Menurut dia, calon jamaah haji lansia tetap menjadi prioritas karena berpotensi terus meningkat jika dibatasi. Jamaah lansia tetap bisa berangkat dengan istitha'ah kesehatan yang menjadi syarat. Jadi jamaah lansia yang secara fisik mampu, tetap bisa berangkat. Namun, Gus Men mengatakan apa yang disampaikan masih rencanakan dan belum menjadi keputusan.
Rencana Haji 2024
Tahun depan, Indonesia akan mendapatkan kuota dasar 221.000 jamaah haji dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Proses persiapan juga telah dilakukan begitu puncak haji selesai. Bagi Indonesia, lanjut Gus Men, tantanganya adalah bagaimana melakukan singkronisasi antara kalender hijriah yang digunakan pemerintah Arab Saudi dengan penanggalan Masehi.
Perbedaan sistem penanggal itu, disebut Menag, akan berpengaruh pada banyak hal terutama kepada soal penganggaran.
"Penganggaran kita berbeda dengan di Saudi. Ada banyak hal, tapi saya belum bisa bicara sekarang karena publik tidak boleh menerima informasi sepotong-sepotong. Nanti kita evaluasi secara utuh, nanti kawan-kawan (media) akan kami undang kembali menyampaikan hasilnya," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)