Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Layanan di Asrama Akan Masuk Survei Kepuasan Jamaah Haji

Hantoro , Jurnalis-Minggu, 03 September 2023 |11:03 WIB
Layanan di Asrama Akan Masuk Survei Kepuasan Jamaah Haji
Ilustrasi asrama haji. (Foto: Antara)
A
A
A

LAYANAN di embarkasi asrama haji akan masuk survei kepuasan jamaah haji (SKJH). Pada tahun-tahun sebelumnya, hal ini tidak pernah mendapat porsi untuk disurvei oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang selama ini melakukan survei kepuasan jamaah haji di Tanah Suci.

"Pelayanan di asrama sebelumnya tidak mendapat tempat untuk disurvei, padahal impresi jamaah terhadap asrama haji luar biasa ketika mereka datang dengan layanan yang cepat, tertata, ramah yang dilakukan oleh PPIH di embarkasi itu juga patut ditempatkan dalam survei," ungkap Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief, Senin 28 Agustus 2023.

Ilustrasi asrama haji. (Foto: Kemenag)

Ia mengatakan, impresi-impresi yang dimunculkan oleh jamaah haji selama ini sudah baik. Hilman berharap ke depan seluruh layanan di asrama haji maupun di dalam negeri bisa dianalisis serta diukur.

"Mudah-mudahan ke depan bisa dimasukkan kepada salah satu layanan terutama layanan dalam negeri untuk jemaah haji Indonesia, jadi mulai dari masuk asrama sampai kembali lagi ke Tanah Air bisa kita ukur bersama dan nanti bisa dianalisa sebetulnya impresi dan persepsi masyarakat terhadap kepusan ini lebih menonjol di mana," paparnya, dikutip dari Kemenag.go.id, Ahad (3/9/2023). 

Jadi, lanjut Hilman, narasi yang begitu baik tentang jamaah haji Indonesia itu akan menjadi perpsepsi yang terbangun dan menjadi ekspetasi baru terhadap layanan haji di Indonesia.

Pihaknya juga terus memitigasi pasca-kejadian di Masyair kemarin dengan mengambil langkah-langkah dalam memoderasi persepsi di masyarakat yang dinilai begitu tinggi terhadap penyelenggaraan haji ini.

"Jadi, kalau kita lihat persepsi jamaah haji Indonesia pasca-pelaksnaan Masyair, persepsi jamaah masih terbangun cukup baik, selain fakta bahwa setelah mendapatkan masalah di Muzdalifah tetapi setelah kembali ke hotel dan kembali beraktivitas mereka menyadari bahwa ada yang bisa dikendalikan Kemenag," jelasnya.

"Pada proses moderasi, pikiran persepsi jemaah perlu dilakukan dengan cara memberikan informasi-informasi yang positif tidak perlu glorifikasi tapi lebih mungkin positifnya yang akan akan dimunculkan," pungkasnya. 

(Hantoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement