Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masya Allah! Ini Rahasia Marmer Sekitar Kakbah Tidak Panas meski Kena Sinar Terik Matahari

Melan Eka Lisnawati , Jurnalis-Jum'at, 07 Juli 2023 |18:37 WIB
Masya Allah! Ini Rahasia Marmer Sekitar Kakbah Tidak Panas meski Kena Sinar Terik Matahari
Ilustrasi rahasia lantai marmer sekitar Kakbah tidak panas meski kena sinar terik matahari. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

LANTAI marmer di sekitar Kakbah sangat adem meskipun cuaca di Kota Makkah, Arab Saudi, sangatlah panas. Marmer ini tidak terasa panas ketika diinjak meski kena sinar terik matahari.

Dilansir akun Instagram @teladan.rasul, marmer yang digunakan di sekitar Kakbah, Kompleks Masjidil Haram, diimpor langsung dari Yunani. Marmer tersebut dikenal dengan nama Thassos.

Info grafis doa saat masuk Kota Makkah dan melihat Kakbah. (Foto: Okezone)

Marmer Thassos memiliki bentuk batu berwarna putih bersih. Tambang bantuan ini tersebar di Semenanjung Alyki sebelah selatan Pulau Thassos, Yunani.

Penamaan marmer ini pun, seperti asal-usulnya dari Pulau Thassos maka disebut Marmer Thassos. 

Kualitas dari marmer ini sudah diyakini oleh bangsa Yunani kuno. Bahkan, penambangan Marmer Thassos sudah ada sejak abad 7 sebelum masehi.

Bangsa Yunani dan Romawi sudah menggunakan marmer ini untuk membangun monumen dan gedung megah.

Marmer dengan struktur padat ini berisi kristal warna putih salju yang berkilau cantik jika terkena sinar matahari. Kandungan dari marmer ini terdiri atas komponen dolomit 86 persen, kalsit 12 persen, dan kuarsa 2 persen.

Jadi, kandungan yang ada di dalam marmer ini dapat menahan panas dari teriknya matahari. Sehingga, Marmer Thassos mampu melindungi para jamaah haji dan umrah yang beribadah di sana.

"Masya Allah," ungkap salah seorang warganet takjub dalam tulisan di kolom komentar.

"Karena di bawah mamernya ada air mengalir," kata netizen lainnya.

Wallahu a'lam bisshawab

(Hantoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement