Sejak itu, jamaah terus berdatangan ke kota kelahiran Nabi Muhammad SAW Selain dari Madinah, mulai 8 Juni 2023, Daker Makkah juga menerima kedatangan jamaah haji yang berangkat pada gelombang kedua. Proses kedatangan ini berlangsung hingga 24 Juni 2023.
“Fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina) berlangsung dari 26 Juni hingga 1 Juli 2023. Layanan jamaah haji selama fase Armina ini disiapkan oleh pihak Mashariq,” kata Khalil.
Data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) mencatat, total ada 558 kloter dengan 209.728 jemaah yang tiba di Arab Saudi. Sebanyak 276 kloter dengan 103.809 jamaah datang melalui Bandara AMAA Madinah, sementara 282 jemaah dengan 105.973 jemaah datang melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah.
“PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) Arab Saudi 1444 H/2023 M telah menyiapkan 127 hotel untuk akomodasi jamaah selama di Makkah. Hotel ini tersebar pada lima wilayah, yaitu: Mahbas Jin, Syisah, Raudah, Jarwal, dan Misfalah,” jelas Khalil.
Selama di Makkah, lanjut Khalil, PPIH menyiapkan 442 bus shalawat yang beroperasi selama 24 jam untuk mengantar jemaah dari hotel ke Masjidil Haram, pergi pulang. Sebelum fase puncak haji (Armina), bus ini beroperasi dari 2 – 23 Juni 2023. Pasca puncak haji, bus beroperasi kembali dari 13 – 25 Juli 2023.
“Bus shalawat disiapkan untuk memudahkan pergerakan jemaah dari hotel ke Masjidil Haram atau sebaliknya. Kami siapkan tiga terminal, yaitu di Bab Ali, Syib Amir, dan Jiyad,” sebut Khalil.
Dijelaskan Khalil, PPIH juga menyiapkan ribuan unit bus untuk mengantar pergerakan antar kota jemaah haji Indonesia. Sebelum puncak haji, ada 2.627 armada bus yang digunakan untuk mengantar jemaah dari Madinah ke Makkah. Sementara untuk pergerakan jamaah dari Jeddah ke Makkah, menggunakan 2.517 armada bus.
“Setelah puncak haji, 2.306 armada bus digunakan untuk mengantar jamaah dari Makkah ke Jeddah, dan 2.691 bus mengantar jamaah dari Makkah ke Madinah,” tuturnya.