Sebagian besar petugas haji 2023 sudah kembali ke Tanah Air, setelah lebih dari dua bulan melayani jamaah haji Indonesia di Tanah Suci. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas secara khusus menyampaikan permintaan maaf kepada jamaah sekiranya ada pelayanan petugas belum maksimal memberikan pelayanan dalam penyelenggaraan ibadah haji 1444 H di tanah suci, Arab Saudi.
Permintaan maaf itu disampaikan Menag saat menyambut kepulangan jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 71 asal Malang di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Menag didampingi Penasihat DWP Kemenag RI Eny Retno Yaqut, Kakanwil Kemenag Jawa Timur Husnul Maram dan Stafsus Menag Wibowo Prasetyo beserta Abdul Qadir.
"Mohon ikhlas memaafkan para petugas dan pemerintah jika belum memberi pelayanan maksimal kepada bapak ibu selama di Tanah Suci, Arab Saudi. Atas nama pemerintah kami meminta maaf yang sebesarnya," ujar menteri yang biasa disapa Gus men tersebut.
Sepanjang penyelenggaraan haji 2023, kejadian di Armina (Arafah, Muzdalifah dan Mina) mendapatkan banyak perhatian dari masyarakat. Seperti keterlambatan penjemputan jamaah dari Muzdalifah ke Mina serta tenda yang dianggap kurang memadai sehingga harus berdesak-desakan sesama jamaah.
Untuk kejadian ini, Menag mengatakan, pemerintah Indonesia sudah meminta pertangungjawaban pihak ketiga di Arab Saudi. Menag juga telah menerima hasil investigasi terkait Armina dari Pemerintah Arab Saudi. Gus Men mengatakan secara umum sudah mendapatkan kesimpulan yang disampaikan pihak Nazaha atau Lembaga Antikorupsi Arab Saudi yang menangani investigasi ini.