Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jamaah Haji Lansia dan Risiko Tinggi Prioritas Pulang Awal

Maruf El Rumi , Jurnalis-Jum'at, 07 Juli 2023 |05:49 WIB
Jamaah Haji Lansia dan Risiko Tinggi Prioritas Pulang Awal
Ilustrasi (Foto : Okezone.com)
A
A
A

MAKKAH - Jamaah haji lansia dan risiko tinggi (risti) menjadi prioritas pulang awal atau tanazul. Tahun ini, berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) mencatat, lebih 61.000 lansia dari 209.782 jemaah haji 2023 tiba di Arab Saudi. Sedangkan angka jamaah risti berada di atas 70%

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan telah melakukan komunikasi dengan Petugas Pelayanan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk memprioritaskan jemaah yang lansia bisa dipulangkan lebih dulu atau tanazul. "Saya kira ini juga baik untuk kesehatan jemaah haji lansia dan risti agar bisa kembali ke Tanah Air secepatnya," kata Menag kepada Media Center Haji (MCH) di Jeddah, Kamis 6 Juli 2023.

Dikatakan Menag, selama memenuhi syarat untuk pulang akan lebih baik dibandingkan menunggu lebih lama di Arab Saudi yang cuacanya sangat ekstrem dan berbeda dengan kondisi di Indonesia. Menteri yang biasa dipanggil Gus Men itu mengatakan, peluang memulangkan jamaah lansia lebih cepat dari jadwal sangat terbuka karena kepulangan pasti ada seat kursi yang kosong.

Kursi kursi yang kosong tersebut yang nantinya diisi dengan jemaah lansia dan risti sesuai embarkasinya masing-masing. Menag juga meminta keluarga tidak perlu khawatir karena di pesawat ada petugas yang mendampingi, baik itu dari petugas kesehatan keloter atau derah dan kesehatan ppih.

"Jadi saya kira tak perlu dikhawatirkan keluarga di rumah. Didoakan saja supaya jemaah yg pulang terlebih dulu sehat dan selamat di Tanah Air," tambah Menag.

Proses kepulangan jemaah haji gelombang pertama sudah berlangsung mulai 4 Juli 2023 melalui Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Jamaah yang pulang ke Tanah Air adalah mereka yang telah menyelesaikan rangkaian program ibadah baik di Makkah atau di Madinah.

Di Makkah, jamaah berati sudah melaksanakan rukun dan wajib haji. Sedangkan saat di Madinah, jamaah melangkukan serangkain ibadah sunnah termasuk melakukan wisata ziarah.

Tanazul merupakan perpindahan kloter ke kloter lainnya baik itu kloter yang lebih awal maupun kloter lebih akhir karena berbagai alasan. Kepala Daker Makkah, Khalilurrahman mengatakan tidak semua bisa permohonan dikabulkan karena terkait beberapa hal. Ada beberapa syarat yang harus dilalui. Pertama, terkait ketersediaan kursi pesawat karena terkait mutasi ke kloter lain. Kedua ada dokumen dokumen yang perlu dilampikan.

(Angkasa Yudhistira)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement