tersebut." (Al-Ghazali, Al-Wasith, juz.2, halaman:263, [Kairo: Dar al-Salam], cetakan ketiga tahun 2012)

Wallahu a'lam bisshawab

(Hantoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement